Kamis 06 Agustus 2020, 20:11 WIB

Arsipkan Musik Lawas, Kemendikbud Luncurkan Digitalisasi Musik

Ihfa Firdausya | Humaniora
Arsipkan Musik Lawas, Kemendikbud Luncurkan Digitalisasi Musik

Antara
Ilustrasi

 

DIREKTORAT Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru bekerja sama dengan Irama Nusantara meluncurkan Digitalisasi Musik. Digitalisasi ini merupakan upaya menyelamatkan lagu dan musik yang pernah terekam pada masa lalu.

Dalam proses digitalisasi, karya musik lawas didokumentasikan dengan rapi. Mulai dari judul, penyanyi, pencipta, tahun, label produksi serta data lain yang dirasa penting.

Kegiatan ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang mengamanatkan terbentuknya sistem pendataan kebudayaan terpadu. Salah satunya melalui manajemen aset digital yang berisi data tentang objek pemajuan kebudayaan (OPK).

Hal ini ditujukan dalam upaya pelindungan dengan melakukan pencatatan dan pendokumentasian OPK. Salah satunya adalah pendataan dan pengarsipan film dan musik melalui media baru.

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid menilai langkah digitalisasi musik cukup efektif. Menurutnya, ini merupakan dukungan nyata Kemendikbud dalam menyelamatkan musik lawas Indonesia yang pernah terekam atau dirilis di masa lalu.

Sebab, katanya, pendataan musik diperlukan untuk mendukung upaya pemahaman serta pelestarian musik sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

Baca juga : LIPI Terbitkan Jurnal Edisi Khusus Demografi dan Covid-19

“Pendataan seluruh informasi yang berkaitan dengan karya musik harus mendapatkan perhatian yang serius, yaitu dikelola secara sistematis mencakup identifikasi, pengumpulan, pengelolaan (digitalisasi, restorasi), penyimpanan (katalogisasi), dan pelayanan/publikasi,” kata Hilmar pada taklimat media Peluncuran Digitalisasi Musik melalui telekonferensi di Jakarta, Kamis (06/8).

Basis data yang terbangun diharapkan dapat menjadi rujukan informasi dan sumber pengetahuan bagi seluruh pencinta musik dan masyarakat Indonesia secara umum.

Hilmar menambahkan, dengan mengenali arsip atau dokumentasi warisan budaya, masyarakat sekaligus mengetahui jejak perjalanan bangsa dan dapat menumbuhkan kebanggaan tehadap karya budaya bangsa.

“Ini salah satu mimpi besar kita yang sudah sering didiskusikan dalam waktu yang cukup lama. Saya kira, kita perlu mulai memikirkan secara lebih serius karena arsip ini kelihatannya susah-susah gampang,” ujarnya.

Lebih jauh, upaya melestarikan dan mendokumentasikan catatan sejarah dalam bentuk arsip digital musik populer Indonesia dapat membangun rasa ketertarikan dan apresiasi masyarakat pada musik populer Indonesia. Pada gilirannya, hal tersebut dapat menumbuhkan wawasan dan kecintaan terhadap karya budaya bangsa.

"Tahun ini, target musik yang didigitalisasi sekitar 1.000 rilisan," kata Hilmar.

Kegiatan digitalisasi musik populer Indonesia juga dimaksudkan untuk melengkapi ruang-ruang perpustakaan dan arsip dengan basis data yang sudah dimiliki. Dengan itu, informasi mengenai musik populer Indonesia dapat meluas dan mudah diakses masyarakat Indonesia maupun warga dunia.

Kemendikbud juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Irama Nusantara yang terus melengkapi arsip musik populer Indonesia. Irama Nusantara adalah sebuah yayasan nirlaba yang telah berdiri sejak tujuh tahun silam.

Mereka fokus pada pengarsipan musik populer Indonesia dan telah berhasil melakukan digitalisasi 4.065 rilisan atau sebanding dengan 40.000 lagu dari rentang era 1920-an hingga 1990-an. Hasil dari pengarsipan digital tersebut telah diunggah pada situs resmi Irama Nusantara iramanusantara.org dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

Ketua Yayasan Irama Nusantara Dian Wulandari mengatakan bahwa melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih mengenal dan mencintai musik Indonesia. Terutama adalah musik populer yang juga merupakan bagian dari perkembangan budaya dan identitas bangsa ini.

“Saat ini kondisi masyarakat Indonesia masih kesulitan untuk mendapatkan referensi maupun informasi seputar musik populer Indonesia. Untuk itu kami hadir melalui digitalisasi musik,“ jelas Dian.

Baca juga : Kemendikbud Genjot PAUD di Nusa Tenggara Timur

Sejalan dengan itu, pengelola Laras, sebuah komunitas studi tentang musik dalam masyarakat, Irfan Darajat, menilai saat ini masih sangat dibutuhkan data-data yang sahih terutama terkait informasi musik populer Indonesia yang selama ini cukup sulit untuk didapatkan.

Irfan mencontohkan, pemerintah Korea Selatan dalam usahanya membuat Asia Culture Center seringkali menurunkan berbagai hibah kepada para akademisi untuk melakukan riset serta akuisisi arsip musik dari Indonesia. Karenanya, dia menyambut baik dukungan Kemendikbud dalam hal pengarsipan atau digitalisasi karya musik lawas Indonesia.

“Sangat disayangkan jika seluruh data ini jadinya dimiliki oleh negara lain, sementara kita masyarakat Indonesia kesulitan untuk memanfaatkannya,” jelas Irfan yang merupakan pengajar pada program studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, Sekolah Vokasi Universitas Gajah Mada.

Sementara itu, sebagai kolektor musik, Duo DJ (disc jockey) beranggotakan Fadli Aat dan Merdi Simanjuntak ingin menyebarkan lagu-lagu Indonesia dari masa lalu ini kepada generasi muda secara lebih luwes. Dari hingar bingar dunia hiburan ibu kota, nama Diskoria muncul ke permukaan selama beberapa tahun terakhir ini.

Duo DJ ini memulai karirnya dengan memainkan berbagai musik irama disko Indonesia dari masa lalu.

Diskoria mengakui akses arsip lagu-lagu lawas oleh Irama Nusantara membuat mereka lebih mudah dalam berkarya. Hal ini juga membantu mereka dalam mencari referensi karya musik Indonesia yang selama ini terpendam.

Bentuk terima kasihnya itu diwujudkan dalam sebuah bentuk donasi dari penghasilan sebuah lagu bertajuk “Serenata Jiwa Lara” yang dibuat langsung dan dibawakan oleh Diskoria, Lale, Ilman (Maliq & D’Essentials) dan Nino (RAN) beserta Dian Sastrowardoyo sebagai pengisi vokal utama. (OL-2)

 

Baca Juga

ANTARA/Iggoy el Fitra

FSGI Dukung Penyederhanaan Kurikulum

👤Atikah Ishmah Winahyu 🕔Minggu 27 September 2020, 14:30 WIB
FSGI mengatakan, penyederhanaan yang dimaksudkan adalah untuk mengurangi muatan kurikulum 2013 yang selama ini sarat beban dan sulit...
Antara

Pasien Sembuh di Wisma Atlet Kemayoran capai 15.298

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 27 September 2020, 14:05 WIB
SEBANYAK 15.298 pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, hingga Minggu (27/9) telah...
Antara

Dokter Curhat ke Jokowi atas Berkurangnya Tenaga Medis Covid

👤Andhika prasetyo 🕔Minggu 27 September 2020, 13:35 WIB
DOKTER Spesialis Paru di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Faisal Rizal Matondang mengungkapkan, saat ini, di tempat ia...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya