Jumat 07 Agustus 2020, 05:31 WIB

Potensi Keuangan Syariah Masih Besar

Hld/X-10 | Ekonomi
Potensi Keuangan Syariah Masih Besar

DOK MI
Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan pemaparan saat menjadi narasumber dialog spesial Indonesa Bicara di Jakarta, kemarin.

 

WAKIL Presiden Ma’ruf Amin menegaskan ekonomi dan keuangan syariah di Tanah Air masih tetap bisa bertahan meskipun tak dapat dimungkiri tetap ikut terdampak oleh tekanan ekonomi akibat pandemi covid-19.

Wapres menegaskan hal itu dalam Dialog Spesial Indonesia Bicara bertajuk Opti-malisasi Kontribusi Ekonomi dan Perbankan Syariah di Era New Normal. Dialog yang dipandu Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong tersebut berlang-sung secara virtual, kemarin. Berikut petikan nya.

Bagaimana kondisi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia saat ini?

Ekonomi syariah di Indonesia saat ini sudah berkembang pesat, baik dari segi regulasi, kelembagaan, maupun dari segi berbagai kegiatan yang dilakukan. Dalam perundang-undangan, ekonomi syariah ini sudah melahirkan UU Perbankan Syariah, ada UU Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), juga tentang asuransi, dan pasar modal.

Dari segi perkembangan keuangan syariah, telah lahir perbankan syariah yang terhitung banyak. Ada yang sudah bank umum, lembaga-lembaga asuransi syariah, produk sukuk, yaitu SBSN, dalam bentuk sudah besar, ada juga sukuk ritel yang bunganya kecil sehingga bisa dibeli oleh masyarakat, juga ada reksadana syariah.

Pun ada berbagai koperasi syariah, baik itu bentuknya koperasi, maupun BMT (baitul maalwat tamwil), bahkan ada yang sangat ultramikro, yaitu bank wakaf mikro (BWM). Jadi, sudah menjadi sistem nasional bahwa keuangan dan ekonomi syariah sudah berkembang sedemikian rupa. Ini sudah menjadi sistem nasional di samping sistem ekonomi yang konvensional.

Berarti masih ada potensi besar untuk pengembangan, ya?

Saya kira memang potensi-nya masih sangat besar. Sekarang itu realisasinya, kalau keuangan baru 8,5%, jadi masih jauh. Oleh karena itu, kita ingin mengembangkan berbagai aspek, baik masalah industri halal, industri keuangan, dana sosial masyarakat, maupun bisnis syariahnya.

Maka potensi kita memang sangat banyak. Sekarang ini Bank Pembangunan Daerah (BPD) sudah mulai dikonversi secara syariah. Seperti BPD Aceh, BPD Nusa Tenggara Barat, BPD Sumatra Barat, dan akan menysul beberapa BPD lainnya. Jadi potensinya memang besar sekali.

Bagaimana dukungan pemerintah untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah?

Kita ingin menjadi pusat keuangan syariah dunia. Sekarang yang sudah paling tinggi di dunia, itu Indonesia baru dari sukuknya. Pengembangan sukuk tertingi di dunia sudah melewati Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Malaysia. Tapi, yang lainnya belum, seperti perbankan. Oleh karena itu, akan ada upaya penguatan di bidang perbankan dan pasar modal. Ini akan kita lakukan.

Kemudian di bidang industri halal. Selama ini Indonesia baru pada sertifikasi halal. Kalau untuk ini memang menjadi rujukan dunia. Karena standar halal Indonesia dipakai seluruh dunia. Lebih dari 50 lembaga sertifikat halal dunia itu menggunakan standar halal Indonesia, sehingga mereka meminta pengakuan (endorsement) dari kita.

Mereka kita berikan endorsement sepanjang menggunakan standar halal kita. Selama ini lewat MUI sebagai yang sudah menggunakan standar kita.

Namun, dalam produk halal, justru Indonesia masih tertinggal jauh sekali. Ini yang akan kita mulai mengembangkan ini dengan membuka kawasan industri halal di berbagai kawasan ekonomi khusus (KEK) dan kawasan industri halal tersendiri.

Salah satu potensi yang besar soal dana sosial seperti zakat yang masih sangat kecil. Wakaf itu kalau dikembangkan bisa menjadi instrumen yang membantu mengembangkan ekonomi nasinoal bisa masuk ke sukuk, sehingga negara kita akan terbantu mendapatkan investasi yang besar. Kita akan lakukan gerakan wakaf nasional.

Begitu juga dengan dunia usaha terutama di kalangan masyarakat melalui gerakan koperasi, BMT. Sekarang ini mulai banyak tumbuh ekonomi kerakyatan yang dalam masa pandemi ini mereka bisa hidup. Ketika usaha besar terhenti, bank wakaf mikro (BWM), koperasi syariah, BMT justru berjalan dengan baik.

Bagaimana peran syariah dalam prog ram pemulihan ekonomi nasional (PEN)?

Seperti juga kegiatan ekonomi lain atau lembaga keuangan konvensional. Keuangan syariah dan ekonomi syariah juga terdampak covid-19 ini. Tapi kalau dari laporan, masih bisa menggeliat atau hidup.

Maka di dalam mengikuti upaya pemu-lihan ekonomi nasional, kami harapkan mereka memanfaatkan stimulus yang diberikan. Sekarang juga dirancang untuk bagaimana menggabungkan perbankan syariah BUMN menjadi bank besar supaya lebih bisa mengembangkan dan melayani proyek-proyek besar atau kegiatan-kegiatan ekonomi yang lebih besar sehingga lebih cepat ikut mendorong keuangan syariah.

Adapun untuk yang kecil saat ini meman-faatkan bansos produktif, ini kan diberikan kepada koperasi-koperasi, BMT, BWM ini yang menopang PEN.

Bagaimana dengan rencana penggabun-gan bank syariah BUMN?

Ini sudah menjadi gagasan dan untuk memperkuat karena kita tak punya bank syariah besar yang masuk 20 besar dunia. Maka kita lakukan ini di samping jangan terlalu banyak bank, tapi potensinya kecil. Diharapkan, bank syariah diperbesar, tapi bisa juga berperan untuk kepentingan dalam negeri dan luar negeri. Itu sudah dalam persiapan untuk adanya penggabungan. Ada 3-4 bank syariah yang BUMN itu.

Apa upaya pemerintah untuk membuat Bank Muamalat sebagai bank syariah per-tama agar lebih menggeliat?

Saat ini yang menangani itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai otoritas yang memang bertanggung jawab terhadap masalah perbankan.

Kalau yang saya dengar bahwa Bank Mualamat perlu penambahan modal. Sekarang sedang diusahakan apakah mereka pemilik lama/pemegang saham lama yang harus menyuntikkan modalnya itu atau investor baru. Ini persoalannya hanya perlu penambahan modal supaya tidak kekurangan modal. Oleh karena itu, upaya ini harus bisa dilakukan.Kalau pemilik yang lama mereka tidak mau, OJK akan memasukkan investor baru untuk menghidupkan Bank Muamalat ini sedang diselesaikan.

Bagaimana pengembangan industri ha-lal di kawasan ekonomi khusus (KEK)?

Komitmen pemerintah untuk mengem-bangkan ekonomi syariah yang sedang kita perkuat itu kelembagaannya. Dulu ada Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), tetapi kemudian diubah bunyinya melalui Perpres 28/2020 menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Karena kita tak berkutat pada keuangan saja, tetapi juga ekonomi.

Maka kita kembangkan 4 hal yaitu, industri halal, industri keuangan, dana sosial masyarakat, usaha-usaha berbasis bisnis syariah. Komite itu diketuai langsung oleh Presiden Joko Widodo, lalu dengan wakil ketua oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta sekretarisnya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Adapun anggotanya terdiri dari menteri-menteri terkait, salah satunya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

Pengembangan industri halal di berbagai kawasan ini sudah mendapat keputusan dari Menteri Perindustrian. Termasuk di dalamnya berupa industri pariwisata halal, produk halal, jasa, hingga wisata halal. Saat ini wisata halal menjadi isu global. Semua membuka wisata halal seperti Singapura, Taiwan, Jepang.

Korea Selatan membuka kawasan, tapi meminta sertifi kasi halal dari kita terutama industri kosmetik. Jadi ingin menguasai du-nia dengan sertifikat halal dari kita. Begitu juga di Taiwan. Semua di dunia menjadikan halal isu global, di Australia juga.

Bagaimana dengan mengembangkan pe-santren sebagai pusat ekonomi syariah?

Pesantren dibangun sebagai pusat ekono-mi baik keuangan mupun sektor riil. Untuk sektor keuangan, dibangun kelembagaan bank wakaf mikro (BWM) syariah sudah ada sekitar 50 dan Bank BMT yang kelembagaannya milik koperasi badan hukum koperasi.

Pesantren Sidogiri itu di atas Rp10 triliun permodalannya. Ini sudah membangun ekonomi. Pesantren Sidogiri sudah membangun supermarket di mana-mana. Apalagi dengan adanya kebijakan Kemenkop dalam mengembangkan realisasi lembaga pengelola dana bergulir (LPDB). Nah, dana bergulir ini dilakukan untuk membentuk koperasi, koperasi yang sekarang jadi sasaran yaitu, koperasi syariah dan BMT. Ada yang sudah dikucurkan Rp1 miliar, Rp2 miliar, Rp7,5 miliar, Rp50 miliar itu pengembangan dari LPDB.

Sektor riil sudah mengembangkan ber-bagai usaha, seperti, peternakan ayam, peternakan lele, pertanian.

Bagaimana kondisi pendidikan di bidang ekonomi syariah?

Sekarang ini perguruan tinggi yang membuka prodi ekonomi syariah di UIN Jakarta, Universitas Airlangga, UI dan hampir di semua perguruan tinggi. Mahasiswanya pun banyak. Ada yang belajar hukum ekonomi syariah dari pendekatan fikih.

Maka dengan adanya pengembangan lembaga syariah, baik di sektor keuangan maupun riil itu mahasiswa mempunyai ladang pengabdian di sana. Pesantren juga membuka sekolah tinggi ekonomi syariah, fikih muamalah. Mereka nantinya menjadi pelaku di ekonomi syariah.

Tantangan dan kendala pengembangan ekonomi syariah di negara kita?

Tantangan pertama permodalan. Selama ini yang dihadapi perbankan itu, dia masih hidup dari dana mahal, sedangkan tabungan belum. Jadi, yang harus digalakkan dana murah. Stimulus ini memberikan peluang, sehingga tabungan murah itu menjadi prioritas.

Kedua tentu juga produk-produknya yang harus variatif dan harus market friendly. Syariah harus banyak membuat produk yang banyak market sukai.

Ketiga ialah tenaga, selama ini justru yang dikeluhkan untuk industri keuangan syariah yang masuk tenaga yang bukan kw 1, tapi sisa-sisa. Nah ini harus melakukan upgradesehingga disiapkan tenaga-tenaga yang lebih berkualitas.

Keempat ekosistemnya kemudian teknologinya. Kalau bank punya induk itu lebih baik karena menggunakan fasilitas induknya. Sehingga perlu teknologi IT sehingga perlu adanya pelatihan yang intensif. Dengan adanya pandemi ini menjadi satu dorongan untuk melakukan kelengkapan teknologi.

Bagaimana menerobos mindset agar masyarakat menjadikan ekonomi syariah alternatif?

Keuangan syariah membagi masyarakat menjadi 2 kelompok. Pertama kelompok emosional yang apa pun keadaannya itu mereka akan memilih lembaga keuangan syariah. Kedua kelompok rasional ini biasanya memilih yang lebih menguntungkan saja. Ketika syariah lebih menguntungkan, menggunakan syariah begitupun sebaliknya.

Oleh karena itu, pertama ada upaya edukasi yang masif, tapi juga memperbaiki layanan syariahnya harus dioptimalkan bahwa lembaga syariah tidak kalah dengan lembaga konvensional dan pelayanannya sama. Harus memperbaiki diri sendiri.

Kemudian, kelompok yang rasional juga diberikan eduaksi tentang pentingnya ekonomi syariah. Sebab, di dalam kegiatan itu, kalau dalam agama, adalah bagian dari ibadah. Kerja ekonomi juga ibadah, kerja sosial juga ibadah, kerja politik juga ibadah, kalau membawa kemaslahatan.

Pesan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah?

Pertama kepada semua pihak utamanya kepada pegiat ekonomi syariah supaya terus mengembangkan diri, mengembangkan produk. Sebab, tuntutan produk syariah semakin besar. Wisata syariah semakin besar, keuangan syariah makin besar, apalagi produk halal.

Oleh karena itu, prospek ekonomi dan keuangan sangat besar. Maka mode sekarang menjadi tren, produk-produk kita sudah ke mancanegara memang sudah diminati. Inilah bagian dari lifestyle. Ini syariah sudah menjadi tren di Indonesia.

Kedua, juga pemerintah sudah komitmen besar dengan membentuk komitmen untuk mengembangkan ini. Pemerintah sudah ada struktur yang mengurusi ini salah satunya di Kemenperin, Kemenkeu, BI, OJK. Ini untuk memfasilitasi perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Kepada masyarakat juga bahwasanya ekonomi syariah itu tak hanya halal, tapi juga baik. Saya pernah di Australia. Ternyata hasil pemotongan hewan halal diminati bukan hanya orang Islam. Justu di Australia laku juga. Saya juga pernah makan di Amerika Serikat, di restoran Tiongkok halal. Itu yang makan orang-orang yang saya liat bukan muslim. Jadi memang sangat diminati, sehingga, hal ini menjadi daya dorong. (Hld/X-10)

Baca Juga

Antara/Puspa Perwitasari

Saham Bank Turun, Pengamat : Investor Asing Belum Yakin

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 28 September 2020, 21:30 WIB
Para investor asing tidak yakin dengan kondisi ekonomi Indonesia dalam enam bulan ke...
Antara/Moch Asim

Pertamina Perlu Cermat Tentukan Pengembang Kilang Tuban

👤Raja Suhud 🕔Senin 28 September 2020, 20:55 WIB
Saat ini dua peserta tender terbaik telah ada yakni Konsorsium JO Hyundai Engineering dan Konsorsium...
Ist/Kementan

Pusvetma Lakukan Vaksinasi Rabies Drive Thru Pertama di Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 28 September 2020, 20:37 WIB
Ditjen  Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan), Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) melakukan vaksinasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya