Jumat 31 Juli 2020, 23:13 WIB

Pulihkan Pariwisata di Bali, Luhut: Terapkan Protokol Kesehatan

Hilda Julaika | Ekonomi
Pulihkan Pariwisata di Bali, Luhut: Terapkan Protokol Kesehatan

Antara/Nyoman Hendra Wibowo
Pariwisata di Bali menerapkan protokol kesehatan

 

KEMENTERIAN Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Bali akan mengambil langkah-langkah komprehensif untuk pemulihan pariwisata yang terdampak covid-19.

Salah satunya membuka pariwisata di Bali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Bali dan pariwisata adalah dua entitas yang saling melekat dan tak terpisahkan.

“Pemerintah telah mengambil langkah-langkah yang sangat komprehensif dalam penanganan covid 19 ini. Jadi saya ingin menginformasikan sekarang hampir semua sektor itu tertangani dengan baik, program-program bantuan, program-program stimulus itu dilakukan dengan baik,” ujar Luhut melalui keterangan resminya, Jumat (31/7).

Luhut pun menyampaikan pariwisata merupakan salah satu bidang yang sangat diperhatikan oleh Pemerintah. Hal ini dikarenakan penerimaan negara melalui pariwisata sangat tinggi, juga dapat menciptakan lapangan kerja.

Tercermin dalam proporsi pariwisata Indonesia, yang mana BPS mencatat bahwa 60% wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia berwisata ke Bali. Pariwisata Bali juga menyumbang 28,9% devisa pariwisata nasional, yakni sebesar Rp75 triliun .

Baca juga : Ajak Toas Menko Luhut, Gubernur Koster Ungkap Khasiat Arak Bali

“Presiden berkali-kali mengingatkan kami para pembantunya, bahwa kami harus tangani pariwisata ini dengan benar. Nah untuk itu ada dua kunci yang menurut saya harus kita perhatikan, yaitu penanganan covid-19 dan penanganan ekonomi,” tambahnya.

Adapun langkah tersebut menurut Luhut harus dijalankan dengan beriringan. Karena penanganan covid-19 yang benar menurutnya akan memberikan stimulus yang baik pula bagi perkembangan ekonomi Indonesia.

Ia mengatakan, pandemi covid-19 yang terjadi saat ini memang menjadi tantangan besar bagi sektor pariwisata, tak terkecuali Bali.

BPS menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara pada Mei 2020 turun hinga 86,9% year on year (yoy). Bank Indonesia juga mencatat realisasi devisa pariwisata pada Mei 2020 mengalami kontraksi hingga -97,3% yoy.

“Sekarang kita melihat bahwa sudah waktunya ekonomi ini mulai dipulihkan. Hari ini adalah yang menurut saya merupakan hari yang bersejarah. Kita membuka Bali ini bukan asal dibuka, semua itu berangkat daripada berapa jumlah yang infeksi, berapa jumlah yang sembuh berapa tadi mortality rate-nya. Nah itu menjadi acuan, apakah dia masuk zona merah, apa kuning atau hijau. Bali ini menurut saya beberapa daerah sudah banyak yang hijau, ada masih yang kuning tapi tidak ada yang merah,” jelasnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/Dwi Apriani

Enam Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 19:28 WIB
Pencegahan karhutla tetap menjadi prioritas dan mendapat perhatian besar dari Presiden RI dalam Inpres No. 3 Tahun 2020 tentang...
DOK KEMENTAN

Kementan Ajak Pelaku Usaha Peternakan Komit Gencarkan Kemitraan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 19:26 WIB
Pelaksanaan kemitraan usaha peternakan ini didasari pada prinsip yang saling membutuhkan, saling mempercayai, saling memperkuat dan saling...
Antara

Lahan Food Estate Kalteng untuk Optimalisasi Lahan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 19:24 WIB
Pengembangan kawasan food estate dari eks Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sebagai reposisi dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya