Selasa 04 Agustus 2020, 10:14 WIB

Aplikasi Pasar Yo Sediakan Kebutuhan Dapur Tanpa ke Pasar

Rendy Ferdiansyah | Teknologi
Aplikasi Pasar Yo Sediakan Kebutuhan Dapur Tanpa ke Pasar

MI/Rendy Ferdiansyah
Staf khusus Gubernur, Saparuddin perancang aplikasi Pasar Yo

SETELAH sukses dengan aplikasi Fight Covid-19, Kali ini. Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel) kembali memperkenalkan aplikasi Pasar Yo. Aplikasi ini diyakini dapat melindungi masyarakat dari covid-19. Gubernur Babel, Erzaldi Roesman Djohan menyebutkan aplikasi ini dibuat oleh anak muda millenial asal Babel, yang juga membuat aplikasi Fight Covid-19. 

Aplikasi Pasar Yo ini, menyediakan berbagai kebutuhan dapur, sayur mayur hingga lauk pauk, secara online dengan memanfaatkan pedagang tradisional. 

"Pasar Yo, merupakan salah satu cara mencegah penyebaran virus korona di pasar, ibu-ibu yang tadinya takut ke pasar, cukup dengan aplikasi ini. Barang langsung datang ke rumah," kata Erzaldi, Selasa (4/8).

Keunggulan aplikasi ini, diakuinya, pembayaran bisa dilakukan di rumah setelah barang diterima, sehingga pembeli tidak takut uangnya hilang atau di PHP penjual.

"Cukup memesan barang menggunakan aplikasi ini, barang langsung datang dan yang membuat nyama adalah barang datang baru dibayar," sebutnya.

Selain itu jaminan ketersediaan barang juga terjamin, para ibu di rumah, lanjutnya tentu lebih hemat berbelanja, karena tidak perlu ke pasar.

"Aplikasi ini tentunya menambah lapangan pekerjaan, paling tidak nambah tukang antar, dan terus warung-warung kita lebih selektif lagi," imbuhnya.

"Saya mengajak masyarakat semua ayo kita dukung Pasar Yo ini, selain karena ini produk anak negeri, juga memberikan manfaat yang yang besar kepada para penggunanya," ajaknya.

Sementara, Staf khusus Gubernur, Saparuddin menambahkan, aplikasi yang ia dan Lukman, rancang ini, menjawab tantangan teknologi dan juga bagian dari upaya pencegahan Covid-19.

"Aplikasi ini awalnya sama dengan apa yang kita siapkan terkait Covid-19, baik sisi penanganan dan di era new normal, bagaimana tetap menjaga protokol kesehatan," ulasnya.

Aplikasi Pasar Yo, lanjutnya, dikhususkan untuk pasar tradisional, pihaknya juga akan mengedukasi pedagang yang kebanyakan masih gaptek, untuk pelan-pelan masuk dalam pasar online.

"Nanti di setiap pasar ada booth khusus, sekarang baru ada di pasar pagi, walaupun sudah disiapkan selama dua bulan, sekitar 50 pedagang yang sudah disiapkan, dengan drivernya sekitar 4 orang," ujarnya.

baca juga: Angka Kesembuhan Penderita Covid di Kalsel Hampir 60 Persen

Sejauh ini, menurutnya aplikasi Pasar Yo, baru diunduh sekitar 170 an,dan akan diluncurkan dalam waktu dekat.

"Belanja di pasar Yo, lebih hemat dan efisien, pembeli tidak perlu datang ke pasar. Tinggal pilih mau beli apa, nanti diantarkan oleh driver, tarif ongkir ini sekitar Rp8-10 ribu, dengan rute paling jauh 20 Km dari pasar terdekat," jelasnya.(OL-3)

Baca Juga

JOHN THYS / AFP

Tesla Akan Segera Rilis Mobil Listrik Swakemudinya

👤Antara 🕔Sabtu 26 September 2020, 14:17 WIB
Selain empat sedan dan SUV, perusahaan berencana untuk menjual truk listrik bertajuk Cybertruck, yang diklaim telah dipesan sebanyak 500...
AFP/Jorge Guerrero

Radiasi Bulan Lebih Berbahaya daripada ISS

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 26 September 2020, 05:45 WIB
Radiasi tersebut dapat menyebabkan sejumlah penyakit, mulai dari katarak hingga kanker dan penyakit...
AFP/Handout Apple

IPhone SE 2020 sudah Dapat Dipesan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 22:05 WIB
IPhone SE generasi kedua mengusung layar Retina HD sebesar 4,7...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya