Jumat 07 Agustus 2020, 04:45 WIB

Beda Pandang Sebab Banjir Bandang

LN/AT/N-2 | Nusantara
Beda Pandang Sebab Banjir Bandang

ANTARA FOTO/Yusran Uccang
Tim SAR melintas di dekat rumah yang rusak akibat diterjang banjir bandang di Desa Petambua Masamba, kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan.

 

TIGA puluh delapan orang tewas akibat banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel), perte­ngahan Juli lalu. Apa penyebab peristiwa mengenaskan itu?

Jawaban berbeda diberikan Polda dan Wahana Lingkung­an Hidup (Walhi) Sulawesi Selatan. Direktur Walhi Muhammad Al Amin mengungkapkan, berdasarkan hasil pemetaan dan kajian yang sudah dilakukan, ada dua faktor mendasar yang mengakibatkan banjir bandang. “Salah satunya ialah aktivitas pembalakan liar.”

Menurut dia, di Luwu Utara ada pembalakan hutan berskala besar. Kondisi hutan diperparah dengan adanya pembukaan lahan untuk dijadikan kawasan perkebunan kelapa sawit.

Berdasarkan analisis pada 2018-2020, ada empat lokasi pembukaan lahan secara masif di kawasan hulu yang berada di Kecamatan Masamba dan Baebunta, Luwu Utara. Kondisi itu diduga mengakibatkan bencana alam yang sudah terjadi.

Namun, tidak demikian saat pertanyaan yang sama dilontarkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan Komisaris Besar Augustinus Berlian. “Banjir bandang Luwu Utara yang terjadi di enam kecamatan terjadi akibat faktor alam,” tegasnya.

Augustinus mengaku, berdasarkan fakta yang didapat di lapangan, keterangan saksi-saksi, cek lokasi, dan lain-lain, disimpulkan banjir bukan karena pembalakan hutan, eksploitasi hutan, dan lain-lain. “Tapi memang karena faktor alam.”

Kemarin, kejadian alam berupa ombak tinggi menyeret 7 orang yang tengah berkunjung ke Pantai Goa Cemara di Kecamatan Sanden, Bantul, DI Yogyakarta. Dua ­orang di antaranya ditemukan tewas. (LN/AT/N-2)

Baca Juga

MI/Eva Pardiana

GGP Catatkan Laporan Bisnis Bekelanjutan Pertama di Lampung

👤Eva Pardiana 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:55 WIB
PT Great Giant Pineapple (GGP) menjadi perusahaan pertama di Provinsi Lampung yang meluncurkan sustainability report (laporan...
Istimewa

Petani Tapin Faham Resi Gudang setelah Pelatihan PLEK

👤Denny Susanto 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:45 WIB
PELATIHAN Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) oleh IPDMIP membuka wawasan petani Kabupaten Tapin di Provinsi Kalimantan Selatan pada...
Medcom.id

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kaltim dan Istri Positif Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:39 WIB
Juru bicara Satuan Tugas covid-19 Provinsi Kalimantan Timur Andi Muhammad Ishak mengakui bahwa dirinya telah terkonfirmasi positif virus...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya