Selasa 04 Agustus 2020, 20:45 WIB

Nilai Ekspor Sulsel Naik 1,6 Persen di Tengah Pandemi

Lina Herlina | Ekonomi
Nilai Ekspor Sulsel Naik 1,6 Persen di Tengah Pandemi

MI/M TAUFAN SP BUSTAN
Pedagang garam menunggu pembeli di lokasi penggaraman Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Palu, Sulawesi Tengah.

 

Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat, nilai ekspor di Sulsel, pada Juni 2020 mengalami peningkatan 1,66 persen, sekitar US$93,15 juta dibanding bulan sebelumnya yang hanya US$ 91,63 juta. Dan itu yang dikirim melalui Pelabuhan di Sulsel.

Kepala BPS Sulsel, Yos Rusdiansyah mengungkapkan komoditas yang diekspor yaitu nikel, garam, belerang dan kapur, biji-bijian berminyak dan tanaman obat, ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya, serta lak getah, dan damar.

"Sebagian besar ekspor pada Juni lalu itu, dikirim ke Jepang, Tiongkok, Filipina, Amerika Serikat, dan Taiwan, dengan proporsi masing-masing 68,01 persen, 18,96 persen, 3,32 persen, 1,79 persen, dan 1,68 persen," ungkap Yos.

Meski demikian, kata Yos, nilai ekspor yang dikirim melalui pelabuhan Sulawesi Selatan pada Juni 2020 itu, tidak selaras dengan, capaian Juni tahun sebelumnya, tercatat mengalami penurunan sebesar 2,48 persen dari kondisi bulan yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$ 95,52 juta.

Yos juga menambahkan, nikel merupakan komoditas dengan nilai ekspor terbesar dari Sulsel Juni lalu, dengan nilai sebesar USD 60,57 juta atau 65,02 persen, disusul kelompok komoditas garam, belerang dan kapur sebesar US$ 7,74 juta atau 8,31 persen, lalu biji-bijian berminyak dan tanaman Obat sebesar USD 6,86 juta atau 7,37 persen, ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya sebesar US$ 3,83 juta atau 4,12 persen, serta lak, getah, dan damar sebesar US$ 3,59 juta atau 3,85 persen dari total nilai ekspor Sulsel.

Bila dibandingkan Mei 2020 maka ekspor komoditas nikel mengalami peningkatan sebesar 14,58 persen, garam, belerang dan kapur naik 83,68 persen; biji-bijian berminyak dan tanaman obat turun sebesar 42,12 persen, Ikan, udang dan hewan air tidak bertulang belakang lainnya turun 12,21 persen, serta lak, getah, dan damar meningkat sebesar 3,35 persen.

Berdasarkan pelabuhan yang memuat ekspor terbesar di Sulsel pada Juni 2020 yaitu, Pelabuhan Malili dengan nilai US$ 60,57 juta arau 65,02 persen, disusul Pelabuhan Makassar dengan nilai US$ 21,20 juta atau 22,76 persen, dari total nilai ekspor.

Terpisah, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengakui jika pertumbuhan ekonomi Sulsel triwulan pertama bertumbuh positif, padahal Maret April, Mei Juni itukan puncak pandemi, dan sedang PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

"Satu hal yang kita liat dampak Covid-19, menjadikan daya beli masyarakat dan perdagangan turun. Tapi yang menggembirakan pertanian
kita tumbuh 24 persen. Termasuk ekspor kita juga naik," aku Nurdin. Bahkan Nurdin menjelaskan, jika memang pertumbuhan ekonomi Sulsel juga terkoreksi, karena yang berkontribusi besar itu dua, yaitu perdagangan dan konstruksi, makanya kita terkoreksi minus 4 jadi tinggal 2 persen. (OL-12)

Baca Juga

Antara/HO

Kemenparekraf Buka Kelas Pemasaran Digital untuk Pebisnis Kriya

👤Antara 🕔Senin 21 September 2020, 21:27 WIB
Beri solusi bagi pelaku ekonomi kreatif, Kemenparekraf membuka kesempatan bagi pelaku bisnis kreatif untuk mendalami pemasaran...
Dok.MI/Yanurisa Ananta

Sudah 46 Perusahaan IPO Tahun Ini, 6 Masih Mengantri

👤Despian Nurhidayat 🕔Senin 21 September 2020, 21:05 WIB
Pelaku bisnis memiliki minat dan harapan besar untuk tumbuh bersama Pasar Modal...
PT LEN

Indonesia Garap Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Afrika

👤RO 🕔Senin 21 September 2020, 20:33 WIB
PLTS Kinshasa 200 MWp akan dibangun di lahan seluas ±300 hektar dengan kontrak senilai USD175 juta atau setara Rp2,59...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya