Selasa 04 Agustus 2020, 09:08 WIB

BNNP Kalteng Gagalkan Peredaran Somadril Ilegal Senilai Rp4,8 M

Surya Sriyanti | Nusantara
 BNNP Kalteng Gagalkan Peredaran Somadril Ilegal Senilai Rp4,8 M

DOK BNNP Kalteng
Petugas BNNP Kalteng menunjukkan barang bukti sitaann pil Somadril yang beredar secara ilegal, Senin (3/8/2020).

 

BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah berhasil menggagalkan peredaran ribuan obat keras golongan I non tanaman  atau  biasa disebut Somadril  senilai Rp4,8 Miliar di Jalan Tjilik Riwut Km 25, Kelurahan Marang Kota Palangka Raya pada Minggu (2/8). Hal ini dikatakan Kepala BNNP Kalteng  Brigjen Pol Edi Swasono saat jumpa pers di kantor BNNP Kalteng, Senin sore (3/8).

Tersangka pria bernama NR, 34 warga Jalan Muhran Ali, Kelurahan Baamang Hilir, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng berhasil diamankan.

"Dari hasil pemeriksaan sementara, NR adalah kurir yang bertugas mengambil obat keras golongan I tersebut di Banjarmasin Kalimantan Selatan oleh seseorang dari Sampit, Kotawaringin Timur" kata Kepala BNNP Kalteng, Brigjen Pol Edi Swasono.

Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima kemudian pihaknya melakukan penyelidikan dan menemukan barang bukti sebanyak 400 ribu butir obat keras tanpa merk yang tersimpan di dalam sebuah kardus ukuran 40 cm x 50 cm, yang dibawa memggunakan sebuah mobil jenis Pick Up Grand Max Nopol KH 8667 FT.

"Dari keterangan tersangka, dirinya mengaku diberi imbalan oleh orang yang menyuruhnya sebesar Rp1,8 juta untuk mengambil barang ke Banjarmasin. Dan ini adalah kedua kalinya  irinya menjadi kurir. Sebelumnya ia diberi imbalan sebesar Rp1 juta  dengan membawa barang yang sama sebanyak 4 kardus." terangnya.

baca juga: Kasus Narkoba Meningkat selama Pandemi

Brigjen Pol Edi Swasono juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan pendalaman untuk menangkap Owner atau pemilik yang menyuruh tersangka sebagai kurir yang saat ini sudah diamankan di kantor BNN Provinsi Kalteng beserta barangnya.

"Terhadap pelaku kita dijerat dengan Pasal 114 (1) Jo Pasal 112 (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara dan denda Rp10 miliar," tuturnya. (OL-3)

Baca Juga

Antara

Harga Cabai di Padang Naik

👤Yose Hendra 🕔Selasa 29 September 2020, 17:15 WIB
Kenaikan cabai merah sudah terjadi sejak seminggu...
AFP

Pemkab Banyumas Siapkan 4.000 Alat Swab Test

👤Lilik Darmawan 🕔Selasa 29 September 2020, 17:04 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan tes usap, termasuk ke ponpes-ponpes. Tes swab dilakukan...
DOK MI

Polres Cianjur akan Tindak Tegas Paslon yang Langgar Prokes

👤Benny Bastiandy 🕔Selasa 29 September 2020, 16:55 WIB
Polres Cianjur akan tegas terhadap paslon bupati dan wakil bupati maupun tim pendukung yang tidak mematuhi pendisiplinan protokol kesehatan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya