Kamis 06 Agustus 2020, 17:37 WIB

Pemkab Banyuasin Bakal Kelola Sabut Kelapa Jadi Bernilai Ekspor

Dwi Apriani | Nusantara
Pemkab Banyuasin Bakal Kelola Sabut Kelapa Jadi Bernilai Ekspor

MI/Dwi Apriani
Sabut kelapa yang selama ini dibuang, rencananya akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin sehingga lebih bernilai.

 

BUKAN hanya penghasil beras dan ikan saja, Kabupaten Banyuasin juga merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di Provinsi Sumatra Selatan. Berdasar data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin, luas perkebunan kelapa rakyat seluas 48.053 hektare dengan produksi sebanyak 46.496 ton per tahun.

Selama ini, tingginya produksi kelapa tak diiringi dengan sentuhan teknologi sehingga sabut kelapa sisa ekspor ke Tiongkok dan Thailand terbuang percuma tanpa bisa dimanfaatkan.

Karena itu, Bupati Banyuasin Askolani menugaskan PT Sei Sembilang bersama Bappeda Litbang dan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM untuk melakukan penjajakan kerja sama dengan PT Agri Lestari Nusantara untuk mengelola sabut kelapa dan pabrik kelapa di Desa Teluk Payo Kecamatan Banyuasin II yang sudah dibangun dapat segera digunakan.

Direktur PT Sei Sembilang Ardiansyah mengatakan pihaknya bersama PT Agri Lestari Nusantara nantinya akan bekerja sama mengelola sabut kelapa sehingga menjadi lebih bernilai.

"Masyarakat kita selama ini hanya menjual dalam bentuk bahan mentah, sabut kelapa sisa dijual itu cuma terbuang percuma, ke depan akan kita kelola sehingga menjadikan bahan yang bernilai ekspor," kata Ardiansyah, Kamis (6/8).

Peluang itu sangat besar, mengingat bahan bakunya sangat banyak tersedia di Kabupaten Banyuasin dan pabrik pengolahannya pun sudah tersedia.

"Ini bisa menjadi sumber PAD baru dan bisa menyerap tenaga kerja bagi masyarakat Banyuasin. Mohon doanya, insyaAllah kerja sama ini bisa berjalan sesuai rencana," ucapnya.

Baca juga: Serat Sabut Kelapa untuk Bahan Genting

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Banyuasin Aidil Fitri mengatakan, luas perkebunan kelapa rakyat seluas 48.053 hektare dengan produksi sebanyak 46.496 ton dan dimiliki oleh 33.779 kepala keluarga.

"Jumlah produksi tersebut masih bisa ditingkatkan, mengingat dari 48.053 hektare luas perkebunan kelapa, seluas 2.813 hektare tanaman yang akan mulai menghasilkan atau belum menghasilkan," imbuhnya.

Sentra Kelapa Banyuasin ini tersebar di 21 kecamatan, namun luas lahan terbesar berada di Kecamatan Banyuasin II yakni 8.855 hektare, Makartijaya 7.128 hektare, Muara Sugihan 6.490 hektare, Muara Padang 5.161 hektare, Sumber Muara Telang 5.711 hektare, Air Kumbang 2.911 hektare, Pulau Rimau 3.633 hektare, Muara Telang 2.823 hektare.

"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sumsel, kelapa masuk dalam 10 komoditas ekspor nonmigas andalan Sumsel. Kalau kita lihat per Oktober 2019, kelapa menduduki peringkat ke-9 untuk nilai ekspor yang mencapai US$2,51 juta," ucap Aidil.

Ia menjelaskan ekspor yang mayoritas merupakan kelapa bulat itu berkontribusi sebesar 0,47% terhadap total nilai ekspor nonmigas di Sumsel. Dari sisi produksi, penghasil terbesar berasal dari kabupaten Banyuasin yang mencapai 46 ribu ton per tahunnnya.(OL-5)

Baca Juga

Ilustrasi

Probolinggo Kembali Masuk Zona Merah

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 22:16 WIB
Tambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19 pada 25 September 2020 tercatat sebanyak...
Ist

Badan Otorita Labuan Bajo Gelar Pelatihan dan Dorong Kuliner Lokal

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 22:02 WIB
Pelatihan diselenggarakan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dalam memperkuat produk dan brand kuliner lokal sebagai bagian yang...
Medcom

Pemkab Banyumas akan Atur Kegiatan di Ponpes

👤Lilik Darmawan 🕔Jumat 25 September 2020, 21:55 WIB
Pemkab Banyumas saat ini tengah membuat surat untuk mengatur kegiatan di ponpes setelah melonjaknya kasus Covid-19 di sejumlah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya