Sabtu 08 Agustus 2020, 01:45 WIB

Monitor Mangrove dengan Monmang

MI | Humaniora
Monitor Mangrove dengan Monmang

Sumber: LIPI/Cifor/Tim Riset MI-NRC

 

INDONESIA memiliki hutan mangrove terluas di dunia, yakni seluas 3,2 juta hektare. Untuk memetakan dan menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove diperlukan pemantauan atau monitoring secara berkala.

Karena sangat luas, pemantauan mangrove cukup memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia membuat aplikasi khusus untuk monitoring mangrove yang dinamakan Monmang.

“Aplikasi ini sangat berguna karena berbasis Android, jadi bisa pakai di smartphone. Monmang ini bisa (digunakan) untuk mengambil data, jadi paperless tinggal ke lapangan saja, gunakan aplikasi itu untuk pengukuran dan analisis sudah selesai,” ujar peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI I Wayan Eka Darmawan dalam webinar Perkembangan Perangkat Monitoring Mangrove di Indonesia, Rabu (5/8).

Lebih lanjut, Pengelola Teknologi Informasi Pusat Data dan Dokumentasi Ilmiah LIPI Andartha F Khoir menjelaskan aplikasi Monmang mempunyai fitur-fitur yang sudah dimiliki oleh Android, seperti GPS, database, dan kamera.

“Monmang hadir untuk meringkas proses survei yang cukup panjang. Jadi, ketika Monmang dipakai, teman-teman surveyor tidak perlu lagi menggunakan GPS, membawa kamera, membawa alat tulis, dan tidak perlu lagi memindahkannya ke dalam spreadsheet untuk melakukan penghitungan-penghitungan tertentu,” terangnya.

Monmang memiliki dua fitur utama, yakni My Sites dan Export. Fitur My Sites digunakan untuk memasukkan nilai-nilai atau data-data yang dibutuhkan dalam monitoring mangrove.

Di dalam fitur ini terdapat beberapa menu, yakni site summary, plot summary, GBH, seedling number, tree height, waste coverage, cutted woods, substrate, dan canopy yang digunakan para surveyor untuk memasukkan data-data terkait hutan mangrove yang sedang diteliti seperti spesies mangrove, luas tutupan, jumlah tebangan, hingga luas tutupan/kanopi mangrove. 

Fitur Export digunakan untuk mengekspor seluruh data/nilai yang sudah dimasukkan ke aplikasi. “Seluruh data yang kita ambil bisa tersimpan di database yang ada di smartphone untuk selanjutnya diekspor dalam bentuk Excel. Data dan foto yang dihasilkan semua dapat diunduh dari HP ke PC,” imbuhnya.

“Tindak lanjut dari Monmang ini dalam waktu dekat kita akan mencoba untuk mendaftarkan Monmang ke hak cipta dan akan kita ungah ke Playstore. Jadi, teman-teman surveyor bisa mengunduh aplikasi Monmang untuk digunakan dalam survei dan selanjutnya ialah paper,” tandasnya.

Sebelumnya, aplikasi ini diberi nama Macada (Mangrove Collection and Analysis of Data). Namun, karena nama itu telah terdaftar di merek dagang, LIPI kemudian menggantinya dengan Monmang. (Atikah Ishmah W/H-3)

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Begini Prosedur OTG Covid-19 diisolasi di RS Wisma Atlet

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 24 September 2020, 20:35 WIB
"Ada asesmen. Kalau memang rumahnya tidak memenuhi untuk isolasi mandiri, puskesmas akan mendaftarkannya melalui aplikasi agar...
MI/Dwi Apriani

Pusri Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 24 September 2020, 20:28 WIB
Menghadapi musim tanam, per 22 September 2020, Pusri telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 201.557,61 ton untuk urea dan 10.182,10...
Antara/Budi Candra Setya

Luhut Undang Pakar dari AS terkait Restorasi Terumbu Karang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 September 2020, 20:23 WIB
Namun, berdasarkan data dari LIPI, meski Indonesia memiliki 18% dari total terumbu karang di dunia, tapi lebih dari 36% terumbu karang di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya