Senin 03 Agustus 2020, 04:17 WIB

Rusia Targetkan Vaksinasi Massal pada Oktober

Hym/X-11 | Internasional
Rusia Targetkan Vaksinasi Massal pada Oktober

Medcom.id
Ilustrasi

 

KEMENTERIAN Kesehatan Rusia menyatakan mereka sedang bersiap memulai kampanye vaksinasi massal pada Oktober mendatang untuk mengatasi covid-19.

“Vaksinasi akan disediakan gratis. Dokter dan guru akan menjadi yang pertama yang divaksinasi,” kata Menteri Kesehatan, Mikhail Murashko seperti dikutip situs Indian Express, kemarin.

“Orang-orang akan diimunisasi dengan vaksin Rusia pertama yang dikembangkan Pusat Penelitian Nasional Gamaleya di Moskow. Saat ini vaksin sedang dalam proses mendapatkan pendaftaran dari negara,” tambahnya.

Ia menyatakan uji klinis vaksin juga akan terus berlanjut seiring dengan produksi. Perbaikan terus dilakukan seiring dengan lebih banyak temuan yang muncul.

Vaksin lain juga sedang dikembangkan Kementerian Pertahanan Rusia. Diharapkan vaksin itu akan mendapatkan registrasi bersyarat yang sama pada September, dan produksi nya mungkin akan diluncurkan pada Oktober. Sementara itu, dua vaksin lainnya sedang diperiksa para ahli untuk persetuju an uji klinis.

Badan pengawas

Media Rusia, kemarin, melaporkan vaksin virus korona baru yang tengah dikembangkan Pusat Penelitian Nasional Gamaleya di Moskow telah menyelesaikan uji klinis. Dokumen-dokumen untuk pendaf taran ke badan pengawas negara kini sedang dipersiapkan.

Laporan tersebut tidak menyebutkan apakah tiga tahap uji klinis telah berakhir atau hanya tahap II yang selesai. Sebelumnya, sebuah laporan berita oleh kantor berita Tass pada minggu kedua Juli mengatakan, kandidat vaksin ini telah memasuki fase II uji klinis pada 13 Juli.

Uji coba fase II, saat vaksin tersebut diuji kemampuannya untuk memicu respons imun pada manusia, biasanya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk diselesaikan. Namun, karena keadaan darurat covid-19 yang berlaku, perkembangan vaksin di seluruh dunia sedang diupayakan dengan cepat.

Namun, vaksin Rusia telah menimbulkan kekhawatiran karena kecepatan pembuatannya saat ini. Sangat mungkin vaksin tersebut akan disetujui tanpa melalui uji coba fase III yang berfungsi menilai apakah vaksin bekerja dalam situasi kehidupan nyata. Uji coba fase III biasanya dilakukan pada beberapa ribu sukarelawan dan membutuhkan waktu berbulan- bulan atau bertahun-tahun untuk diselesaikan.

Beberapa laporan berita sebelumnya dari Rusia mengindikasikan uji coba fase III akan dilakukan bersamaan dengan penyebaran vaksin
untuk penggunaan umum. (Hym/X-11)

Baca Juga

Antara

Warga Aceh Bebas Hukuman Mati di Malaysia

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 22:05 WIB
Sebelumnya M. Yusuf telah dituduh tanpa dasar atas kepemilikan narkotika yang ditemukan di kapal yang dikemudikannya pada...
AFP/Dimitar DILKOFF

Sehari Naik 50 Persen, Pelaku Usaha Moskow Didesak Wali Kota

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 25 September 2020, 21:55 WIB
Pejabat melaporkan 7.212 infeksi baru, sehingga total kasus nasional menjadi...
AFP/ALAIN JOCARD

Polisi Tangkap Pelaku Penikaman di Paris

👤Widhoroso 🕔Jumat 25 September 2020, 18:57 WIB
Serangan terjadi saat pengadilan Prancis sedang menyidangkan 14 terdakwa kasus terorisme pada 2015. Saat itu, kantor mingguan Charlie Hebdo...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya