Rabu 05 Agustus 2020, 05:57 WIB

Kejagung Janji Transparan Tangani Jaksa Pinangki

Putra Ananda | Politik dan Hukum
Kejagung Janji Transparan Tangani Jaksa  Pinangki

ANTARA/RENO ESNIR
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Hari Setiyono memberikan keterangan kepada wartawan terkait perkembangan kasus Joko Tjandra di Gedung Bundar

 

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) terus mendalami peran Jaksa Pinangki yang telah terbukti menemui terpidana sekaligus buron korupsi kasus hak tagih (cessie) Bank Bali Joko S Tjandra.

“Dari pengawasan, berkas hasil pemeriksaan Jaksa P telah sampai di pidsus dan kita terima. Kemarin telah dilakukan pendalaman oleh teman-teman jaksa di pidsus, kemudian tahapannya akan sampai nanti ke saya selaku dirdik,” ujar Direktur Penyidikan (Dirdik) Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Febrie Adriansyah di Gedung Bundar, Kompleks Kejagung, Jakarta, kemarin.

Kejagung, lanjut Febrie, menjamin pemeriksaan kepada Jaksa Pinangki akan dilakukan secara transparan. Namun, untuk saat ini pihaknya masih belum dapat memberikan jawaban terkait tindakan selanjutnya, karena masih menunggu hasil pendalaman. “Apakah ini akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan atau tidak, nanti kita lihat hasilnya. Kita lihat juga ada unsur pidananya,” jelas Febri.

Sebelum diputuskan untuk dilimpahkan ke JAM-Pidsus, kasus pelanggaran Jaksa Pinangki awalnya diproses secara administratif pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (JAM-Was). Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Hari Setiyono menuturkan Jaksa Pinangki telah dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat.

Secara terpisah, anggota Komisi III Nasir Djamil mempertanyakan keseriusan Kejagung, terutama dalam meringkus Joko. Dia menilai Kejagung terlihat pasif, berbeda saat menangkap terpidana kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Samadikun Hartono.

“Dulu waktu masa Pak Pras (HM Prasetyo) kan Samadikun (Hartono) seingat saya dulu dijemput. Makanya, Pak Pras sendiri datang (menjemput) ke Halim Perdana kusuma. Sekarang kenapa tidak?” tanya Nasir.

Kesan pasif tak hanya ditunjukkan saat penangkapan Joko. Bahkan, Nasir mengkritisi komunikasi antara Komisi III DPR dan Kejagung karena Kejagung tak pernah menyinggung masalah Joko.

Nasir tak menyalahkan Kejagung sepenuhnya. Dia menyebut kepolisian lebih unggul soal sumber daya dalam menindak pelaku kejahatan.

Sementara itu, Kejagung telah mengeksekusi Joko Tjandra di Rutan kelas I Jakarta Pusat, Jumat (31/7). Kapuspenkum Kejagung Hari Setiyono menjelaskan pidana dua tahun terhadap Joko Tjandra telah berkekuatan hukum tetap.

Pemeriksaan

Penyidik Bareskrim Polri akan menjadwalkan kembali pemeriksaan tersangka pemalsuan surat jalan Joko Tjandra, Anita Kolopaking. Seharusnya pemeriksaan Anita berlangsung kemarin.

“Tentunya nanti akan dijadwalkan ulang dan memanggil dengan surat panggilan kedua. Kapan jadwalnya? Itu sepenuhnya kewenan- gan penyidik,” jelas Karopenmas Mabel Polri Brigjen Awi Setiyono.

Lebih lanjut dikatakan Dirtipitdum Bareskrim Polri telah menerima surat permohonan penjadwalan ulang pemeriksaan Anita Kolopaking. Dia berdalih jadwal pemeriksaan di Bareskrim Polri bersamaan dengan jadwalnya untuk memberi keterangan di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Anita ditetapkan sebagai tersangka kasus surat jalan palsu yang diterbitkan Brigjen Prasetijo Utomo untuk Joko S Tjandra. Anita meru-
pakan salah satu kuasa hukum Joko S Tjandra yang disangkakan Pasal 263 (2) dan Pasal 223 KUHP. (Sru/Medcom/P-5)

Baca Juga

Dok Kemenko Polhukam

Mahfud: Belum Ada Kepastian Menangani Penyebaran Paham Radikalisme

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 29 September 2020, 18:00 WIB
Mahfud mengajak semua pihak mendukung upaya-upaya mewujudkan stabilitas keamanan dan penegakan hukum guna mendukung pembangunan Indonesia...
Antara

Generasi Muda Harus Mampu Beradaptasi Terhadap Perubahan

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 September 2020, 17:36 WIB
Menurut Lestari, untuk beradaptasi dengan kondisi di mana banyak terjadi perubahan di berbagai sektor, bangsa Indonesia sebenarnya sudah...
MI/SUSANTO

Budiman Sudjatmiko: Pak Gatot, Anda Sehat?

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 29 September 2020, 17:35 WIB
Gatot Nurmantyo mengumpulkan massa di Surabaya yang akhirnya dibubarkan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya