Rabu 05 Agustus 2020, 22:34 WIB

Ekonomi Tumbuh Negatif, BI Siap Eratkan Sinergi Pulihkan Ekonomi

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Ekonomi Tumbuh Negatif, BI Siap Eratkan Sinergi Pulihkan Ekonomi

MI?susanto
Bank Indonesia

 

PANDEMI covid-19 telah menekan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II-2020. Pertumbuhan ekonomi triwulan II 2020 mengalami kontraksi -5,32% (yoy), turun dalam dibandingkan dengan capaian triwulan I 2020 sebesar 2,97% (yoy).

Perkembangan ini tidak terlepas dari pengaruh melemahnya ekonomi global sejalan dengan pandemi covid-19 dan menurunnya aktivitas ekonomi domestik sebagai dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19.

Atas hal tersebut Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa ke depan melalui bauran kebijakannya, BI akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi.

"Penurunan pertumbuhan ekonomi domestik terjadi di semua komponen PDB sisi pengeluaran. Konsumsi rumah tangga mengalami kontraksi 5,51% (yoy), jauh lebih rendah dibandingkan dengan kinerja triwulan I 2020 sebesar 2,83% (yoy)," ungkap Onny Widjanarko, Kepala Departemen Komunikasi BI dilansir dari keterangan resmi, Rabu (5/8).

Baca juga : Implementasi Lambat, Pemerintah Alihkan Rp238,9 Triliun dana PEN

Investasi mencatat kontraksi 8,61% (yoy), turun dibandingkan dengan kinerja triwulan sebelumnya 1,70% (yoy). Stimulus Pemerintah yang sesuai dengan pola musiman belum kuat juga berpengaruh pada konsumsi Pemerintah yang tercatat kontraksi 6,90% (yoy), turun tajam dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 3,75% (yoy).

Selain itu, kinerja ekspor juga terkontraksi 11,66% (yoy) akibat pelemahan ekonomi global dan penurunan harga komoditas dunia. Seiring dengan kontraksi permintaan domestik dan ekspor, kinerja impor juga mengalami kontraksi 16,96% (yoy).

"Di sisi lapangan usaha (LU), hampir seluruh LU mengalami kontraksi kecuali LU Infokom, LU Pengadaan Air, LU Jasa Kesehatan, Pendidikan, dan Keuangan, serta LU Pertanian. Perlambatan ekonomi terutama didorong oleh kontraksi pada LU Transportasi dan Pergudangan, LU Perdagangan dan Penyediaan Akomodasi, dan LU Industri Pengolahan," pungkasnya.

Sementara itu, LU Infokom masih tumbuh meningkat dari triwulan sebelumnya, seiring meningkatnya penggunaan media digital dalam penerapan Work From Home (WFH) dan School From Home (SFH). Kinerja LU Pertanian juga masih tercatat positif sejalan dengan masa panen. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

Gelombang X Dibuka, Kuota Kartu Prakerja Terpenuhi

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 26 September 2020, 19:25 WIB
Sejak digulirkan pada 11 April lalu, program Kartu Prakerja telah menyerap peserta hingga 98% atau 5.480.918 orang dari kuota tersedia...
DOK KEMENTAN

Biasanya Kena Rob, tapi Kali Ini Petani Cilacap Berhasil Panen

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 19:22 WIB
Kegiatan ini hasil dari tanam yang dilakukan secara serempak bersamaan dengan pencanangan GPOT oleh Bapak Menteri Pertanian Syahrul Yasin...
Antara

PT KAI Gelar Diskon 25 Persen untuk Layanan Ini

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 26 September 2020, 17:00 WIB
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memberikan diskon 25 persen, untuk layanan angkutan barang menggunakan Rail...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya