Sabtu 01 Agustus 2020, 04:53 WIB

Politik Dinasti Wajar Asal Ikuti Aturan

Cah/P-2 | Politik dan Hukum
Politik Dinasti Wajar Asal Ikuti Aturan

Dok.MI
Ilustrasi

 

PERLUASAN jaringan kekuasaan melalui keluarga atau kerabat masih wajar apabila mengikuti aturan yang berlaku atau tanpa melanggar aturan. Bahkan, politik dinasti kerap muncul di sejumlah negara dengan proses demokrasi yang sudah mapan, seperti Amerika Serikat.

Demikian dikemukakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia Angel Damayanti dalam webinar bertajuk Pilkada Serentak 2020: Pesta Dinasti Politik, Kamis (30/7).

Angel mengatakan pemilihan kepala daerah (pilkada) sebagai proses demokrasi harus dipastikan menjunjung nilai-nilai kesetaraan seluruh warga negara. Kandidat yang muncul dengan memiliki jaringan keluarga pemilik kekuasaan tertentu diperlakukan setara.

“Kemudian mengikuti aturan dan tidak melanggar dan bila taat, politik dinasti masih sesuatu yang wajar,” ujarnya.

Rekam jejak kandidatnya, lanjut Angel, mesti bersih dan diterima rakyat. Hal ini perlu pengawasan ketat. Yang terpenting ketika terdapat fenomena atau kemunculan kandidat yang memiliki kekerabatan, pemilih harus memiliki pemahaman demokrasi dan politik yang baik. Dengan begitu, mereka dapat menunaikan hak pilih dengan tepat.

Senada, analis politik Exposit Strategic Arif Susanto mengatakan kandidat yang berbasis jejaring kekerabatan tidak boleh luput dari prinsip demokrasi.

“Yang menjadi pelanggaran ketika prosesnya menyimpang dari prinsip demokrasi, seperti kesetaraan, kesamaan akses, keberimbangan, transparansi, kapabilitas, dan akuntabilitas,” tutur Arif.

Politik dinasti kerap terlahir dari parpol yang dikuasai segelintir orang. Kandidat yang diusung hanya mereka yang dekat dengan elite.

“Sekarang juga banyak contoh, mereka yang tidak memiliki modal dan kerja-kerja sosial disokong partai politik. Padahal, hal ini rentan dengan penyalahgunaan kekuasaan seperti banyak kasus korupsi yang ditemukan KPK,” papar Arif.

Politik dinasti, ungkap Arif, terlahir saat pelembagaan partai politik lemah. Prosedur kepartaian dikalahkan keputusan elite. (Cah/P-2)

Baca Juga

MI/Rudi Kurniawansyah

Kapolri Maksimalkan Penerapan Inpres No 6/2020

👤Sri Utami 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:51 WIB
Seluruh jajaran kepolisian diperintahkan membantu upaya penegakan disiplin masyarakat terkait kepatuhan terhadap protokol kesehatan demi...
MI/M Irfan

Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Jokowi Masih Tinggi

👤Despian Nurhidayat 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:35 WIB
Hal tersebut terlihat dari sekitar 79% masyarakat yang percaya terhadap kebijakan Presiden Jokowi dan Hanya sekitar 20% yang menyatakan...
Antara

Mahfud: Moral dan Agama Halau Hasrat Korupsi

👤Cahya Mulyana 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 15:06 WIB
"Pun karena demokrasi orang bebas membuat kesepakatan atas nama demokrasi prosedural untuk korupsi sehingga korupsi semakin...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya