Sabtu 01 Agustus 2020, 03:40 WIB

Daur Ulang Sampah PET Bernilai Tinggi

(Gan/Rif/X-7) | Humaniora
Daur Ulang Sampah PET Bernilai Tinggi

MI/RAMDANI
PLASTIK DAUR ULANG: Pekerja memilah potongan botol plastik yang sudah di cacah di tempat pengolahan daur ulang plastik, di kawasan Cimuning,

 

ADA beragam jenis sampah plastik yang dihasilkan di dalam negeri, yakni polyethylene terephthalate (PET), high density polyesthylene (HDPE), polyviny chloride (PVC), low density
polyethlene (LDPE), dan polypropylene (PP), serta polystrene (PS).

Dari semua jenis plastik tersebut, PET lah yang paling bernilai ekonomis tinggi. “Sebetulnya kemasan plastik sebisa mungkin harus dapat didaur ulang agar tidak mencemari lingkungan. Seperti jenis plastik PET, yang memiliki karakteristik lebih ramah lingkungan dan mudah didaur ulang berkali kali dibandingkan plastik jenis lainnya. Botol PET juga bisa diproses 100% menjadi produk berharga, sehingga tidak perlu ada pembatasan ataupun larangan penggunaannya,” ujar Ketua Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (ADUPI)
Christine Halim, saat dihubungi Selasa (28/7), di Jakarta.

Menurut Christine, bisnis daur ulang plastik di Indonesia lebih maju dibandingkan dengan negara tetangga. Bahkan hasil daur ulang dalam negeri pun sudah banyak yang diekspor
ke luar negeri.

Lebih lanjut, Christine menjelaskan, PET digunakan untuk botol kemasan air mineral, botol minyak goreng, botol obat, dan botol kosmetik. PET memiliki manfaat ekonomi yang
tinggi, karena botol PET mampu didaur ulang hingga 50 kali, dan menghemat bahan baku produksi.

Dari sampah botol plastik tersebut, sedikitnya ada tiga produk yang ia produksi, yakni dakron sintetis, biotektile serta kantong plastik re-usable. Untuk produk jenis biotekstile biasanya merupakan bahan baku pembangunan infrastruktur.

Dalam satu hari, Christine mampu mendaur ulang sekitar 85 ton sampah botol plastik. Sampah-sampah tersebut diperolehnya dari hasil kerjasama dengan para pengepul sampah
plastik.

“Jadi rantai ekonominya pun tidak terputus,” lanjut dia. Christine menekankan pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah plastik.

Kesiapan industri

Industri daur ulang plastik di Indonesia saat ini telah berkembang pesat, bahkan dapat menembus pasar ekspor. Sebagian besar ekspor hasil daur ulang plastik di Indonesia
juga menuju Tiongkok, Korea, dan negara lainnya.

Menurut data ADUPI pada 2018, dari konsumsi plastik sekitar 3-4 juta ton per tahun, bisnis daur ulang bisa mencapai 400 ribu ton per tahun. Untuk itu, pemerintah perlu memberikan
perhatian dari hulu ke hilir, dengan memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya memilah sampah plastik hingga mengakomodir kebutuhan bagi pengusaha industri daur ulang sehingga bisnis ini bisa menjadi solusi mengatasi sampah plastik.

Saat dihubungi secara terpisah, Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK) Novrizal Tahar, mengatakan pihaknya sangat mendukung
seluruh pihak untuk melakukan daur ulang sampah khususnya sampah plastik.

“Terutama PET kalau dikelola dengan baik, memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Saking tingginya, bila kita melihat ke pembuangan akhir, jumlah sampah jenis plastik tersebut
hampir sulit ditemukan.” ujarnya kemarin.

Sampah jenis PET, kata Novrizal, kecenderungannya sudah hampir habis di lapangan. Jenis botol plastik, gelas plastik. “Limbah jenis itu rate daur ulangnya hampir 100%,”
jelasnya.

Menurut Novrizal, pihaknya berupaya mendorong daur ulang sampah yang juga dapat menciptakan ekonomi alternatif bagi masyarakat.

Dan itu merupakan salah satu pendekatan yang dilakukan pemerintah dalam penanggulangan sampah plastik di masyarakat. “Pemerintah selalu sampaikan ada tiga pendekatan
yang simultan. Pertama, pembatasan penggunaan plastik, kedua kita mendorong ke arah sirkular ekonomi, dan ketiga kita mendorong peningkatan kapasitas pemerintah daerah
dalam pengelolaan limbah sampah,” jelasnya. (Gan/Rif/X-7)

Baca Juga

Dok. Kemenlu

Gandeng Universitas, Kemenlu Intensifkan Kampanye Kelapa Sawit

👤Faustinus Nua 🕔Senin 03 Agustus 2020, 22:24 WIB
Pada 2019, Indonesia memproduksi 37,4 juta metrik ton minyak kelapa sawit dengan nilai ekspor mencapai USD23...
Antara/Sigid Kurniawa

Ini 5 Kelompok Rentan Terpapar Covid-19, Lansia Paling Rentan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 03 Agustus 2020, 21:54 WIB
Kelompok kedua, lanjut Dewi, adalah mereka yang memiliki daya tahan tubuh rendah, contohnya penderita HIV?AIDS dan penyakit autoimun...
Instagram

Gara-gara Video Obat Covid-19, Anji Dilaporkan ke Polda Metro

👤Tri subarkah 🕔Senin 03 Agustus 2020, 20:42 WIB
Laporan polisi tersebut dibuat oleh Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya