Jumat 07 Agustus 2020, 18:58 WIB

Positif Covid-19 Tegal Melonjak, Lomba Agustusan Ditiadakan

Supardji Rasban | Nusantara
Positif Covid-19 Tegal Melonjak, Lomba Agustusan Ditiadakan

Antara/Novrian Arbi
Ilustrasi Agustusan

 

LEGISLATOR Daerah Pemilihan (Dapil) IX Jawa Tengah Dewi Aryani, mengaku prihatin dengan munculnya angka positif covid di Kota Tegal yang melonjak drastis. Kepada kepala daerah di Dapil IX Jawa Tengah tersebut Dewi meminta untuk meniadakan lomba-lomba dalam rangka menyambut HUT Ke-75 RI baik tingkat kabupaten/kota, kecamatan, desa, dusun dan RW/RT.

"Ini sangat berbahaya. Tim Pemerintah Prvinsi Jawa Tengah (Jateng) sedang melakukan test massal di beberapa titik dan ditemukan angka positif yang tinggi baik kalangan tenaga kesehatan (nakes) maupun non-nakes," ujar Dewi melalui keteraangan resmi yang diterima Jumat (7/8).

Dewi menuturkan kenaikan angka positif covid-19 merupakan hal yang wajar karena memang mobilitas masyarakat masih tinggi dan masih mengabaikan protokol kesehatan. Jika ada daerah klaim sebagai zona hijau justru peningkatan kewaspadaan diperlukan dan penerapan new normal harus benar-benar serius.

"Fasilitas kesehatan harus baik agar pasien dapat ditangani maksimal dan tidak terjadi korban meninggal dunia. Bed rasio rumah sakit jika
meningkat maka baru kita perlu kawatirkan tapi jika masih kisaran 60-70 persen tidak perlu kawatir," ucapnya.

Ia menyebut justru yang perlu dipersiapkan tempat untuk karantina bagi warga positif dalam kategori OTG. "Mereka tidak bergejala tapi positif perlu diisolasi khusus di tempat khusus mengingat tidak semua rumah warga layak untuk isolasi mandiri," jelasnya.

Dewi mendukung langkah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Prabowo yang sigap menurunkan tim khusus ke Dapil IX Jawa Tengah. "Test swab dengan PCR Mobile ini dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat juga selain menjadi gamblang sebenarnya daerah- itu sudah aman atau belum," tandas politikus PDI Perjuangan itu.

Dewi juga mengingatkan kepala daerah untuk segera mensikapi Inpres No. 6 Tahun 2020 mengenai sanksi untuk warga yang melanggar protokoler kesehatan. Namun dewi juga mengingatkan Pemeritah Pusat (Pempus) untuk juga membuat aturan sanksi bagi kepala daerah yang mengabaikan Inpres tersebut. "PR kita bersama Pempus dan Pemda untuk meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian kasus covid-19 ini. Kemenkes dan gugus tugas pusat harus menambah lebih banyak Kit Regen dan Alat PCR Portable untuk digunakan test swab secara masif di Dapil IX Jawa Tengah, lantaran di 3 wilayah ini ( Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Kabupaten Brebes) angka kasusnya masih terus meningkat," pungkas DeAr--sapaan akrab Dewi Aryani.

Kota Tegal yang urutan terbawah jumlah kasus covid-19 di Jawa Tengah, mengalami peningkatan kasus setelah dilakukan tes massal. Diketahui ada 26 orang yang hasilnya positif covid-19. (OL-12)

 

Baca Juga

Ist

Dapat Nomor Urut 1, Tatu-Pandji Siap Tuntaskan Pembangunan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 24 September 2020, 19:56 WIB
Angka nomor satu dimaknai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupaten Serang Tatu-Padji sebagai semangat perjuangan untuk menuntaskan...
MI/Arnoldus Dhae

Gubernur Koster Konfirmasi Puluhan Stafnya Positif Covid-19

👤Arnoldus Dhae 🕔Kamis 24 September 2020, 19:36 WIB
Koster menegaskan di antara pegawainya yang positif, termasuk 4 orang ajudan...
MI/Supadji Rasban

Dangdutan di Kota Tegal Bukti Pejabat Publik tidak Miliki Kepekaan

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 24 September 2020, 19:29 WIB
Dangdutan di Lapangan Tegal Selatan, Kota Tegal dan didatangi ribuan warga itu merupakan acara hiburan hajatan pernikahan yang...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya