Kamis 06 Agustus 2020, 05:18 WIB

Malaysia Tak Ingin Terjebak dalam Perselisihan Tiongkok-AS

Faustinus Nua | Internasional
Malaysia Tak Ingin Terjebak dalam Perselisihan Tiongkok-AS

FAMER ROHENI / Malaysia's Department of Information / AFP
Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein

 

MENTERI Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan bahwa negaranya harus memastikan tidak diseret dan terjebak dalam pergolakan geopolitik antara dua negara adidaya terkait upaya menyelesaikan perselisihan di Laut China Selatan. Hishammuddin berbicara di parlemen, menjawab pertanyaan dari Anggota Parlemen (MP) tentang status tuntutan China untuk wilayah di Laut Cina Selatan dan bagaimana hal ini berdampak pada keamanan dan kedaulatan Malaysia.

Berbicara di parlemen pada Rabu (5/8), Hishammuddin menggarisbawahi bahwa kementeriannya ingin menyelesaikan sengketa secara konstruktif. Pihaknya akan melakukan negosiasi diplomatik yang tepat dan menyoroti dua masalah utama yang dihadapi Malaysia.

"Pertama, saya tidak ingin Malaysia diseret dan terjebak dalam pergolakan geopolitik antara negara-negara adidaya. Kita harus mencegah insiden yang tidak diinginkan terjadi di perairan teritorial kita. Kita juga harus mencegah bentrokan militer di perairan antara pihak-pihak terkait," ungkapnya seperti dilansir CNA.

Kedua, sengketa Laut China Selatan tidak dapat dijadikan sebagai masalah yang akan menyebabkan perpecahan antara negara-negara ASEAN. Malaysia menginginkan ASEAN tetap bersatu sebagai satu blok, terutama dalam menghadapi tekanan Tiongkok dan AS serta sekutunya.

"Jika kita mengikuti narasi dan menyerah pada tekanan kekuatan super, potensi bagi negara-negara ASEAN untuk membungkuk dan memihak negara-negara tertentu akan tinggi. Saat menghadapi kekuatan super besar, kita harus bersatu sebagai satu blok, sehingga kekuatan kita akan disinergikan secara efektif," imbuhnya.

Menurut Hishammuddin Hussein sengketa wilayah Malaysia di Laut China Selatan tidak hanya dengan Tiongkok. Tetapi juga klaim yang tumpang tindih dengan sesama negara ASEAN seperti Filipina, Vietnam dan Brunei.

"Jika ASEAN pecah, dan Malaysia sendiri tidak mampu melawan AS dan Tiongkok, peluang terbaik kami adalah jika ASEAN tetap solid. Untuk menyelesaikan masalah Laut China Selatan dengan Tiongkok, kita harus memastikan bahwa solidaritas ASEAN kuat dan kita tetap bersatu sebagai satu blok," tegasnya.

Hishammuddin menambahkan bahwa dia akan mengangkat masalah tersebut dalam panggilan telepon yang dijadwalkan dengan rekannya dari Tiongkok pada Rabu malam. Kemudian, juga dalam sebuah diskusi dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Kamis.

baca juga: Rata-Rata 1 Orang Meninggal Setiap 15 Detik karena Covid-19

Sebagai informasi, Tiongkok mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, tetapi ada juga klaim yang tumpang tindih oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam. Sementara, Washington dan sekutunya juga menentang klaim teritorial Beijing. Washington telah meminta Beijing untuk menghentikan taktik intimidasi di Laut China Selatan.(OL-3)

Baca Juga

AFP

Madrid Berisiko Serius tanpa Aturan yang Lebih Ketat

👤MI 🕔Senin 28 September 2020, 00:35 WIB
PEMERINTAH Spanyol mendesak pihak berwenang di Madrid untuk memperketat aturanaturan pembatasan virus korona...
Dok. Istimewa

Indonesia Bantah Tuduhan Vanuatu di Dewan HAM PBB

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Senin 28 September 2020, 00:10 WIB
INDONESIA menolak tegas pernyataan delegasi Vanuatu pada sesi pembahasan Dialog Interaktif (Interactive Dialogue) dengan Pelapor Khusus...
AFP/Evan Schneider

Modi Janjikan Vaksin di India untuk Seluruh Dunia

👤Nur Aivanni 🕔Minggu 27 September 2020, 20:50 WIB
"Sebagai negara penghasil vaksin terbesar di dunia, saya ingin memberikan satu jaminan lagi kepada komunitas global saat ini,"...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya