Jumat 07 Agustus 2020, 05:56 WIB

Aparat Libanon Periksa Sejumlah Pejabat Pelabuhan

AFP/Van/X-11 | Internasional
Aparat Libanon Periksa Sejumlah Pejabat Pelabuhan

AFP/THIBAULT CAMUS
Presiden Prancis Emmanuel Macron (berkemeja putih) melihat lokasi terjadinya ledakan dahsyat di kawasan pelabuhan Kota Beirut, Libanon

 

PIHAK keamanan Libanon terus menyelidiki penyebab ledakan dahsyat yang mengguncang pelabuhan Beirut pada Selasa (4/8) sore.

Saat ini mereka berfokus pada kemungkinan adanya kelalaian dalam penyimpanan berton-ton bahan pupuk amonium nitrat.

Dikutip dari situs berita Al Ja zeera, pemerintah Libanon telah memerintahkan untuk me nahan beberapa pejabat pelabuhan guna membantu proses penyelidikan.

Hingga kini penyebab ledakan belum diketahui secara pasti. Otoritas mengaitkan ledakan itu dengan terbakarnya gudang berisi sekitar 2.750 ton amonium nitrat yang sudah tersimpan selama enam tahun.

Ledakan yang mengirimkan gelombang kejut itu menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai 5.000 lainnya.

Para pejabat memperkirakan jumlah korban tewas akan bertambah karena tim penyelamat masih terus mencari korban yang terjebak reruntuhan.

Warga Libanon kini banyak yang menyuarakan kemarahan terhadap pemerintah yang dinilai lalai.

“Kita tidak bisa membiarkan kondisi seperti ini terus-menerus. Seluruh pejabat harus diganti,” kecam seorang warga, Mohammad Suyur, 30, yang sedang membersihkan puing-puing di Mar Mikhail, salah satu lokasi yang hancur oleh dampak ledakan.

Prancis bertindak

Presiden Prancis Emmanuel Macron kemarin tiba di Libanon dan menjadi pemimpin dunia pertama yang mengunjungi Beirut setelah terjadi ledakan dahsyat.

Libanon merupakan bekas koloni Prancis dan tetap menjalin hubungan baik terutama di saat krisis saat ini.

Macron disambut Presiden Libanon Michel Aoun dan mengunjungi pelabuhan untuk bertemu tim penyelamat Libanon dan Prancis di lokasi bencana.

Saat memeriksa reruntuhan sebuah apotek, Macron disambut warga yang meminta Prancis agar menyelamatkan mereka dari ketidakbecusan para pemimpin Libanon.

“Saya sudah mendesak para pemimpin Libanon untuk menerima kesepakatan politik terbaru dan mengubah sistem, mencegah perpecahan, dan melawan korupsi,” kata Macron kepada warga.

Jaksa Paris, Rémy Heitz, mengatakan sedikitnya 21 warga Prancis terluka dalam ledakan itu. Pihaknya telah membuka opsi penyelidikan atas cedera akibat kelalaian dan menggunakan yurisdiksi untuk menyelidiki tindakan yang dilakukan di luar negeri. (AFP/Van/X-11)

Baca Juga

AFP/FETHI BELAID

Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal di Usia 91 Tahun

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 30 September 2020, 01:48 WIB
Kepergian pemimpin Kuwait itu meninggalkan duka bagi rakyatnya. Dia dianggap oleh banyak orang Arab sebagai operator diplomatik yang cerdas...
AFP

Pertempuran Nagorno-Karabakh masih Membara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 30 September 2020, 01:45 WIB
PERTEMPURAN sengit yang meletus, Minggu (27/9), antara pasukan militer Azerbaijan dan Armenia atas wilayah...
AFP

Korban Tewas Covid-19 Lampaui Satu Juta

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 01:15 WIB
JUMLAH orang di seluruh dunia yang telah meninggal karena covid-19 kini telah melampaui satu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya