Selasa 04 Agustus 2020, 05:53 WIB

Pemberantasan Narkoba di Jakarta Digencarkan

Tri/J-3 | Megapolitan
Pemberantasan Narkoba di Jakarta Digencarkan

MI/ANDRI WIDIYANTO
Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono

 

SEJAK awal 2020 hingga saat ini, jajaran Polda Metro Jaya berhasil mengungkap 2.894 kasus narkotika. Hal itu sekaligus untuk menegaskan komitmen Korps Bhayangkara dalam mewujudkan Jakarta zero narcotics.

Dari ribuan kasus tersebut, menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, pihaknya kemudian menetapkan 3.586 tersangka dan menyita sejumlah barang bukti berupa 632 kg ganja, 516,85 kg sabu, 109.993 butir pil ekstasi, dan 92.275 butir pil happy five.

"Ini cukup besar dan memang tingkat kerawanan peredaran narkoba di DKI, khusus wilayah hukum Polda Metro, cukup besar," kata Nana, kemarin.

Sebelumnya, terang dia, PMJ juga menggagalkan upaya penyelundupan 160 kg ganja dan 131 kg sabu dari Sumatra ke Jakarta. Kasus ganja diungkap setelah penyidik menerima informasi pengiriman ganja dari Aceh melalui jasa pengiriman di daerah Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat. Paket ganja itu dibungkus menggunakan sampul buku lembar kerja siswa (LKS).

Kedua tersangka yang merupakan kurir, yaitu Haerul Saleh alias Bejo dan Novan alias Kentang, ditangkap di depan Puskesmas Belong, Babakan Pasar, Bogor Tengah, Selasa (14/7).

PMJ juga menerima informasi pengiriman sabu dari Riau menggunakan truk berisi batu bata di Cipulir, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (30/7). Kedua tersangka, yakni AP alias Bedul dan HG alias Bonges, mengaku mendapat perintah dari Santi alias Selvy yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO). "Untuk pengiriman, dia mengunakan truk sebagai kamufl ase, seolah-olah truk ini mengangkut batubata. Kemudian di dalamnya itu ada 131 kilogram sabu," kata Nana.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 132 ayat (1).
Ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara.

Permintaan tinggi

Bareskrim Polri menyebut mudahnya penyelundupan narkoba ke Tanah Air dipengaruhi sejumlah faktor. Persoalan utamanya ialah tingginya permintaan barang laknat tersebut di pasar gelap.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareksrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar tidak menampik realitas tersebut. "Faktor utama adalah demand yang tinggi," ujar Krisno seusai memusnahkan 175,6 kg sabu, 300 butir pil ekstasi, dan 300 butir erimin di Gedung Bareskrim Polri, beberapa waktu lalu.

"Polri terus mengembangkan setiap pengungkapan kasus dan bekerja sama dengan penegak hukum internasional, intelijen, guna mengantisipasi pergerakan drug transnational syndicate ke wilayah hukum NKRI," pungkasnya. (Tri/J-3)

Baca Juga

Ilustrasi

14 Saksi Diperiksa Terkait Pelarian Napi WN Tiongkok

👤Cindy Ang 🕔Rabu 30 September 2020, 16:57 WIB
"Ada 14 saksi yang telah diperiksa yaitu istri dan juga ada beberapa orang disekitar kediaman istri tersangka di daerah Bogor...
Ilustrasi

Petugas CCTV Lapas Tertidur saat Napi WN Tiongkok Kabur

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 30 September 2020, 16:42 WIB
Polisi memeriksa petugas Lapas Kelas I Tangerang yang memantau cctv saat narapidana warga negara Tiongkok Cai Changpan alias Cai Ji Fan...
MI/Kisar Rajagukgul

Kejari Depok Selidiki Turap Sungai Sugutamu yang Longsor

👤Kisar Rajagukguk 🕔Rabu 30 September 2020, 16:35 WIB
TURAP atau dingding beton penyangga sungai Sugutamu, anak Sungai Ciliwung di Kelurahan Bhakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya