Kamis 06 Agustus 2020, 16:45 WIB

Inilah Standar Pemenuhan Gizi di RS saat Bencana

Ihfa Firdausya | Humaniora
Inilah Standar Pemenuhan Gizi di RS saat Bencana

ANTARA/Adiwinata Solihin
Sejumlah korban banjir mengungsi di Bele Li Mbui, Kota Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (25/7).

 

Rumah sakit diharuskan menerapkan manajemen fasilitas dan keselamatan (MFK) dalam situasi bencana, alam maupun nonalam. Di dalamnya termasuk pedoman kegiatan gizi bagi pasien.

Ahli Gizi Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta Yeni Prawiningdyah menjelaskan sejumlah standar penyelenggaraan gizi dalam situasi bencana di rumah sakit.

Menurutnya, standar minimal pemberian makanan dalam 1x24 jam harus mengandung 1500-1800 kcal. Adapun pemberian air bersih yakni 2 liter per hari.

Baca juga: Kemenristek Jelaskan Etika Akademik dalam Penemuan Obat

"Apabila ada pasien balita, kita berikan susu," katanya dalam webinar bertajuk Respon Gizi pada Kondisi Bencana, Kamis (6/8).

Kemudian, frekuensi pemberian makan minimal 2 kali sehari. "Tetapi kita tetap mengupayakan dengan memberikan tiga kali sehari," imbuh Yeni.

Dia menjelaskan bahwa menu yang dihidangkan cukup sederhana mengingat situasi bencana. Menu yang digunakan pada hari-hari awal pun sesuai dengan persediaan yang ada di rumah sakit.

"Karena itu, pada satu tahun perencanaan (angggaran), tambahkan 10% untuk kondisi darurat. Sehingga sudah tercover dengan 10% total anggaran," jelasnya.

Hingga hari ke 7, menu yang digunakan terdiri dari makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, dan sayur. Sementara, katanya, prediksi pemesanan bahan makanan setelah 7 hari sering tidak akurat.

"Karena jumlah konsumennya juga tidak bisa akurat. Namun kami bisa memproduksi dalam jumlah besar dalam waktu yang lebih cepat, sehingga kekurangan bisa kita tangani lebih cepat," jelas Yeni.

Proses memasak sendiri dilakukan sesuai waktu makan. Di sisi lain, lanjutnya, mengingat ketersediaan yang terbatas, jenis sayur yang sering dimasak antara lain kol putih, labu siam, kacang panjang, bunga kol dan wortel.

"Teknik masaknya rebus dan tumis. Karena kalau goreng waktunya sangat panjang dan tidak memungkinkan," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Sub Bidang Peralatan PB BPBD Yogyakarta Enaryaka menjelaskan tentang pengelolaan logistik dalam situasi bencana.

Menurutnya, ada 7 standar minimal wajib untuk para pengungsi. Pertama adalah pasokan air bersih, baik untuk minum maupun mandi.

"Ketika bicara air bersih, kita harus menyiapkan 7 liter pada jam pertama. Tiga hari selanjutnya 15 liter per hari. Sementara air minum 2,5 liter per hari," jelasnya.

Kedua adalah pendidikan. Enaryaka mengatakan hal ini merupakan pemenuhan hak warga negara untuk tidak kehilangan pendidikan.

"Kemudian sanitasi. Ketika bicara pengungsi, tentu harus kita imbangi dengan bagaimana pengelolaan sanitasi higienis, jarak jamban dengan tempat pengungsi, yang kurang lebih 50 meter," sambungnya.

Selanjutnya adalah penyediaan bahan pangan dan non pangan. "Dalam bahan pangan kita harus bisa mensuplai kurang lebih kalau beras 400 gram per orang atau dua kali makan pagi sore," katanya.

Dua hal terakhir adalah fasilitas kesehatan di tempat pengungsian atau lokasi bencana seperti rumah sakit lapangan, serta shelter atau barak pengungsian.

Baca Juga

Instagram

Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Sembuh Kanker Prostat

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:40 WIB
KANKER prostat yang umumnya menyerang laki-laki lanjut usia di dunia ini jumlahnya cukup banyak. Sayangnya, sebagian besar pasien datang...
KLHK

Korea Sebut Indonesia Mitra Terpentingnya di Bidang Kehutanan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:10 WIB
Pertama kalinya Korea Selatan membuat perjanjian bidang kehutanan adalah dengan Indonesia pada 1987 atau 33 tahun...
Antara/Ampelsa

Survei UNICEF: Mayoritas Siswa Ingin Kembali ke Sekolah

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 26 September 2020, 19:42 WIB
Sekitar 4.000 siswa yang tersebar di 34 provinsi ditanyai sejumlah pertanyaan. Mayoritas siswa ingin kembali belajar di sekolah, namun saat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya