Minggu 02 Agustus 2020, 06:30 WIB

Angka Kematian Covid-19 di Meksiko Tertinggi Ketiga

Al Jazeera/Hym/I-1 | Politik dan Hukum
Angka Kematian Covid-19 di Meksiko Tertinggi Ketiga

Ulises Ruiz / AFP
Seorang lelaki berlari-lari kecil di hutan Los Colombos, di Zapopan, negara bagian Jalisco, Meksiko, kemarin.

 

MEKSIKO menyalip Inggris terkait dengan jumlah korban meninggal karena virus korona baru (covid-19) dengan menempati urutan tertinggi ketiga di seluruh dunia. Jumlah kematian akibat covid-19 di Meksiko naik menjadi 46.688 pada Jumat (31/7).

Kementerian Kesehatan mencatat 8.458 kasus baru, rekor untuk satu hari, serta 688 kematian tambah­an sehingga total menjadi 424.637 kasus dan 46.688 kematian.

Pemerintah mengatakan jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi kemungkinan jauh lebih tinggi daripada kasus yang dikonfirmasi.

Sementara itu, angka kematian akibat covid-19 di Amerika Serikat meningkat melampaui angka 25.000 pada Juli. Tak hanya itu, selama bulan tersebut, jumlah kasus infeksi korona juga melonjak dua kali lipat di 19 negara bagian. Ini merupakan pukulan telak atas harapan pemerintah Amerika Serikat yang ingin membuka kembali perekonomian mereka.

Amerika Serikat mencatat 1,87 juta kasus baru pada Juli sehingga total infeksi menjadi 4,5 juta atau meningkat 69%. Angka kematian pada Juli naik 20% menjadi hampir 154.000 secara total.

Peningkatan terbesar pada Juli terjadi di Florida dengan lebih dari 310.000 kasus baru, diikuti California dan Texas dengan masing-masing sekitar 260.000. Ketiga negara bagian melihat lompatan kasus pada Juni.

India mencatat lonjakan paling tajam dengan 57.118 kasus baru dalam 24 jam terakhir hingga menjadikan jumlah yang terinfeksi virus korona mendekati 1,7 juta, dengan Juli saja terhitung hampir 1,1 juta infeksi.

Kementerian Kesehatan pada Sabtu juga melaporkan 764 kematian tambahan dengan total 36.511.

Menteri Kesehatan Harsh Vardhan pada Jumat mengatakan bahwa India mencapai lebih dari 1 juta pemulihan dengan kasus aktif hanya sepertiga dari total. India sekarang melakukan lebih dari 640.000 tes dalam 24 jam, mengambil tes kumulatif di seluruh negeri menjadi hampir 1,9 juta.

Lebih dari 17,4 juta ­orang di seluruh dunia telah didiagnosis terinfeksi covid-19. Lebih dari 10,2 juta pasien telah pulih dan setidaknya 677.000 telah meninggal, menurut data dari Johns Hopkins University. (Al Jazeera/Hym/I-1)

Baca Juga

Ist

DPR Terima Masukan Serikat Pekerja dan BEM Soal RUU Cipta Kerja

👤Antara 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 22:34 WIB
Azis Syamsuddin mengatakan DPR menyambut baik dan sangat berterima kasih telah memberi masukan dalam pembahasan RUU Cipta Kerja dari...
Dok. Pribadi

Elemen Purnawirawan TNI AU Apresiasi Kepemimpinan Presiden Jokowi

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 22:30 WIB
Menurut Dede, arah perjalanan bangsa ini sudah mengarah pada tercapainya tujuan nasional, yaitu masyarakat Indonesia adil, makmur dan...
Antara/Hafidz Mubarak A

Pimpinan KPK Sebut Peralihan ke ASN Tak Pengaruhi Independens

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Kamis 13 Agustus 2020, 21:41 WIB
Sebelumnya, Presiden Jokowi menerbitkan PP Nomor 41/2020 yang mengatur pengalihan status pegawai KPK menjadi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya