Rabu 05 Agustus 2020, 09:14 WIB

Negara di Kawasan Arab Tawarkan Bantuan untuk Libanon

Faustinus Nua | Internasional
Negara di Kawasan Arab Tawarkan Bantuan untuk Libanon

AFP/JOSEPH EID
Kebakaran di Pelabuhan Beirut pascadua ledakan yang mengguncang kota di Libanon itu.

 

SEJUMLAH negara di Jazira Arab menyatakan belasungkawa yang mendalam atas ledakan yang terjadi di Kota Beirut, Libanon.

Ledakan yang menewaskan puluhan orang dan menyebabkan banyak korban luka-luka itu memicu simpati dunia internasional. Negara tetangga dan di kawasan itu, Turki, Arab Saudi, Iran, Israel, dan Qatar menawarkan bantuan kemanusiaan. Mereka siap membantu dalam segala hal.

"Belasungkawa kepada saudara-saudara dan orang-orang yang ramah di Libanon. Berharap tidak akan ada lagi kerugian. Siap membantu saudara-saudari Libanon kami dengan setiap cara," kata Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Baca juga: Libanon Kerahkan Militer untuk Jaga Keamanan Beirut

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan mereka mengikuti dengan keprihatinan besar konsekuensi dari ledakan pelabuhan Beirut. Pernyataan itu juga menegaskan dukungan penuh dan solidaritas kerajaan dengan rakyat Libanon.

Dukungan juga datang dari Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang menelpon Presiden Michel Aoun untuk menyampaikan belasungkawa. Negara Teluk itu mengatakan akan mengirim rumah sakit lapangan untuk mendukung respon medis Libanon.

Sheikh Tamim berharap "pemulihan cepat bagi yang terluka", QNA melaporkan, ia kemudian "menyatakan solidaritas Qatar dengan persaudaraan Lebanon dan kesediaannya untuk menyediakan semua jenis bantuan".

Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan Teheran siap membantu dengan cara apa pun dan meminta Libanon untuk tetap kuat.

"Pikiran dan doa kami bersama orang-orang hebat dan ulet Lebanon. Seperti biasa, Iran siap sepenuhnya untuk memberikan bantuan dengan cara apa pun yang diperlukan. Tetap kuat, Libanon," tulis Zarif di Twitter.

Sementara Israel mengatakan telah menawarkan bantuan kemanusiaan ke Libanon melalui saluran asing. Hal itu lantaran kedua negara tidak memiliki hubungan diplomatik.

"Di bawah arahan Menteri Pertahanan Benny Gantz dan Menteri Luar Negeri Gabi Ashkenazi, Israel mendekati Libanon melalui pertahanan internasional dan saluran diplomatik untuk menawarkan kepada Lebanon bantuan kemanusiaan medis pemerintah," tulis Gantz di Twitter. (OL-1)

Baca Juga

AFP/FETHI BELAID

Emir Kuwait Sheikh Sabah Meninggal di Usia 91 Tahun

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 30 September 2020, 01:48 WIB
Kepergian pemimpin Kuwait itu meninggalkan duka bagi rakyatnya. Dia dianggap oleh banyak orang Arab sebagai operator diplomatik yang cerdas...
AFP

Pertempuran Nagorno-Karabakh masih Membara

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Rabu 30 September 2020, 01:45 WIB
PERTEMPURAN sengit yang meletus, Minggu (27/9), antara pasukan militer Azerbaijan dan Armenia atas wilayah...
AFP

Korban Tewas Covid-19 Lampaui Satu Juta

👤MI 🕔Rabu 30 September 2020, 01:15 WIB
JUMLAH orang di seluruh dunia yang telah meninggal karena covid-19 kini telah melampaui satu...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya