Rabu 05 Agustus 2020, 08:23 WIB

Berharap Stimulus AS, Minyak Naik ke Level Tertinggi Sejak Maret

Antara | Ekonomi
Berharap Stimulus AS, Minyak Naik ke Level Tertinggi Sejak Maret

BEN STANSALL / AFP
Ilustrasi harga minyak

 

HARGA minyak mentah berjangka Brent bertengger di level tertinggi sejak awal Maret pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), didorong harapan Amerika Serikat membuat kemajuan pada paket stimulus baru ekonomi, serta menahan penyebaran virus korona.
  
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Oktober naik 28 sen atau 0,6 persen menjadi ditutup pada 44,43 dolar AS per barel, penutupan tertinggi sejak 6 Maret.   Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 69 sen atau 1,7 persen, menjadi menetap di 41,70 dolar AS per barel, penyelesaian tertinggi sejak 21 Juli. Pada pagi hari, baik Brent maupun WTI diperdagangkan pada level tertinggi sejak awal Maret.
  
Pergerakan harga itu terjadi menjelang rilis laporan industri pada Selasa (4/8/2020) malam dari American Petroleum Institute (API) yang diperkirakan akan menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS pekan lalu.
  
"Harga minyak berubah positif karena harapan stimulus dan setelah putaran positif data ekonomi menunjukkan pemulihan manufaktur berlanjut pada Juni," kata Edward Moya, analis pasar senior OANDA di New York.

Negosiasi antara Demokrat di kongres dan Gedung Putih pada putaran baru bantuan virus korona telah mulai bergerak ke arah yang benar, meskipun kedua belah pihak masih berjauhan, kata petinggi Demokrat di Senat AS pada Selasa (4/8). Kasus-kasus baru virus corona di AS turun di bawah 50.000 selama akhir pekan untuk pertama kalinya sejak awal Juli, menurut Pusat Pengendalian Penyakit AS.

baca juga: Freeport Harap ESDM Setujui Perpanjangan Penyelesaian Smelter
  
Meskipun terjadi kenaikan harga pada Selasa (4/8), para pedagang mengatakan minyak mentah tetap di bawah tekanan karena kekhawatiran gelombang baru infeksi covid-19 di tempat lain di dunia akan menghambat pemulihan permintaan. Di sisi lain produsen-produsen utama meningkatkan produksinya. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, meningkatkan produksi bulan ini sekitar 1,5 juta barel per hari. Produsen-produsen AS juga berencana untuk memulai kembali produksi yang ditutup.
  
"Di Eropa dan Asia, sementara itu, kekhawatiran meningkat bahwa virus korona mungkin menyebar dalam gelombang kedua global," kata Paola Rodriguez Masiu dari Rystad Energy. (OL-3)

Baca Juga

Antara

Beri Bantuan ke UMKM, Jokowi: Jangan Patah Semangat

👤Andhika Prasetyo 🕔Selasa 29 September 2020, 17:09 WIB
Sebagai seseorang yang berlatar belakang pengusaha, ia menyadari betul bagaimana sulitnya untuk bertahan di situasi yang sangat sulit...
Antara/Hafidz Mubarak

PT BA Tidak Lanjutkan Buyback Saham

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 29 September 2020, 16:15 WIB
Di awal pandemi Covid-19 perusahaan diminta kementerian BUMN untuk melakukan buyback saham senilai Rp 300...
Antara

Tingkat Kemiskinan Ekstrem Indonesia Diperkirakan Meningkat

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Selasa 29 September 2020, 16:14 WIB
Bank Dunia menyatakan hasil assesment-nya menunjukkan indikator kesejahteraan, utamanya angka kemiskinan ekstrem diperkirakan akan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya