Rabu 05 Agustus 2020, 23:59 WIB

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Ini Potensi Penyebabnya

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Pasien Covid-19 Meninggal Dunia, Ini Potensi Penyebabnya

Antara/Ampelsa
Petugas medis mengenakan APD menggotong peti hendak memakamkan jenazah pasien Covid-19

 

TERDAPAT sejumlah potensi penyebab kematian pada kasus Covid-19 di tanah air, diantaranya penanganan yang terlambat, penderita penyakit tidak menular hingga kesediaan fasilitas kesehatan.

"Ini yang pertama penanganan yang terlambat. Ini potensi yang pertama yang kedua karena memang Indonesia ini punya 2 beban, yakni masih banyak terdapat penyakit menular tapi yang  kita juga punya beban penyakit tidak menular dan cukup tinggi juga di dunia," kataTim Pakar Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah, dalam diskusi di Gedung BNPB Jakarta, Rabu (5/8).

Banyak masyarakat Indonesia memiliki penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Menurut Dewi, ini merupakan faktor komorbid pasien Covid-19 dan dapat memperburuk kondisi pasien.

"Contohnya saja hipertensi, ternyata 23% atau 26% lebih kematian di Indonesia Itu penyebabnya justru karena hipertensi. Jadi kalau misal sudah kena hipertensi dan kena Covid-19 juga pasti kondisi akan jauh lebih buruk atau diabetes, penyakit gula ternyata juga masih banyak di seluruh wilayah Indonesia," sebutnya.

Selanjutnya pemerintah daerah harus memastikan jumlah fasilitas kesehatan, seperti RS rujukan, Kamar ICU, dan SDM tenaga kesehatan cukup untuk memberikan pelayanan yang cepat dan tidak terlambat.

"Potensi penyebab kematian terkait dengan kesediaan dari Fasilitas Kesehatan, baik dari alat kesehatannya, sdm-nya. Jangan juga orang heboh dengan covid-19 dan berbondong-bondong pergi ke rumah sakit akhirnya rumah sakitnya dipenuhi oleh banyak pasien, kemudian bingung untuk mengambil mana yang didahulukan, akhirnya bisa miss mana yang prioritas dengan yang tidak perlu yang ingin kita hindari sebenarnya," lanjutnya.

Baca juga : Tangani Covid-19,Obat Tradisional tak Dapat Gantikan Peran Vaksin

Dewi tak memungkiri, masih banyak pekerjaan rumah terkait peningkatan fasilitas kesehatan yang harus diseimbangkan dengan jumlah penduduk Indonesia.

Oleh karena itu, harus dipastikan ketersediaan tempat tidur, ketersediaan ventilator, SDM kesehatan untuk menangani Covid-19 dan angka keterpakaian tempat tidur di rumah sakit ini masih sesuai standar WHO.

"Kalau bisa jangan100% penuh. bahkan 60% saja sehingga ketika ada kenaikan kasus masih bisa ditampung lagi untuk masuk ke dalam rumah sakit," ujarnya.

Dalam penanganan yang dirawat di rumah sakit adalah mereka yang memiliki gejala sedang sampai dengan berat. Sebut Dewi, ketika gejalanya ringan atau bahkan tidak ada gejala maka mereka dipisahkan atau ditempatkan pada rumah sakit darurat.

"Rumah sakit itu kan dengan peralatan yang sangat lengkap untuk membantu orang-orang dengan prioritas jika gejalanya berat maka bisa ditangani dengan sesuai prosedur di sana," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Cuaca Buruk, Gelombang Tinggi di Mentawai Bisa Capai 6 Meter

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Senin 28 September 2020, 23:00 WIB
Peringatan itu dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Senin...
AFP

Sikapi Peringatan Tsunami, Segera Audit Tata Ruang Kawasan Pantai

👤Suryani Wandari Putri Pertiwi 🕔Senin 28 September 2020, 22:20 WIB
Setelah peristiwa tsunami di Jepang pada 2011 lalu, wilayah bekas tsunami tidak boleh dihuni lagi atau boleh dihuni dengan persyaratan...
BMKG

Bencana Longsor di Kalimantan Utara Dipicu Hujan Ekstrem 157 Mm

👤Zubaedah Hanum 🕔Senin 28 September 2020, 22:00 WIB
Hujan ekstrem tersebut berujung bencana dengan tewasnya belasan orang karena musibah tanah longsor di Tarakan, Kaltara dan merusakkan 19...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya