Jumat 07 Agustus 2020, 19:28 WIB

Enam Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

Ferdian Ananda Majni | Ekonomi
Enam Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

MI/Dwi Apriani
Ilustrasi

 

PENCEGAHAN karhutla tetap menjadi prioritas dan mendapat perhatian besar dari Presiden RI dalam Inpres No. 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan. Hingga kini, bencana karhutla merupakan permasalahan serius yang dihadapi bangsa Indonesia hampir tiap tahun pada musim kemarau.

"Arahan bapak presiden sudah jelas kita harus mencari solusi bahkan beliau memerintahkan kita semuanya cari solusi permanen untuk karhutla di Indonesia yang selama ini selalu terjadi setiap tahun," kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) Ruandha Agung Sugadirman, dalam webinar tentang Upaya Pencegahan Karhutla di Tengah Pandemi Covid-19, Jumat (7/8)

Oleh karena itu, seperti tahun-tahun yang lalu maka beberapa provinsi sudah menetapkan siaga darurat di masing-masing wilayah. Bahkan enam provinsi yang sudah menetapkan siaga daerah. Yakni Provinsi Riau sudah menetapkan siaga selama 264 hari terhitung sejak 11 Februari sampai dengan 31 Oktober 2020

"Karena biasanya Riau mempunyai dua musim kemarau Februari sampai Maret kemudian muncul lagi Juli dan sampai Agustus. Oleh karena itu, mereka menetapkan siaga darurat sejak februari, apalagi sudah terjadi kebakaran di Kabupaten Siak pada awal Januari hingga April," sebutnya.

Provinsi Jambi ditetapkan siaga darurat selama 90 hari sejak 29 Juni - 26 September 2022020. Kemudian Sumatera Selatan sejak 20 Mei - 31 Oktober 2020 selama 165 hari.

Kalimantan Tengah telah menetapkan status siaga darurat setelah terjadi kebakaran di Kabupaten Sukamara sehingga siaga darurat selama 90 hari sejak 1 Juli-28 Septenber, kemudian di Kalimantan Barat selama 90 hari sejak 2 Juli - 3 November dan terakhir selama 123 hari diberlaukan siaga darurat di Kalimantan Selatan mulai 1 Juli - 30 November 2020.

Ruandha menjelaskan bahwa puncak musim panas atau kemarau ini tahun 2020 masuk pada Agustus dimana kondisinya mungkin 65% terjadi di Agustus dan 18% di September.

Selanjutnya terkait kondisi hotspot titik panas Indonesia dari periode yang sama Januari 1 Januari sampai 4 Agustus 2019-2020, Kata Ruandha ada terjadi penurunan sekitar 54%.

"Ini suatu prestasi yang sangat membanggakan bagaimana kita bisa mengatasi penurunan hospot diperiode yang sama Januari sampai Agustus 2019 dan Januari sampai Agustus 2020," terangnya.

Meskipun demikian, luasan kebakaran atau karhutla di Indonesia memiliki dinamika yang sangat tinggi. Namun luasan karhutla tahun ini pada angka 43,832% hingga Juni.

Baca juga :Lahan Food Estate Kalteng untuk Optimalisasi Lahan

"Tapi setelah kami hitung lagi sampai dengan hari ini sampai dengan bulan Juli sudah mencapai 64 ribu hektar," terangnya.

Berdasarkan persentase penurunan luas karhutla baseline sejak tahun 2015 terjadi penurunan yang sangat signifikan yakni 2,6 juta hektar, tahun 2016 sebesar 438 ribu hektar, tahun 2017 sebesar 165 ribu hektar, pada 2018 sebesar 510 ribu hektar dan pada tahun 2019 sebesar 1,6 juta hektar.

"Pada 2019 ada terjadi kenaikan lagi dan sampai hari ini angkanya 43 ribu atau 60 ribu hektar yang sudah terjadi," lanjutnya.

Jika dibandingkan kebakaran tahun 2019 (Januari - Juni), karhutla 2020 di lahan mineral mengalami kenaikan sebanyak 33% sedangkan karhutla di lahan gambut terjadi penurunan 42%. Maka secara total juga mengalami penurunan 10%.

"Ini berapa yang terjadi kebakaran di Riau yakni rekornya masih Riau yang 14 ribu hektar (lahan mineral 3.569 hektar dan gambut 11.075 hektare) tetapi lahan mineral yang paling luas terbakar yakni 8.677 hektare di Kepulauan Riau dan 7 hektare lahan gambut," pungkasnya.

Sementara luas karhutla per provinsi sejak 1 Januari hingga 31 Juni 2020, lainnya yakni Kalimantan Timur karhutla di lahan mineral yakni 3.323 haktar dan 52 hektar di lahan gambut, Kalimantan Barat 1.063 hektar laha mineral dan 1.294 hektar lahan gambut.

Sumatera Utara terdapat 873 hektar lahan mineral dan 868 lahan gambut, Kalimantan Tengah 400 hekta lahan mineral serta 896 lahan gambut. Sedankan Jambi hanya terjadi karhutla di lahan mineral seluas 226 hektar. (OL-2)

 

Baca Juga

Antara/Nova Wahyudi

Pemerintah Tanggung Bea Masuk Impor Industri Terdampak Pandemi

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 29 September 2020, 22:45 WIB
PMK tersebut diterbitkan sebagai upaya Pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penerimaan negara, serta menjaga stabilitas...
AFP/Tauseef Mustafa

Pemerintah Buka Peluang Terapkan Rapid Test Antigen

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 29 September 2020, 20:46 WIB
"Kami baru saja mendapat kabar dari World health Organization (WHO) bahwa rapid tes antigen bisa menunjukkan hasil tes dalam waktu...
Antara/Adwit B Pramono

Besok Hingga 2 Pekan Ke depan, Tol Manado-Danowudu Gratis

👤Insi nantika Jelita 🕔Selasa 29 September 2020, 20:39 WIB
"Sosialisasi dua minggu ini sekaligus untuk menyiapkan perilaku berkendara masyarakat. Karena biasanya setelah jalan tol diresmikan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya