Kamis 06 Agustus 2020, 17:35 WIB

Polisi Dinilai Lamban Tetapkan Djoko Tjandra jadi Tersangka

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Polisi Dinilai Lamban Tetapkan Djoko Tjandra jadi Tersangka

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Joko Tjandra (memakai rompi oranye)

 

KOORDINATOR Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, menegaskan dirinya kurang puas atas belum ditetapkannya Joko Tjandra sebagai tersangka dalam kasus dugaan aliran dana red notice dan surat jalan.

"Saya kurang puas sebenarnya, tapi tetap menghormati proses-proses di Bareskrim," ujar Boyamin kepada Media Indonesia, Kamis (6/8).

Memang, Bareskrim telah menetapkan penyidikan untuk dugaan aliran dana terkait red notice, pada Kamis (6/8). "Artinya dugaan suap uang ini meskipun dibayarkan orang lain tapi yang menerima manfaatnya kan Joko Tjandra," ungkapnya.

Baca juga: Pengakuan Calo PPDB Titipan, Di Depok Tarifnya Rp20 juta/Siswa

Boyamin pun mencontohkan kasus Miranda Gultom yang di proses ke pengadilan sebagai dugaan korupsi karena mendapatkan keuntungan dalam prosesnya, yakni dipilih menjadi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI).

"Padahal, uang panas tersebut berasal dari Nunun Nurbaetin," ucapnya.

Maka, Boyamin pun mendesak agar Bareskrim segera menetapkan tersangka pemberi suap sehingga dapat memudahkan Joko keluar-masuk Indonesia dengan status buron.

"Ya memang tidak harus Joko yang jadi tersangka. Siapapun yang mengalirkan uang dari proses hapusnya red notice atau surat jalan, atau juga oknum dari luar kepolisian, harus segera diproses," tegasnya.

"Kalau memang ada aliran dana ya diproses dengan korupsi dugaan penerimaan suap atau gratfikasi, suap itu bisa jadi tidak harus ada materi atau uangnya berupa janji juga bisa;" tambahnya.

Boyamin menuturkan, seharusnya Bareskrim segera menetapkan tersangka untuk pemberi suap atau yang menikmati dari proses suap seperti sebagaimana terjadi pada Miranda Gultom.

"Diduga Joko yang menikmati dari proses hilangnya red notice karena terbukti ia bisa masuk keluar Indonesia tanpa halangan," terang Boyamin.

Boyamin pun berpesan kepada Bareskrim agar segera menetapkan tersangka kepada Joko, karena terpidana pengalihan hak tagih Bank Bali itu menikmati dari proses dugaan aliran dana. (OL-4)

Baca Juga

MI/ Adam Dwi

Komjak Soroti Kewenangan Penyelidikan dan Penyidikan RUU Kejaksaan

👤Ant 🕔Jumat 25 September 2020, 23:09 WIB
“Jadi sebenarnya tidak meniadakan fungsi penyidik, tetap penyidikan pidana umum ada di kepolisian. Ini berkaitan dengan...
Antara

Lelang Aset Koruptor, KPK Raup Rp1 Miliar

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Jumat 25 September 2020, 22:05 WIB
Barang lelang yang telah laku tersebut antara lain, mesin longway printing, roller die cut, wax machine, dan mesin press senilai...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Ketaatan Prokes Harus Berlanjut Hingga Kampanye Usai

👤 Cahya Mulyana 🕔Jumat 25 September 2020, 21:56 WIB
Sinergisitas para pihak yang terlibat di pilkada harus selalu kuat dan solid. Terlebih durasi kampanye cukup panjang, yaitu selama 71...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya