Selasa 04 Agustus 2020, 09:19 WIB

Polda Metro Jaya akan Panggil Anji dan Hadi Pranoto

Tri Subarkah | Humaniora
Polda Metro Jaya akan Panggil Anji dan Hadi Pranoto

Instagram @duniamanji
Anji

 

POLDA Metro Jaya akan memanggil musisi dan Youtuber Erdian Aji Prihartanto atau yang akrab disapa Anji dan Hadi Pranoto. Keduanya akan dimintai klarifikasi ihwal pembahasan penemuman obat covid-19 dalam video yang diunggah Anji ke channel Youtubenya Duniamanji.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PMJ Kombes Yusri Yunus memastikan pihaknya telah menerima laporan terkait hal tersebut kemarin, Senin (3/8). Laporan dibuat Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid.

"Ya kemarin memang sudah dilaporkan seseorang inisial MA yang melaporkan dua orang, Hadi Pranoto sendiri, yang kedua pemilik akun Youtube Duniamanji. Laporan sudah kita terima, ini masih nanti akan diteliti dulu artinya masih penyelidikan," kata Yusri saat dihubungi wartawan, Selasa (4/8).

Baca juga: Gara-gara Video Obat Covid-19, Anji Dilaporkan ke Polda Metro

Menurut Yusri, nantinya kedua orang itu akan dimintai klarifikasi dengan membawa bukti yang ada. Selain itu, Yusri mengatakan pihaknya juga akan memanggil saksi ahli yang memahami permasalahan tersebut.

"Kita klarifikasi dulu pelapor dan saksi-saksi. Nanti kita klarifikasi dengan membawa bukti yang ada, kemudian setelah itu juga ada beberapa saksi ahli termasuk nantinya kita panggil Hadi Pranoto sama mencari pemilik akun dari pada Duniamanji," terang Yusri.

Sebelumnya, Muannas melaporkan Anji dan Hadi atas dugaan penyebaran maupun pernyataan berita bohong. Hal itu terkait dengan video yang diunggah Anji pada Sabtu (31/7) lalu.

Menurut Muannas, video itu telah menimbulkan berbagai polemik di tengah masyarakat. Dalam video tersebut, diketahui Anji mewawancarai Hadi soal penemuan obat covid-19.

"Pendapat dari profesor yang dihadirkan dalam konten itu, itu ditentang oleh banyak akademisi, ilmuwan, kemudian ikatan dokter, Menkes, influencer, bahkan masyarakat luas," terang Muannas.

Percakapan dalam video dalam video itu mengenai penemuan obat covid-19, lanjut Muannas, sangat meresahkan masyarakat dan kontraproduktif.

"Pendapat yang disampaikan si profesor itu ditentang pertama menyangkut tentang swab dan rapid test. Dikatakan di situ dia punya metode dan uji yang jauh lebih efektif dengan yang dia namakan dengan digital teknologi itu biayanya cukup Rp10-20 ribu," ujar Muannas.

"Jangan sampai masyarakat percaya bahwa obatnya sudah ketemu, kemudian orang tidak menggunakan masker, tidak psychal distancing, atau tidak mengikuti protokol kesehatan," tandasnya.

Laporan tersebut diterima dengan nomor LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ Tanggal 3 Agustus 2020. Adapun tindak pidana yang dilaporkan adalah tindak pidana bidang ITE dan atau menyebarkan berita bohong sesuai ketentuan Pasal 28 Ayat (1) Jo Pasal 45A UU No. 19 Tahun2016 dan atau Pasal 14 dan 15 UU No.1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Doni Monardo: Masyarakat Ujung Tombak Pencegahan Covid-19

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Selasa 29 September 2020, 01:48 WIB
Masyarakat dalam hal ini harus dapat memahami betapa pentingnya menjaga diri dan tetap patuh dengan protokol...
Dok. Sekretariat Wakil Presiden

Wapres: Peran Pemuka Agama dalam Penanganan Pandemi Penting

👤Emir Chairullah 🕔Selasa 29 September 2020, 01:24 WIB
"Saya menilai peran para ulama dan pemuka agama sangatlah penting, khususnya dalam upaya pencegahan penularan Covid-19,"...
Dok. STP Trisakti

Talent Festival Internasional Ajang Adu Bakat Siswa dan Mahasiswa

👤Syarief Oebaidillah 🕔Selasa 29 September 2020, 01:15 WIB
Adapun peserta Tiongkok berasal dari lima kota yaitu Guilin, Guangzhou, Wuxi, Yangzhou dan Nanchang. Sedangkan peserta Thailand berasal...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya