Jumat 07 Agustus 2020, 04:25 WIB

Penyerapan Dana Korona Cirebon Capai 80%

Nurul Hidayah | Nusantara
Penyerapan Dana Korona Cirebon Capai 80%

Dok. Pemprov Cirebon
Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi.

 

PENYERAPAN belanja tak terduga (BTT) penanganan covid-19 di Kota Cirebon sudah mencapai 80%. Sekretaris Daerah Kota Cirebon Agus Mulyadi menjelaskan pihaknya menganggarkan BTT penanganan covid-19 sebesar Rp47 miliar.

Dana BTT tersebut berasal dari refocusing sejumlah kegiatan yang sebelumnya dialokasikan pada APBD Kota Cirebon 2020. Dari jumlah Rp47 miliar dialokasikan sebesar Rp38,77 miliar dan sudah terserap 80%.

Sisanya yang ada di Dinas Kesehatan Kota Cirebon untuk anggaran tes swab serta pemberian bantuan kepada keluarga pasien positif covid- 19 yang bersedia diisolasi sebesar Rp100 ribu/hari selama 14 hari. “Untuk bantuan sosial dan jaring pengaman sosial sudah tersalurkan 100%,” sambungnya.

Terkait dengan penganggaran penanganan covid-19 pada APBD 2021, Pemkot Sukabumi, Jawa Barat, masih menunggu kepastian dari pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Kita belum tahu ketersediaan anggaran seperti apa dari dampak covid-19 ini. Pemerintah pusat belum bisa memberikan ancar-ancar, pemerintah provinsi juga belum bisa memberikan ancarancar. Makanya (penyusunan APBD) masih asumsi yang sangat mungkin terjadi perubahan,” terang Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, Kamis (6/8).

Pengamat sosial dan kebijakan Dr Robert Siregar mengungkapkan data Kemenkeu yang terserap untuk bidang kesehatan dalam rangka pemulihan akibat pandemi covid-19 baru mencapai 4,68% dari total alokasi anggaran sebesar Rp87,55 triliun.

Sementara itu, untuk dana jaring pengaman sosial, realisasi anggaran baru mencapai 34,06% dari total anggaran yang telah disiapkan mencapai Rp203,9 triliun.

Begitu juga untuk pemerintah daerah baru terealisasi 4% dari Rp106,11 triliun. Lalu, untuk usaha mikro kecil dan menengah 22,74% dari Rp123,46 triliun.

Adapun untuk insentif dunia usaha realisasinya hanya 10,14% dari total Rp120,61 triliun yang telah disiapkan, sementara pembiayaan korporasi belum ada terealisasi (dari Rp53,57 triliun).

“Dari sisi kementerian teknis, mereka menyampaikan bahwa persoalanya ialah karena pencairannya. Ini kan juga harus clear ke publik,” kata Robert. (UL/BB/AP/N-1)

Baca Juga

MI/AGUS MULYAWAN

Merespon Gus Mus, Mahfud: Polri Usut Pidana Dangdutan di Tegal

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:15 WIB
Keterangan Mahfud itu menjawab pernyataan KH Mustofa Bisri melalui akunnya...
MI/Susanto

Pasha Ungu Diangkat Jadi Pelaksana Tugas Wali Kota Palu

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:55 WIB
Hidayat mengambil cuti selama 69 hari terhitung mulai 26 September hingga 5 Desember mendatang, karena sedang mengikuti tahapan...
Istimewa

Petani Modern Berniaga di Lapak KostraTani Online

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:20 WIB
MENJAWAB tantangan revolusi industri era 4.0, petani Indonesia yang maju, mandiri dan modern siap berniaga di Lapak KostraTani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya