Kamis 06 Agustus 2020, 05:18 WIB

KBRI Beirut Pastikan Semua WNI Selamat

Faustinus Nua | Internasional
KBRI Beirut Pastikan Semua WNI Selamat

AFP/STR/ANWAR AMRO/MARWAN TAHTAH
Ledakan dahsyat mengguncang kawasan pelabuhan di Kota Beirut, Libanon, Selasa (4/8).

 

KEDUTAAN Besar RI untuk Libanon memastikan bahwa semua WNI yang berada di negara itu aman dan selamat dari ledakan dahsyat yang mengguncang ibu kota Libanon, Beirut.

“Berdasarkan pengecekan terakhir, seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat. Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 di antara mereka ialah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa,” kata Dubes RI untuk Libanon, Hajriyanto Y Thohari, melalui keterangan resmi, kemarin.

Melalui grup Whatsapp dan simpul-simpul WNI, KBRI mengimbau para WNI untuk segera melapor apabila berada dalam situasi tidak aman. KBRI juga berkomunikasi dengan kepolisian setempat dan meminta laporan bila ada perkembangan terbaru mengenai kondisi WNI.

“Satu orang WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfi rmasi aman,” kata Hajriyanto.

Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Libanon, Hamzah Lubis, mengonfirmasi bahwa tidak ada mahasiswa Indonesia yang menjadi korban jiwa. “Sudah kita data semua, ada 65 mahasiswa di sini, alhamdulillah semua aman,” ungkapnya kepada Media Indonesia.

Hamzah menjelaskan, tempat tinggal mahasiswa Indonesia hampir semuanya jauh dari lokasi ledakan. Yang terdekat ialah Kantor PPI dengan radius kurang lebih 5 km dari titik ledakan.

“Untuk radius 2 km itu sudah disterilkan. Kita yang berada di radius 5 km masih cukup aman. Paling kaca jendela yang pecah,” tambahnya.

Ditambahkannya, warga tetap waspada lantaran ledakan timbul dari bahan kimia yang bisa membahayakan. PPI juga terus berkoordinasi dengan KBRI Libanon dan menginformasikan bahwa seorang WNI mengalami luka ringan.

Ledakan dahsyat

Tim penolong kemarin masih terus mencari korban selamat dari dua ledakan yang terjadi di gudang di pelabuhan Libanon, Selasa (4/8) sore waktu setempat. Kejadian itu menewaskan lebih dari 100 orang, melukai ribuan lainnya, dan membuat Libanon makin terpuruk setelah sebelumnya dilanda krisis ekonomi.

Penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Pejabat Libanon menghubungkan ledakan itu dengan kebakaran yang memicu sekitar 2.750 ton amonium nitrat hasil sitaan yang tersimpan selama enam tahun terakhir. Dahsyatnya ledakan membuat guncangannya terasa hingga ke Kepulauan Cyprus yang berjarak 240 km dari lokasi.

Kejadian ini merupakan ledakan terhebat di Beirut, yang pernah menjadi ajang pertempuran dalam perang si pil 1975-1990 dan konflik berkepanjangan dengan Israel serta serangan teror bom.

Gubernur Beirut, Marwan Abboud, mengatakan lebih dari 300 ribu orang kini kehilangan rumah. Nilai total kerusakan diperkirakan mencapai hingga US$5 miliar. “Kami terus berupa ya menyediakan makanan, air, dan tempat tinggal sementara bagi korban,” ujarnya.

Bantuan kemanusiaan dari negara-negara lain kini terus mengalir. Turki membangun rumah sakit lapangan, Prancis akan mengirim obat-obatan dan perlengkapan lainnya, sementara Australia akan menyumbang AUS$2 juta untuk membantu makanan, perawatan medis, dan kebutuhan pokok. (Hym/Wan/Pro/AFP/X-11)

Baca Juga

AFP/FETHI BELAID

Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal di Usia 91 Tahun

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 30 September 2020, 01:48 WIB
Kepergian pemimpin Kuwait itu meninggalkan duka bagi rakyatnya. Dia dianggap oleh banyak orang Arab sebagai operator diplomatik yang cerdas...
AFP

Pertempuran Nagorno-Karabakh masih Membara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 30 September 2020, 01:45 WIB
PERTEMPURAN sengit yang meletus, Minggu (27/9), antara pasukan militer Azerbaijan dan Armenia atas wilayah...
AFP

Korban Tewas Covid-19 Lampaui Satu Juta

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 01:15 WIB
JUMLAH orang di seluruh dunia yang telah meninggal karena covid-19 kini telah melampaui satu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya