Senin 03 Agustus 2020, 22:24 WIB

Gandeng Universitas, Kemenlu Intensifkan Kampanye Kelapa Sawit

Faustinus Nua | Humaniora
Gandeng Universitas, Kemenlu Intensifkan Kampanye Kelapa Sawit

Dok. Kemenlu
Seminar virtual soal minyak kelapa sawit Kemenlu dan Universitas Negeri Padang

 

MELIHAT pentingnya minyak sawit bagi Indonesia, Kementerian Luar Negeri bersama Universitas Negeri Padang intensifkan kampanye positif minyak kelapa sawit melalui seminar daring Diplomasi Indonesia dalam Memajukan Minyak Nabati Bagi Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, Senin (3/8).

Minyak nabati sawit merupakan salah satu produk unggulan Indonesia di pasar dunia. Pada 2019, Indonesia memproduksi 37,4 juta metrik ton minyak kelapa sawit dengan nilai ekspor mencapai USD23 miliar.

Hasil kajian Kemenlu terkait minyak nabati dikaitkan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals atau SDGs) menggunakan computable equilibrium model (CGEs) dalam aplikasi Global Trade Analysis Project (GTAP), menyimpulkan bahwa minyak sawit terbukti lebih efisien dalam penggunaan lahan dan hasil panen dibandingkan minyak nabati lain, seperti canola/rapeseed, biji bunga matahari, biji jagung, dan biji kedelai.

Dari sisi lingkungan, minyak sawit juga terbukti efisien karena paling minim dalam penggunaan pestisida yang merusak lingkungan, bahkan minyak sawit Indoensia juga memenuhi 12 dari 17 SDGs.

Baca juga : Menembus Penolakan terhadap Sawit

Disamping keunggulan-keunggulan minyak nabati sawit tersebut, dari aspek sosial, sektor industri sawit di Indonesia telah membuka lapangan pekerjaan baru dan berperan untuk meningkatkan taraf hidup para petani kelapa sawit.

Hasil kajian juga merekomendasikan agar dibentuk pendekatan strategic communication yang holistik untuk memerangi kampanye hitam melawan minyak kelapa sawit dengan mempertimbangkan profil, demografi, dan persepsi publik dari masing-masing negara sasaran.

Diplomasi sawit perlu diterapkan untuk membuka dan menjamin akses pasar bagi minyak kelapa sawit Indonesia, dengan melakukan pendekatan diplomasi ke negara-negara tujuan utama ekspor minyak kelapa sawit, seperti India dan Tiongkok. (OL-7)

Baca Juga

MI/Sumaryanto

Nadine Chandrawinata Cara Sederhana Atasi Perubahan Iklim

👤MI 🕔Kamis 24 September 2020, 04:10 WIB
KAUM muda berperan penting memulai aksi mengendalikan perubahan iklim dan mengurangi karbon dengan tindakan...
AFP

BTS Bersama Hadapi Pandemi Ajak Lanjutkan Hidup

👤MI 🕔Kamis 24 September 2020, 03:50 WIB
GRUP K-pop boyband asal Korea Selatan, BTS, kembali didapuk untuk berbicara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa...
MI/Sumaryanto

Sarah Sechan Yang Paling Dikangeni

👤Bagus Pradana 🕔Kamis 24 September 2020, 03:25 WIB
BERSAMAAN dengan datangnya gelombang covid-19 di Asia, hidup presenter Sarah Sechan, 46, juga...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya