Jumat 07 Agustus 2020, 19:54 WIB

Lebih dari 95% Peserta Kartu Prakerja Sudah Terima Insentif

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Lebih dari 95% Peserta Kartu Prakerja Sudah Terima Insentif

Antara/Aditya Pradana Putra
Pendaftaran kartu Prakerja

 

DIREKTUR Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari menuturkan, hingga Agustus pihaknya telah menyalurkan insentif kepada 485.772 peserta yang masuk dalam gelombang I-III dari total peserta yang telah menyelesaikan satu kali pelatihan sekitar 501 ribu orang atau lebih dari 95% peserta.

“Catatan kami untuk jumlah insentif yang telah diberikan itu kepada 485.772 orang. Dari yang sudah menyelesaikan pelatihan pertama itu 501 ribu orang,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (7/8).

Ia menjelaskan, masih ada sekitar 15 ribu peserta yang belum mendapatkan insentif pelatihan lantaran manajemen masih melakukan pengecekkan data secara berkala. Denni mengklaim, dalam sehari pihaknya merekonsiliasi hingga 40 ribu orang untuk disalurkan hak isnentifnya.

“Bukan berarti kita tidak bayar, tapi ini memang sebuah proses yang perlu kita lakukan pengecekkann untuk tata kelola yang baik,” terang dia.

Dari 485.772 orang yang telah diberikan insentif, Denni menambahkan, beberapa diantaranya telah mendapatkan insentif ke-4 atau insentif terakhirnya setelah mengikuti pelatihan.

“Di Agustus ini ada beberapa peserta yang telah mendapatkan insentif ke-4. Jadi totalnya tentu saja kalau 485.772 ini dari bulan kebulan terealisasi tinggal dikalikan Rp2,4 juta karena Rp600 ribu dikalikan 4,” jelasnya.

Baca juga : Regulasi Rampung, Pendaftaran Kartu Prakerja Dibuka Kembali Besok

Diberitakan sebelumnya, pendaftaran gelombang IV program Kartu Prakerja akan dibuka pada Sabtu (8/8) pukul 12.00 WIB. Pendaftaran di gelombang IV ini dapat dilakukan secara daring dan luring.

Kuota untuk peserta juga akan dinaikkan menjadi 800 ribu orang. Meski begitu, Denni bilang, hinnga saat ini belum ada perubahan alokasi dana kepada tiap peserta.

Besaran dana yang akan diterima peserta ialah Rp3.550.000 yang mencakup biaya pelatihan Rp1 juta, insentif pelatihan Rp2,4 juta dan akan diberikan bertahap selama 4 kali serta insentif pengisian survei pelatihan sebesar Rp150 ribu yang akan diberikan selama 3 kali.

Denni menekankan, bila setelah 30 hari peserta belum menggunakan dana yang diterima untuk membeli pelatihan, maka dengan mekanisme sistem yang ada, dana tersebut akan ditarik kembali dan masuk ke kas negara.

“Jika dalam waktu 30 hari tidak digunakan, maka kepesertaan yang bersangkutan akan dicabut by system. Itu akan kita kembalikan ke kas negara karena banyak sekali masyarakat yang membutuhkan,” pungkas Denni. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Diskon Pelancong Bisa Ancam Balik Wisata

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 28 September 2020, 05:45 WIB
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1 triliun untuk stimulus di sektor...
MI/SENO

Pantulan Kucing Mati

👤Raja Suhud, Wartawan Media Indonesia 🕔Senin 28 September 2020, 05:30 WIB
Dead cat bounce ialah sebuah fenomena yang umum terjadi di bursa saham ketika sebuah saham mengalami penurunan harga yang tajam dan...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Menguat di Awal, Indeks Cenderung Melemah

👤Des/E-1 🕔Senin 28 September 2020, 05:15 WIB
Kami perkirakan IHSG berpeluang menguat di awal pekan dan cenderung melemah di tengah sampai akhir...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya