Sabtu 08 Agustus 2020, 05:27 WIB

Demokrat dan PDIP Saling Sentil

Ths/P-3 | Politik dan Hukum
Demokrat dan PDIP Saling Sentil

MI/Susanto
Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas)

 

BUNTUT saling tanggap pernyataan antara politikus Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan politikus PDIP terus berlanjut. Mantan Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan memberi tanggapan atas pernyataan politikus PDIP Supratikno yang menyerang Ibas dengan menyebut bahwa banyak proyek mangkrak justru terjadi pada zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Hinca, kecenderungan PDIP yang sering menyalahkan pemerintahan masa lalu merupakan cerminan penguasa yang sedang mengalami tekanan.

“Kegagalan yang terjadi hari ini silakan dihadapi. Menyalahkan masa lalu tampaknya jadi kebiasaan sahabat kami dari PDIP yang sulit hilang dari dialektika bernegara. Penguasa yang tidak tenang biasanya sedang tertekan. Akhirnya hanya bisa menyerang. Menyedihkan!” cicit Hinca melalui akun Twitter-nya, @hincapandjaitan, kemarin.

Sebelumnya, Ibas menyoroti kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Ia menyebut ekonomi era Presiden SBY meroket.

“Terus terang rakyat perlu kepastian, rakyat perlu kepercayaan, keyakinan, dan bukti, bukan janji. Alhamdulillah, kita pernah membuat itu. Ketika zaman mentor kita Pak SBY selama 10 tahun, ekonomi kita meroket, APBN kita meningkat, utang dan defi sit kita terjaga. Pendapatan rakyat naik dan lain-lain, termasuk tentang presentasi tingkat kemiskinan dan pengangguran,” ucap Ibas di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/8).

Pernyataan Ibas itu ditanggapi Hendrawan dengan menyebut pemerintahan SBY meninggalkan banyak proyek mangkrak.

“SBY meninggalkan ekonomi yang stabil, datar, tetapi tidak cukup untuk digenjot, diakselerasi karena kendala infrastruktur yang sangat tertinggal. Banyak proyek yang mangkrak. Bayangkan, arus mudik-balik Lebaran saja baru terurai di era Jokowi,” kata Hendrawan, kemarin.

Menurut anggota Komisi XI DPR itu, ada pihak yang menilai pemerintahan SBY sebagai the lost decade.

“Pembangunan infrastruktur besar-besaran seharusnya terjadi di periode itu. Program MP3EI SBY harusnya sudah berjalan sejak 2005 sehingga tidak menjadi beban pemerintahan berikutnya,” ucap Hendrawan. (Ths/P-3)

Baca Juga

Antara

Lelang Aset Koruptor, KPK Raup Rp1 Miliar

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 25 September 2020, 22:05 WIB
Barang lelang yang telah laku tersebut antara lain, mesin longway printing, roller die cut, wax machine, dan mesin press senilai...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Ketaatan Prokes Harus Berlanjut Hingga Kampanye Usai

👤 Cahya Mulyana 🕔Jumat 25 September 2020, 21:56 WIB
Sinergisitas para pihak yang terlibat di pilkada harus selalu kuat dan solid. Terlebih durasi kampanye cukup panjang, yaitu selama 71...
MI/ Fransisco Carolio Hutama Gani

Kekayaan Gibran Capai Rp21 Miliar, Ini Rinciannya

👤Anggi Tondi Martaon 🕔Jumat 25 September 2020, 20:00 WIB
Kekayaan terbesar disumbang dari aset tanah dan bangunan senilai...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya