Sabtu 01 Agustus 2020, 20:55 WIB

Kekeringan Meluas Ternak Terancam Mati Kelaparan

John Lewar | Nusantara
Kekeringan Meluas Ternak Terancam Mati Kelaparan

MI/John Lewar
Akibat kekeringan di Manggarai Barat NTT, pemilik ternak harus membeli daun segar untuk pakan

 

Kekeringan akibat kemarau panjang di Kabupaten Manggarai barat Nusa Tenggara Timur mulai mengancam kehidupan ternak. Warga di kecamatan Komodo wilayah poros selatan desa Tiwu Nampar dan Warloka yang memiliki kerbau, sapi, dan kambing mulai kesulitan mendapatkan rumput dan daun segar.

Padahal sapi dan kerbau dipekerjakan petani untuk membajak sawah. Pekan ini dilaporkan 4 ekor kerbau milik warga mati kelaparan. Hal itu dikemukakan Mahamat Ismail (54) tokoh masyarakat desa Warloka.

Mahamad menyebut dampak kemarau panjang mengeringkan air kali yang biasanya untuk dikonsumsi ternak.

"Sudah ada empat ekor kerbau milik warga dalam satu pekan ini. Ternak mati kemungkinan karena lapar. Tubuh hewan-hewan itu kurus lalu mati. Warga takut mengonsumsi kerbau yang mati sebab belum diketahui persis penyebabnya. Mati karena penyakit atau ketiadaan makanan," jelas Mahamad.

Baca juga: Klaten Kembangkan Padi Varietas Trisaksi

Samsudin Jamasea (48), pemilik ternak yang mati mengaku kerbaunya mati kelaparan. Dia mengaku kesulitan mendapatkan makanan akibat kekeringan selama empat bulan belakangan ini, termasuk mencari sumber mata air.

"Kami terpaksa beli air untuk minum dan cuci. Daun-daun padang lamun ini mati kekeringan karena suhu panas dan lokasi ini berada tak jauh dari laut," katanya.

Samsudin juga menuturkan bukan hanya kerbau miliknya yang mati kelaparan, tetapi juga milik sahabatnya. "Yang mati itu bukan karena penyakit, tapi kesulitan makanan. Sudah 4 ekor kerbau mati. Hampir tiap hari kami terpaksa beli daunan hijau untuk kasih makan kerbau. Mata air mengering. Jadi, begitu sulitnya buat hewan," papar Samsudin. (OL-14)

Baca Juga

MI/Yose Hendra

Pasaman Barat Jadi Role Model Kostratani Sumbar

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 07:08 WIB
"Pertanian Pasaman Barat memiliki potensi besar. Petani didampingi penyuluh, tetap produktif di tengah pandemi covid-19 dengan tetap...
DOK MI

Pemkab Cianjur Kejar Target 10 Ribu Swab Test

👤 Benny Bastiandy 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 02:50 WIB
Pemkab Cianjur akan meminta bantuan pengadaan alat tes usap ke Pemprov Jabar. Alat tes usap diperlukan untuk memenuhi target jumlah...
DOK MI

Pelayanan RSUD Cibabat Cimahi Kembali Dibuka

👤Depi Gunawan 🕔Sabtu 15 Agustus 2020, 02:30 WIB
RSUD CIbabat Cimahi sempat ditutup selama tiga hari pascabelasan pegawai terkonfirmasi positif virus korona...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya