Minggu 02 Agustus 2020, 06:10 WIB

Indeks Kematian Tenaga Medis Indonesia Terburuk di Dunia

Aiw/Ata/I-1 | Humaniora
Indeks Kematian Tenaga Medis Indonesia Terburuk di Dunia

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito

 

SELAMA masa pandemi beberapa bulan terakhir, tidak sedikit tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia akibat terinfeksi virus korona baru (covid-19) seusai merawat para pasien.

Sekjen Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Dedi Supratman mengungkapkan jumlah kematian nakes akibat covid-19 di Indonesia termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara dan dunia, yakni mencapai 2,4%.

Berdasarkan Indeks Pengaruh Kematian Nakes (IPKN) karena covid-19 yang dibuat oleh tim Pandemic Talks, Indonesia mendapatkan nilai 223, yang berarti memiliki dampak kematian nakes terburuk di dunia.

“Ini (IPKN) salah satu rujukan saja. Memang yang total kematian nakes yang tertinggi ialah Rusia 4,7%, sedangkan Indonesia 2,4%, tapi dia membandingkan dengan jumlah dokter per seribu populasi. Jadi, kalau di kita memang jumlah dokternya tidak sebanyak yang di Rusia dan masalah berikutnya lagi ialah distribusi sehingga kalau di indeksnya kita paling tinggi yang artinya, cukup mengkhawatirkan angka kematian terhadap tenaga medis/kesehatan,” jelas Dedi dalam diskusi Meninjau Transisi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kemarin.

Kurang Maksimal

Saat menanggapi hal itu, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, mengungkapkan tingginya jumlah tenaga kesehatan yang meninggal menandakan bahwa penerapan protokol kesehatan di RS kurang maksimal.

“Kalau nakes tertular, perlindungan diri yang digunakan, tidak hanya saat memakai APD, tapi mulai memakai hingga melepas, mungkin belum betul-betul terjaga. Ini yang harus betul-betul dilaksanakan dengan baik oleh nakes,” kata Wiku.

Wiku menyatakan, untuk itu dirinya mengimbau nakes menerapkan protokol kesehatan secara ketat saat bertugas. Pasalnya, RS merupakan tempat yang rawan terjadi penularan covid-19.

Ketika dihubungi terpisah, Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengungkapkan RS bukanlah satu-satunya tempat nakes tertular covid-19. Dirinya menyebut nakes malah banyak tertular saat berada di luar RS.

“Di antara nakes yang meninggal itu, tidak semuanya bekerja di fasyankes, cuma kebetulan saja mereka berprofesi sebagai nakes. Selain itu, dokter yang menderita covid-19 tidak sebagai nakes yang merawat pasien, tetapi tertular di tempat umum atau pada saat pulang dari pertemuan dan mereka tidak bekerja melayani pasien,” bebernya. (Aiw/Ata/I-1)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Anggaran Bertambah, Mensos Minta Penyerapan Selesai November 2020

👤Ihfa Firdausya 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:45 WIB
Per tanggal 13 Agustus 2020, dengan anggaran Rp134,008 triliun realisasi anggaran Kemensos mencapai Rp75,583 triliun...
Ist

PTI Beri Pelatihan Wirausaha Kuliner kepada Sahabat Disabilitas

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 05:58 WIB
Berkolaborasi dengan  sekolah Highscope Bintaro, pelatihan ini diadakan antara lain untuk menjadi bagian dalam mengatasi kondisi...
Dok Kemendikbud

Bersama Hadapi Korona, Bersama Bangkitkan Bangsa

👤S2-25 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 05:21 WIB
Meski dalam kondisi situasi pandemi, visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya