Kamis 06 Agustus 2020, 18:50 WIB

Polisi: Banjir Bandang Luwu Bukan Akibat Pembalakan Liar

Lina Herlina | Nusantara
Polisi: Banjir Bandang Luwu Bukan Akibat Pembalakan Liar

Antara
Warga menyelamatkan hartanya akibat banjir bandang di Kecamatan Masammba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Rabu (15/7/2020).

 

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan, telah melakukan penyelidikan terkait penyebab terjadinya banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara. Hasilnya banjir terjadi bukan karena aktivitas illegal loging atau pembalakan liar.

Hal itu diungkapkan Direktur Direskrimsus Polda Sulsel, Kombes Augustinus Berlian, Kamis (6/8). Menurutnya, banjir bandang yang terjadi di Luwu Utara dan mengakibatkan enam kecamatan terdampak, terjadi akibat faktor alam.

"Berdasarkan fakta yang kita dapat di lapangan, keterangan saksi-saksi, cek lokasi dan lain-lain. Kita dapatkan, banjir bukan karena illegal loging, eksploitasi hutan dan lain-lain. Tapi memang karena faktor alam," kata Augustinus.

Sayangnya, Kombes Agustinus tidak menjelaskan faktor alam apa yang menyebabkan  banjir bandang di Luwu Utara. Wartawanpun kecewa.

Sementara itu, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel Muhammad Al Amin mengungkapkan berdasarkan hasil pemetaan dan kajian yang mereka lakukan, ada dua faktor yang paling mendasar yang mengakibatkan banjir bandang di Kabupaten Luwu Utara, salah satunya adalah aktivitas pembalakan liar.

"Di sana itu, ada pembalakan hutan berskala besar seperti illegal loging, dan pembukaan lahan yang diperuntukan untuk perkebunan kelapa sawit yang menggerus kondisi wilayah hutan di sana," ungkap Amin.

Baca Juga: Unhas Sudah Prediksi sejak 2017 Banjir di Luwu Utara

Amin menambahkan, berdasarkan hasil analisis tahun 2018 hingga 2020. Ada empat lokasi pembukaan lahan secara masif di kawasan hulu yang berada di Kecamatan Masamba dan Baebunta, Luwu Utara. Sehingga bisa mengakibatkan terjadi bencana alam.

Banjir bandang di Luwu Utara sendiri, berdasarkan data BPBD setempat, korban jiwa meninggal dunia 38 orang, 10 orang dinyatakan hilang sehingga pencarian masih dilanjutkan hingga hari ini. Lalu 106 orang menjalani perawatan dan 3.627 kepala keluarga (KK) atau sekitar 14.483 jiwa yang berada di tenda pengungsian. (OL-13)

Baca Juga: Pengungsi Banjir Luwu Terinfeksi Virus Korona

Baca Juga

MI/Supardji Rasban

Hasil Tracking, Pejabat Brebes Positif Covid-19 Bertambah

👤Supardji Rasban 🕔Kamis 26 November 2020, 07:12 WIB
Hasil tracking pejabat di lingkungan Pemkab Brebes terkonfirmasi positif covid-19 usai tour Bromo-Malang, bertambah dari 10 orang...
MI/Tosiani

Membuat Hantaran Jadi Peluang Bisnis Baru di Temanggung

👤Tosiani 🕔Kamis 26 November 2020, 06:47 WIB
Di tengah lesu bisnis di Kabupaten Temanggung akibat covid-19, kini para pelaku UMKM menggeluti bisnis membuat hantaran untuk...
Ilustrasi

Akumulatif Pasien Positif Covid-19 di Klaten 1.648 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 26 November 2020, 06:23 WIB
Jumlah pasien terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah terus bertambah. Hingga saat ini jumlah akumulatif...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya