Kamis 06 Agustus 2020, 20:50 WIB

Temui Mendikbud, Katib Aam Nyatakan PBNU Ikut POP Kemendikbud

Antara | Humaniora
Temui Mendikbud, Katib Aam Nyatakan PBNU Ikut POP Kemendikbud

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
KATIB Aam Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf

 

KATIB Aam (Sekjen Syuriyah) Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan pihaknya tetap mengikuti Program Organisasi Penggerak (POP) setelah ada klarifikasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Mantan Anggota Wantimpres ini menemui Mendikbud Nadiem Makariem, Kamis, untuk menyampaikan sikap PBNU terkait keikutsertaan dalam program POP.

Gus Yahya mengatakan pertemuannya dengan Mendikbud atas persetujuan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU. Pertemuan dua pihak itu mendiseminasikan hasil rapat PBNU pada Selasa (4/8), soal kelanjutan mengikuti POP.

Dia mengatakan keputusan PBNU itu menimbang dua hal klarifikasi dari Kemendikbud soal POP. "Pertama, bahwa POP bukan program yang bersifat akar rumput tapi lebih bersifat laboratorial. Memang sudah ada klarifikasi dari Mendikbud sebelumnya bahwa dengan POP ini sebenarnya Kemendikbud hanya bermaksud membeli model inovasi dari berbagai pihak yang menawarkan gagasan," katanya.

Klarifikasi kedua, kata dia, pelaksanaan POP dimulai bulan Januari 2021 yang akan datang sehingga ada waktu yang cukup untuk menuntaskan kendala pelaksanaan program sepanjang tahun.
 
"Kami mendukung upaya Mendikbud untuk mengambil langkah-langkah kongkrit sebagai jalan keluar dari kesulitan-kesulitan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan. Kami juga mendukung upaya-upaya pembaruan untuk memperbaiki kapasitas sistem pendidikan kita dalam menjawab tantangan masa depan. Tentu saja sambil tetap kritis terhadap kekurangan-kekurangan yang ada," katanya.

Menurut Gus Yahya, program POP mengukur kelayakan gagasan dan perencanaan eksekusi, sehingga pihak manapun dapat ikut tanpa harus bergantung pada ukuran organisasi atau keluasan konstituennya.

"Untuk menyentuh akar rumput, termasuk warga NU, Kemendikbud menyiapkan sejumlah program lain, misalnya program afirmasi," kata dia.
 
Gus Yahya mengatakan silaturahim dengan Mendikbud pada Kamis juga membahas masalah pendidikan di tengah pandemi COVID-19.
 
"Ini silaturahmi untuk mengurai kekusutan komunikasi yang sempat terjadi. Dalam suasana prihatin akibat pandemi dan masyarakat sangat membutuhkan jalan keluar dari berbagai kesulitan. Sangat tidak elok kalau kontroversi yang tidak substansial dibiarkan berlarut-larut," katanya.(OL-4)

Baca Juga

Instagram @TYA_ARIESTYA

Tya Ariestya Turunkan Berat Badan demi Program Hamil

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 03:15 WIB
AKTRIS Tya Ariestya, 34 tidak setengah-setengah dalam menjalankan program penurunan berat...
ANTARA

Saleh Husin Panen Jagung dari Kebun

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 02:55 WIB
KETUA Majelas Wali Amanat Universitas Indonesia, Saleh Husin, 57, punya rutinitas yang ia jalani setiap pagi, yakni seusai salat Subuh,...
Sumber: Alzi/BPS/Globocan/IDF/Kemenkes/WHO/Tim Riset MI-NRC/ Grafis: Seno

Jadi Lansia Sehat? Investasilah sejak Bayi

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 30 September 2020, 02:35 WIB
NANI, 72, sudah tidak dapat beraktivitas seperti sedia kala sejak penyakit jantung koroner, hipertensi, dan diabetes merenggut...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya