Kamis 06 Agustus 2020, 14:35 WIB

Pemerintah Siapkan Rp28,8 Triliun untuk Modal Usaha Mikro

Despian Nurhidayat | Humaniora
Pemerintah Siapkan Rp28,8 Triliun untuk Modal Usaha Mikro

Ilustrasi
Bansos

 

PEMERINTAH akan segera merilis program Bansos Produktif bagi perkuatan permodalan usaha mikro dan ultra mikro yang belum tersentuh lembaga pembiayaan (unbankable).

"Pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp28,8 triliun untuk 12 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang masing-masing mendapat modal usaha Rp2,4 juta," ungkap Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara peringatan Hari Koperasi dan Hari UMKM 2020, di Yogyakarta, Kamis (6/8).

Untuk itu, Teten berharap kerja sama dengan seluruh Pemda terkait pendataan bagi siapa yang berhak mendapat bansos tersebut, agar bisa lebih tepat sasaran.

"Seperti misalnya pedagang asongan, kaki lima, bakul pasar, dan sebagainya, yang pasti belum terdata di dinas-dinas terkait," sambungnya.

Setelah itu, lanjut Teten, mereka akan mendapat pembinaan melalui aneka program pelatihan. Menurut Teten, pemerintah terus melakukan evaluasi program-program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan menelurkan program baru untuk pemulihan ekonomi koperasi dan UMKM.

"Karena, untuk bisa cepat pulih, koperasi dan UMKM yang jumlahnya mencapai 99% itu harus cepat dan segera diselamatkan," kata Teten.

Khusus untuk koperasi, Teten menyebut koperasi sebagai wadah konsolidator kegiatan UMKM. Oleh karena itu, pembiayaan untuk UMKM sebaiknya dikanalisasi melalui koperasi.

"Bila pembiayaan melalui koperasi maka sudah termasuk pendampingan usaha dan pembinaan bagi UMKM," lanjutnya.

Baca juga : BPOM: Belum Ada Obat Herbal untuk Sembuhkan Covid-19

Teten pun berharap koperasi menjadi offtaker bagi produk-produk UMKM. Dimana nantinya, koperasi yang langsung berhubungan dengan pasar. Untuk pemerintah dikatakan butuh skema pembiayaan bagi koperasi sebagai dana talangan.

"Kita akan terus memperkuat LPDB KUMKM untuk menopang koperasi tersebut," ujarnya.

Teten selalu mendorong koperasi dan UMKM melakukan trasformasi digitalisasi. Pasalnya, yang bisa eksis adalah yang sudah terhubung dengan marketplace. Dengan digitalisasi, UMKM dapat mengakses pasar yang lebih luas dan bisa mendapat pembiayaan secara mudah.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X menjelaskan bahwa jajarannya sudah mengeluarkan beberapa regulasi sebagai langkah strategis meringankan beban koperasi dan UMKM terdampak covid-19.

Diantaranya, regulasi pembelian produk UMKM, pengembangan marketplace melalui Si Bakul Jogja, bebas ongkos kirim bagi UMKM pelaku digital, hingga pelatihan-pelatihan tata kelola bisnis berbasis digital. Termasuk pembukaan destinasi wisata dengan menerapkan Protokol Kesehatan.

"Langkah-langkah strategis itu harus terakselerasi secara optimal, dengan melibatkan sinergi dan kerjasama dengan banyak pihak lintas sektoral dan wilayah," ucap Sri Sultan.

Hanya saja, Sri Sultan menekankan, hanya koperasi dan UMKM yang tangguh berinovasi dari bisnis konvensional ke digital yang mampu eksis di tengah pandemi covid-19.

"Kita sudah ada Market Hub Si Bakul Jogja. Para pelaku koperasi dan UMKM harus segera memahami literasi bisnis secara digital," sambungnya.

Sri Sultan mengakui, para pelaku koperasi dan UMKM pernah merasakan krisis seperti ini saat tertimpa bencana gempa pada 2006 silam.

"Kita bisa bangkit dan untuk bangkit kita butuh survival spirit, termasuk aneka dukungan baik dari pemerintah pusat maupun daerah," pungkas Sri Sultan. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Fransisco Carolio Hutama Gani

Begini Prosedur OTG Covid-19 diisolasi di RS Wisma Atlet

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Kamis 24 September 2020, 20:35 WIB
"Ada asesmen. Kalau memang rumahnya tidak memenuhi untuk isolasi mandiri, puskesmas akan mendaftarkannya melalui aplikasi agar...
MI/Dwi Apriani

Pusri Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Jelang Musim Tanam

👤Dwi Apriani 🕔Kamis 24 September 2020, 20:28 WIB
Menghadapi musim tanam, per 22 September 2020, Pusri telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 201.557,61 ton untuk urea dan 10.182,10...
Antara/Budi Candra Setya

Luhut Undang Pakar dari AS terkait Restorasi Terumbu Karang

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 24 September 2020, 20:23 WIB
Namun, berdasarkan data dari LIPI, meski Indonesia memiliki 18% dari total terumbu karang di dunia, tapi lebih dari 36% terumbu karang di...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya