Jumat 07 Agustus 2020, 09:00 WIB

Ibu Menyusui, Ayah bisa Bantu Apa?

Astri Novaria | Humaniora
Ibu Menyusui, Ayah bisa Bantu Apa?

MI/ADAM DWI
Ilustrasi - Ibu Menyusui

 

HINGGA saat ini, masih banyak orang yang beranggapan bahwa menyusui adalah tanggung jawab penuh sang ibu. Padahal, peran ayah sangat dibutuhkan demi menyukseskan pemberian ASI eksklusif kepada buah hati. 

Hal sederhana apa sih yang bisa dilakukan ayah dalam membantu proses menyusui?

Baca juga: Arsipkan Musik Lawas, Kemendikbud Luncurkan Digitalisasi Musik

"Tugasnya ayah sebetulnya sederhana, yaitu menyenangkan hati istri. Pokoknya menjadi cheerleader hati istri, nggak bikin sedih, nggak bikin bosen, atau bahkan bisa menjadi perpustakaan berjalan," ujar Agus Rahmat Hidayat, Co-Founder dari Ayah ASI saat berbincang dengan Media Indonesia di program Nunggu Sunset spesial Pekan ASI Sedunia 2020, Kamis (6/8).

Pria yang akrab disapa Mamat ini melanjutkan, jika seorang laki-laki bisa dengan mudahnya mencari informasi seputar gadget terbaru atau bahkan mengulik seputar pertandingan sepakbola terkini, artinya bisa juga mencari tahu informasi mengenai ASI bersama-sama istri.

"Tugas suami juga bisa menjadi perawat yang baik, istri dipijetin kalau lagi capek, buat nasi goreng untuk sarapan pagi, meski pun rasanya keasinan tapi istri pasti sudah seneng banget. Itu tips sederhana yang bisa dilakukan semua laki-laki," tandasnya.

Menurut dia, sering kali yang menghambat ayah untuk turut memberikan dukungan selama proses menyusui ke buah hati ada pada istri sendiri. 

"Kita ada di dua pola yang berbeda. Laki-laki itu cenderung tidak dibesarkan untuk menjadi seorang ayah, tapi dibesarkan menjadi seorang suami yang tugasnya mencari nafkah, pulang bawa uang yang banyak. Sementara istri punya cara sendiri dalam mengurus rumah. Ketika para suami ini mau bantu, ada aja halangannya yang ada selalu kena omelan. Hal ini yang membuat laki-laki jadi malas," paparnya.

Oleh karena itu, menurutnya penting adanya komunikasi antar suami dan istri perihal pembagian tugas dalam mengASIhi buah hati. 

"Kan biasanya nggak pernah diobrolin. Dianggapnya sudah sama-sama dewasa dan tahu jadinya tidak pernah diobrolin. Perempuan merasa laki-laki harusnya tahu dong tanpa harus bilang. Sementara laki-laki beranggapan ya harusnya bilang aja kalau butuh bantuan. Jadi penting ini diobrolin," ungkapnya.

Selain itu, Mamat menilai, prioritas laki-laki ketika sudah menjadi ayah seharusnya sudah bergeser, tidak lagi mendahulukan ego pribadi tetapi sudah mulai bergeser untuk mendahulukan kebahagiaan istri dan anak. 

"Harusnya prioritasnya kalau istri seneng, suami pun senang. Harus begitu. Jadi pembagian peran itu penting karena bikinnya berdua, jadi ngurusnya juga berdua," pungkasnya.

 

(OL-6)
 

Baca Juga

AFP/Adek Berry

Indonesia Sumbang 0,82% Kasus Covid-19 Dunia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 00:23 WIB
Dengan persentase tersebut, Indonesia saat ini menempati urutan ke-23 kasus sebaran covid-19 dari 188 negara yang sudah terpapar virus...
MI

Lanjutan Kisah Lima Sahabat

👤MI 🕔Sabtu 26 September 2020, 00:10 WIB
BAGI yang rindu dengan cerita Juple pascakejadian di Ranu Kumbolo dalam perjalanan ke Mahameru, saat ini adalah momen...
Ilustrasi

Kemenkes Sudah Salurkan Rp2,3 Triliun untuk Insentif Nakes

👤Atalya Puspa 🕔Jumat 25 September 2020, 21:39 WIB
Data Badan PPSDM Kesehatan, per tanggal 23 September 2020 total anggaran yang telah disalurkan untuk insentif tenaga kesehatan sebesar Rp...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya