Jumat 07 Agustus 2020, 19:24 WIB

Lahan Food Estate Kalteng untuk Optimalisasi Lahan

M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Lahan Food Estate Kalteng untuk Optimalisasi Lahan

Antara
Presiden berdialog dengan pekerja di bakal lokasi food estate Kalteng

 

PENGEMBANGAN kawasan food estate dari eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai reposisi dan optimalisasi lahan.

"Jadi rencana baru ini untuk reposisi dan optmalisasi. Selain itu juga memperhatikan memperhatikan transformasi dan reposisi areal eks PLG, ketahanan ekologi, ketahanan pangan, dan ketahanan nasional," kata Wakil Menteri Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Alue Dohong saat diskusi daring Food Estate di Eks Lahan PLG: Urgensi dan Tantangannya yang diadakan mediaindonesia.com, Jumat (7/8).

"Ketahanan pangan merupakan ketahanan nasional juga. Misal negara kita diserang maka cadangan makanan kita harus kuat," tambahnya.

Dalam rangka melakukan pengembangan food estate di lahan eks PLG itu memerlukan kajian historisnya agar pemanfaatanya menjadi pusat pangan berkelanjutan dan merehabilitasi gambut.

Menurutnya proyek pengembangan lahan ini memiliki karakter terkait dengan pembangunan wilayah, ekonomi masyarakat, dan politik pembangunan.

Baca juga : Ini Alasan Kalteng Dipilih jadi Kawasan Food Estate

 "Proyek strategis nasional yang multidimensional yang bisa diterapkan di masalah hutan, gambut, SDM, dan kewilayahannya," jelasnya.

Alue mengungkapkan lahan eks PLG awalnya seluas 1,4 juta Ha dan tidak semua gambut, dan lebih dari 600 ribu lahan cocok untuk pengembangan pangan.

"Kemudian master plan yang dikembangkan oleh Bappenas dan Pemerintah Provinsi Kalteng merekomendasikan 700 ribu lebih bisa untuk development zone dan limited economic zone untuk pangan," jelasnya.

Namun, untuk tahun ini penanaman hanya sekitar 30 ribu Ha karena kondisi irigasi yang baik pada lahan hanya 28.300 Ha dan adanya perbaikan irigasi sekitar 1.700 Ha.

"Ada banyak rekomendasi perkembangan pangan di laha eks PLG seperti sawah dan kolam untuk perikanan yang dikembangkan. Daripada lahan tersebut dibiarkan padahal memiliki potensi pangan why not?," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Ist/posindonesia.com

Survive di Pandemi, Ini Terobosan Pos Indonesia Lewati Masa Sulit

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 September 2020, 07:30 WIB
os Indonesia bergerak cepat membuat berbagai terobosan, berinovasi pada lini jasa kiriman, yaitu meluncurkan Aplikasi...
MI/Dwi Apriani

Delapan Kontrak Gas masih Mahal akibat Toll Fee

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 September 2020, 07:22 WIB
Penurunan harga gas menjadi US$6 per MMBTU menghasilkan penghematan...
DOK BEA CUKAI

Langkah Strategis Bea Cukai Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 30 September 2020, 07:05 WIB
Salah satu program PEN adalah pemberdayaan industri kecil dan menengah (IKM). Seperti yang diketahui, Covid-19 telah menghambat kinerja di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya