Jumat 07 Agustus 2020, 05:15 WIB

Presiden Sinergikan BUMN Penerbangan-Pariwisata

Pra/E-2 | Ekonomi
Presiden Sinergikan BUMN Penerbangan-Pariwisata

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memimpin rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta.

 

PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan para menterinya untuk segera mentransformasikan industri penerbangan dengan pariwisata di Tanah Air. Pasalnya, dua sektor itu dinilai Presiden masih berjalan sendiri-sendiri.

“Transformasi itu harus dimulai dengan mengubah pola industri penerbangan,” ucap Jokowi saat memimpin rapat terbatas yang membahas Penggabungan BUMN di Sektor Aviasi dan Pariwisata di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin.

Saat ini, menurutnya, Indonesia memiliki terlalu banyak pusat penerbangan dan tersebar secara tidak merata.

“Ini coba kita lihat lagi. Saat ini terdapat 30 bandara internasional. Apakah diperlukan sebanyak ini? Negara-negara lain saya kira tidak melakukan ini,” ujar Jokowi.

Dari 30 bandara internasional itu, saat ini 90% lalu lintas penerbangan hanya terpusat pada empat bandara utama, yakni Soekarno-Hatta di Tangerang, I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Juanda di Surabaya, dan Kualanamu di Medan.

Karena itu, ia meminta para menteri terkait segera memetakan bandara mana saja yang berpotensi jadi international hub dengan pembagian fungsi yang sesuai dengan letak geografis dan karakteristik wilayah.

“Sejauh ini saya mencatat ada delapan bandara internasional yang berpotensi menjadi hub dan superhub. Kembali lagi I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Soekarno-Hatta Tangerang, Kualanamu Medan, Yogyakarta, (Sultan Aji Muhammad di Sepinggan) Balikpapan, Sultan Hasanuddin Makassar, Sam Ratulangi Manado, dan Juanda Surabaya,” sebut Kepala Negara.

Setelah itu, langkah selanjutnya yang harus dilakukan ialah mengelola ekosistem pariwisata dan pendukungnya.

“Ini yang tidak pernah dilakukan, mulai manajemen airline, manajemen bandara, manajemen pelayanan penerbangan, sampai nanti tersambung dengan manajemen destinasi wisata. Tersambung de­ngan manajemen hotel dan perjalanan dan bahkan sampai kepada manajemen produk-produk lokal dan industri kreatif,” jelas Presiden.

Dengan rencana integrasi besar-besaran tersebut, Jokowi berniat menggabungkan BUMN-BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arah dan tujuan bisa dicapai dengan cepat dan tepat. (Pra/E-2)

Baca Juga

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Gelombang X Dibuka, Kuota Kartu Prakerja Terpenuhi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 26 September 2020, 19:25 WIB
Sejak digulirkan pada 11 April lalu, program Kartu Prakerja telah menyerap peserta hingga 98% atau 5.480.918 orang dari kuota tersedia...
DOK KEMENTAN

Biasanya Kena Rob, tapi Kali Ini Petani Cilacap Berhasil Panen

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 19:22 WIB
Kegiatan ini hasil dari tanam yang dilakukan secara serempak bersamaan dengan pencanangan GPOT oleh Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin...
Antara

PT KAI Gelar Diskon 25 Persen untuk Layanan Ini

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 26 September 2020, 17:00 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memberikan diskon 25 persen, untuk layanan angkutan barang menggunakan Rail...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya