Kamis 06 Agustus 2020, 19:45 WIB

Dua Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok Tidak Ditahan

Tri subarkah | Megapolitan
Dua Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Ahok Tidak Ditahan

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Tersangka pencemaran nama baik terhadap keluarga Ahok berinisial KS (67) mengenakan rompi merah

 

POLDA Metro Jaya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dan istrinya, Puput Nastiti Devi. Keduanya adalah KS, 67, dan EJ, 47.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut kedua tersangka tidak ditahan. Menurut Yusri, hal tersebut sesuai dengan pasal yang dipersangkakan terhadap keduanya yang ancaman hukumannya di bawah lima tahun.

"Di sini kita persangkakan di Pasal 27 jo 45 UU ITE ancamannya empat tahun penjara. Yang sampai saat ini kedua tersangka tidak kita lakukan penahanan," ungkap Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/8).

Namun, Yusri memastikan bahwa proses hukum terhadap dua tersangka tetap dilanjutkan. Keduanya, lanjut Yusri, harus melakukan wajib lapor.

Hari ini saja misalnya, kedua tersangka didatangkan untuk menjalani pemeriksaan tambahan guna kelengkapan berkas. Yusri mengatakan apabila berkas perkara sudah lengkap, pihaknya akan segera mengirimkan ke jaksa penuntut umum.

"Sudah kita lakukan pemeriksaan, sekarang perkembangan kita melengkapi berkas perkara yang ada untuk segera kita kirimkan kepada jaksa penuntut umum," jelas Yusri.

Terkait permohonan maaf dan mediasi yang diajukan oleh tersangka KS, Yusri menegaskan bahwa polisi tetap fokus menyelesaikan proses hukum. Hal itu juga diperkuat oleh pernyataan Ahok melalui pengacaranya yang menyerahkan proses hukum ke kepolisian.

"Kami di sini on the track pada kasus yang bergulir, jadi kasus ini masih berlanjut sesuai hukum yang berlaku. Pengacara Ahok pun menyampaikan menyerahkan semua ke kepolisian sesuai hukum yang berlaku," tandas Yusri.

Dalam konfrensi pers yang digelar di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/7), KS menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada Komisaris Utama PT Pertamina tersebut. Lebih lanjut, ia meminta jalan mediasi terhadap penyelesaian kasus tersebut karena memiliki penyakit kronis.

"Sekiranya ada jalan untuk mediasi melalui pengacaranya, saya mohon diberikan kesempatan itu. Oleh karena saya sudah tidak sehat lagi pada seumur ini. Jika saya harus menjalankan hukuman seperti itu, saya kira saya tidak akan sanggup bertahan lama karena saya mempunyai penyakit kronis," tandasnya. (OL-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Bea Cukai Lakukan 27 Penindakan Jual Minol Secara Daring

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 01:00 WIB
Bea Cukai tetap melakukan pengawasan secara targeting dengan mengedepankan informasi intelijen serta selalu memperhatikan protokol...
MI/Andry Widiyanto

Perda Covid-19 Atur Pemberian Bantuan Tunai & Non Tunai

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 01 Oktober 2020, 00:30 WIB
Terkait dengan daftar bantuan sosial yang dihimpun dengan melibatkan peran serta RT dan RW tidak dijelaskan di Perda Covid-19 ini....
MI/Susanto

Ini Langkah MRT Jakarta Cegah Stasiun Bawah Tanah Kebanjiran

👤Putri Ansia Yuliani 🕔Rabu 30 September 2020, 22:43 WIB
Sementara untuk mencegah genangan di sekitar Stasiun Istora, PT MRT Jakarta membuat tembok pembatas yang lebih tinggi hingga 50cm antara...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya