Sabtu 01 Agustus 2020, 04:45 WIB

Lika-liku Didik Mendukung Gibran

Widjajadi | Nusantara
Lika-liku Didik Mendukung Gibran

Ist
Gibran Rakabuming Raka bersama Sekretaris Fraksi PKS DPRD Solo, Didik Hermawan.

 

SAMA-SAMA muda, Didik Hermawan secara terbuka mendukung Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, dengan berterang ia mengungkapkannya menggunakan baju seragam Relawan Gibran saat menjalankan tugas sebagai juru bicara partai pada rapat paripurna DPRD Surakarta.

Didik merupakan kader Partai Keadilan Sejahtera. Sebagai anggota DPRD Surakarta, ia juga mendapat kepercayaan sebagai Sekretaris Fraksi PKS.

Saat ini, PKS menjadi satu-satunya partai yang bertekad mengajukan calon untuk melawan pasangan Gibran-Teguh Prakosa. “Kami tengah mengupayakan kapal koalisi,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKS Surakarta Sugeng Riyanto.

Sikap Didik itu langsung berbuah sanksi. PKS menonaktifkan dirinya dari posisi sebagai sekretaris fraksi. Ia juga dilarang jadi juru bicara fraksi selama satu tahun.

Namun, Didik tidak mundur. “Apa yang saya lakukan ini sebagai sikap pribadi sebelum partai mengambil sikap. Saya tidak menyesal.” #Ia juga berandai-andai jika sosok Gibran memimpin Kota Solo. “Terus terang, saya membayangkan milenial memimpin Kota Solo, pasti akan menjadi lebih baik,” tegasnya.

Sugeng menyatakan aksi Didik membuat gaduh internal PKS. “Aksi didik tidak pantas. Kan PKS sudah bertekad akan membentuk koalisi penantang Gibran dengan cara apa pun.”

Di Medan, Sumatra Utara, pencalonan Bobby Nasution yang mengincar kursi wali kota juga membuat panas internal PDI Perjuangan. Kekuatan partai itu terbelah setelah calon inkumen Akhyar Nasution menyatakan keluar dari partai. Pendukung Akhyar pun akan mengikuti jejaknya keluar dari partai.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumut, Soetarto, menyesalkan sikap para kader yang telah menyatakan diri keluar dari partai. “Mereka tidak kuat menjalankan amanah dan kebijakan partai.”

Sebelumnya, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Medan Ade Dermawan menyatakan mengundurkan diri dari partainya. “Saya mendukung Akhyar. Ada perbedaan prinsip saya dan partai dalam Pilkada Medan sehingga mantap saya menyatakan mundur sebagai kader PDIP.”

Aksi serupa juga dilakukan Ketua PAC PDI Perjuangan Medan Johor, Gumana Lubis. Saat ini, Akhyar sudah mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat dan PKS. (WJ/YP/N-2)

Baca Juga

MI/Fransisco

Jangan Dukung Mantan Napi Koruptor di Pilkada 2020

👤Muhammad Fauzi 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 21:05 WIB
LSM Sintang Bebas Politisi Korup (SBPK) mengajak seluruh warga Kabupaten Sintang untuk tidak memilih calon kepala daerah yang pernah...
MI/Ruta Suryana

Pada 11 September Bali Siap Sambut Wisatawan Mancanegara

👤Arnoldus Dhae 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 20:50 WIB
PEMPROV Bali siap menerima kunjungan wisatawan mancanegara pada 11 September mendatang. Protokol kesehatan pariwisata sudah disusun...
Istimewa

KostraTani 2020 Kementan Didukung Ribuan Komputer

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Agustus 2020, 20:20 WIB
KOMANDO Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) dalam melaksanakan tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) didukung...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya