Sabtu 01 Agustus 2020, 21:07 WIB

Unair Terima 15 Aduan Terkait Fetish Jarik Berkedok Riset

Astri Novaria | Nusantara
Unair Terima 15 Aduan Terkait Fetish Jarik Berkedok Riset

ANTARA
Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Suko Widodo.

 

UNIVERSITAS Airlangga (Unair) Surabaya menerima sebanyak 15 aduan melalui help center yang dibuka terkait kasus pelecehan seksual "fetish" jarik berkedok riset oleh mahasiswa berinisial G.

"Ini bagian dari komitmen kami untuk ikut menyelesaikan kasus tersebut," ujar Ketua Pusat Informasi dan Humas (PIH) Unair Suko Widodo di Surabaya, Sabtu (1/8).

Baca juga: Kekeringan Meluas Ternak Terancam Mati Kelaparan

Meski telah menerima pengaduan, pihaknya masih kesulitan menggali data dikarenakan rata-rata korban enggan membuka identitas mereka.

"Tetapi agak sumir karena 15 orang yang melapor melalui daring tidak menyebutkan siapa namanya. Mereka hanya menyebut bahwa pernah dihubungi dengan cara seperti ini. Kalimatnya mengajak dengan alasan riset, tapi korban menolak," ucapnya.

Suko meminta siapapun yang merasa menjadi korban mahasiswa G segera menghubungi help center, yakni melalui "helpcenter.airlangga@gmail.com" atau menghubungi via nomor telepon 081615507016.

"Di help center tersebut nanti para korban akan didampingi psikolog untuk membantu menyelesaikan persoalan itu," katanya.

Dengan banyaknya korban yang melapor, kata dia, diharapkan persoalan pelecehan seksual "fetish" itu cepat selesai agar meninggalkan trauma di masyarakat.

Mengenai ada atau tidaknya korban yang telah melapor ke kepolisian, Suko menjelaskan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur dan Polrestabes Surabaya untuk menangani perkara tersebut.

"Kami telah kontak Polda Jatim dan Polrestabes Surabaya untuk bersama menangani kasus ini. Namun sejauh ini belum ada yang laporan ke polisi," tuturnya.

Saat ini Unair telah menjatuhkan sanksi berupa skorsing sementara kepada mahasiswa G karena masih dilakukan pengumpulan bukti lebih lanjut.

"Sanksi telah diberikan yakni skorsing sementara. Tapi tidak menutup kemungkinan akan diberikan sanksi lebih tegas karena kami masih mengumpulkan bukti-bukti," katanya.

Baca juga: Sepulang dari Gresik, Ketua DPRD Jepara Wafat akibat Covid-19

Sebelumnya, di media sosial dari thread pemilik akun Twitter mufis @m_fikris. Ia mengaku menjadi korban pelecehan yang seksual yang dilakukan pria bernama Gilang.

Akun Twitter tersebut membagikan cerita tersebut karena tidak ingin ada korban lain. (Ant/OL-6)

Baca Juga

MI/Djoko Sardjono

Kasus Positif Covid-19 di Klaten Bertambah 12 Orang

👤Djoko Sardjono 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:23 WIB
Sebanyak 12 pasien baru terkonfirmasi positif terinfeksi covid-19 adalah warga dari Kecamatan Klaten Utara, Wedi, Polanharjo, Jogonalan,...
MI/Rendy Ferdiansyah

Pulihkan Ekonomi, KTH Mutiara Timur Babel Kembangkan Wisata Alam

👤Rendy Ferdiansyah 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:15 WIB
Ketua KTH Mutiara Timur Bangka David Siga mengatakan bukit Pagoda di Desa Rebu Bangka memiliki pemandangan alam yang begitu...
ilustasi

Positif Korona,Bupati Aceh Singkil & Istri Jalani Isolasi Mandiri

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 08:09 WIB
Bupati Aceh Singkil dan istrinya itu dalam kondisi segar dan bugar. Tidak ada gejala dari virus tersebut sehingga tidak memerlukan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya