Rabu 05 Agustus 2020, 21:05 WIB

Jangan Dukung Mantan Napi Koruptor di Pilkada 2020

Muhammad Fauzi | Nusantara
Jangan Dukung Mantan Napi Koruptor di Pilkada 2020

MI/Fransisco
Ilustrasi

 

MASYARAKAT Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat yang tergabung dalam Sintang Bebas Politisi Korup (SBPK) mengajak seluruh warga Kabupaten Sintang untuk tidak memilih calon kepala daerah yang pernah terjerat kasus hukum tindak pidana korupsi.

"Kita harus bisa memilah calon kepala daerah yang benar-benar bersih. Agar kabupaten kita tercinta bisa maju dan berkembang," kata Adit Wahyudi juru bicara SBPK dalam keterangan persnya, Rabu (5/8).

Seperti temuan dari SBPK dimana ada salah satu calon di Pilkada Kabupaten Sintang yang pernah terjerat kasus tindak pidana korupsi. Bahkan, SBPK mendapat salinan putusan dari Pengadilan Negeri Pontianak terkait dengan nama salah satu calon.

"Kita mendapatkan data berupa petikan putusan dengan nomor 62/Pid Sus/TP Korupsi/2014/PN.PTK dengan nama Drs. Askiman, MM. yang merupakan mantan Plt Kepala Dinas PU Kabupaten Sintang. Ini merupakan salah satu calon kepala daerah," ujar Adit.

Dalam salinan putusan tersebut PN mengadili bahwa Askiman secara bersama-sama melakukan korupsi. Dengan pidana 1 tahun dan denda 50 juta. Askiman diduga telah merugikan negara miliaran rupiah.

"Ini sebuah kemunduran demokrasi ketika ada seorang calon kepala daerah mantan narapidana. Kami meminta parpol dan masyarakat untuk tidak memilih calon kepala daerah eks napi," tegasnya.

Baca Juga: Selain Plt Wali Kota Medan, Sejumlah Kadis Positif Covid-19

Selain Incumbent, Askiman yang merupakan wakil bupati ini juga rencananya akan maju sebagai calon bupati. "Kita tidak ingin Kabupaten Sintang ini dikepalai oleh mantan napi koruptor. Saya mengajak masyarakat untuk tidak memilih kepala daerah ex napi koruptor," paparnya.

Meski secara undang-undang tidak ada larangan bekas napi korupsi maju di Pilkada, tapi bagi masyarakat Sintang yang mengedepankan adat tentu menolak calon bupati yang pernah tersangkut kasus korupsi. "Kami menginginkan kabupaten kami maju. Jadi secara tegas kami menolak calon ex napi korupsi. Kami akan deklarasikan dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak memilih calon ex napi," tandasnya. (OL-13)

Baca Juga

MI/AGUS MULYAWAN

Merespon Gus Mus, Mahfud: Polri Usut Pidana Dangdutan di Tegal

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 26 September 2020, 21:15 WIB
Keterangan Mahfud itu menjawab pernyataan KH Mustofa Bisri melalui akunnya...
MI/Susanto

Pasha Ungu Diangkat Jadi Pelaksana Tugas Wali Kota Palu

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:55 WIB
Hidayat mengambil cuti selama 69 hari terhitung mulai 26 September hingga 5 Desember mendatang, karena sedang mengikuti tahapan...
Istimewa

Petani Modern Berniaga di Lapak KostraTani Online

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 20:20 WIB
MENJAWAB tantangan revolusi industri era 4.0, petani Indonesia yang maju, mandiri dan modern siap berniaga di Lapak KostraTani...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya