Kamis 06 Agustus 2020, 17:03 WIB

Kemendikbud Genjot PAUD di Nusa Tenggara Timur

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Kemendikbud Genjot PAUD di Nusa Tenggara Timur

Antara
Ilustrasi

 

KEMENDIKBUD menjalin kerjasama dengan Pemerintah New Zealand dan UNICEF Indonesia sejak tahun 2016 dalam mengembangkan model Pendidikan Anak Usia Dini Holistik dan Integratif ( PAUD-HI) di Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT).

Program kerjasama ini telah berakhir pada bulan Maret 2020 dengan capaian penerima manfaat selama 4 tahun sebanyak 8,764 anak usia dini, 4,977 orangtua yang aktif program pengasuhan 1,335 Guru dan Pengelola PAUD, lebih dari 300 orang pemangku kepentingan di tingkat kabupaten, kecamatan, dan desa; serta 24 orang mentor PAUD HI kecamatan.

Guna menyebarluaskan praktek-praktek baik selama program berlangsung di Kabupaten Kupang, Direktorat Jenderal PAUD,Dikdasmen dengan Direktorat PAUD Kemendikbud menggelar workshop Replikasi PAUD HI di NTT, Kamis (6/7).

Workshop yang berlangsung secara virtual dihadiri Asisten 1 Pemprov NTT Benyamin Lola,

Bunda PAUD NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud, Jumeri, Direktur PAUD, Mohammad Hasbi, Perwakilan UNICEF Indonesia, Hiroyuki Hattorib

Perwakilan Pemerintah New Zealand Sumi Subramaniam, para Bupati dan bunda PAUD dari 22 Kabupaten/kota di Propinsi NTT dan lain lain.

Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikbud Jumeri saar membuka workshop tersebut mengatakan pengembangan PAUD HI tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 60 tahun 2013 tentang penyelenggaraan PAUD HI menyebutkan pengembangan PAUD HI adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi.

Baca juga : Mendikbud Kunjungi 5 Sekolah di Bogor, Tampung Aspirasi Para Guru

" Program Kerjasama antara Pemerintah New Zealand (MFAT), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat PAUD, serta UNICEF Indonesia menargetkan 100 lembaga PAUD di Kabupaten Kupang NTT diberi penguatan model PAUD Holistik Berkualitas melalui

program penguatan kapasitas dalam kegiatan pelatihan dan magang serta pendampingan oleh para mentor, " papar Jumeri.

Dikatakan program ini juga mencakup penguatan kapasitas bagi pelaku program, antara lain Guru PAUD, Pengelola Lembaga PAUD, Mentor PAUD, serta Penilik PAUD tingkat kecamatan.

Menurut Jumeri sebanyak 24 mentor yang terpilih telah melaksanakan tugas pendampingan di lapangan, dan menjaga kualitas belajar mengajar di Lembaga PAUD. Selain itu, mentor juga melakukan kegiatan yang berbasis pada sumber daya lokal, permainan lokal, serta memperkuat enam area perkembangan anak.

Ia menegaskan PAUD Berkualitas berkorelasi dengan layanan HI, sementara Kemendikbud mendefinisikan PAUD berkualitas sebagai PAUD yang diselenggarakan dengan prinsip-prinsip holistik integratif. Terdapat. tiga elemen “PAUD berkualitas” yang berfungsi sebagai rambu yaitu lingkungan belajar yang baik, integrasi dengan layanan holistik integratif mencakup ayanan di satuan PAUD meliputi layanan kesehatan, pendidikan keluarga, dan perlindungan bagi setiap anak Indonesia dan diselenggarakan melalui kolaborasi dengan organisasi/komunitas masyarakat.Berikutnya, keterlibatan orang tua serta masyarakat.

" Tujuan pembelajaran di PAUD adalah anak tumbuh kembang secara holistik, merupakan tanggung jawab bersama antara satuan lembaga PAUD, orang tua serta masyarakat. Kemendikbud mendukung inisiatif dan inovasi PAUD HI ini," tukas Jumeri seraya memberikan apresiasi pada Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Bunda PAUD Propinsi Nusa Tenggara Timur (Ketua Tim Penggerak PKK NTT) yang telah menyambut baik pengembangan anak usia dini melalui perencanaan program di tingkat Propinsi dan Kabupaten. Pihaknya juga mengpresiasi Kabupaten Kupang yang telah bekerja selama 4 tahun untuk mengembangkan pilot program PAUD HI di tingkat kabupaten.

Jumeri melanjutkan apresiasi pada UNICEF yang telah memberikan bimbingan teknis di tingkat Kabupaten,juga kepada Pemerintah New Zealand yang telah memberikan dukungan untuk menciptakan akses PAUD berkualitas di Indonesia.

" Harapan kami ke depan lebih banyak kabupaten dan kota yang memiliki kapasitas perencanaan dan penganggaran yang baik, seperti Kabupaten Kupang, sehingga dapat menghadirkan layanan PAUD HI dengan jumlah lebih banyak, dan dengan kualitas yang baik, " pungkas Jumeri. ( OL-2)

 

Baca Juga

MI

Angin Puting Beliung Terjang 3 Kecamatan Di Medan, 285 Rumah Rusak

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:55 WIB
Bencana yang dipicu oleh faktor cuaca ektrem tersebut mengakibatkan 285 unit rumah mengalami rusak ringan...
Instagram

Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Sembuh Kanker Prostat

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:40 WIB
KANKER prostat yang umumnya menyerang laki-laki lanjut usia di dunia ini jumlahnya cukup banyak. Sayangnya, sebagian besar pasien datang...
KLHK

Korea Sebut Indonesia Mitra Terpentingnya di Bidang Kehutanan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:10 WIB
Pertama kalinya Korea Selatan membuat perjanjian bidang kehutanan adalah dengan Indonesia pada 1987 atau 33 tahun...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya