Jumat 31 Juli 2020, 22:15 WIB

Bank BJB Gunakan Dana Simpanan Pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi

Bayu Anggoro | Ekonomi
Bank BJB Gunakan Dana Simpanan Pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi

MI/M.Soleh
Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi.

 

BANK BJB secara resmi ditunjuk oleh pemerintah pusat menjadi salah satu bank penerima simpanan dana pemerintah. Penyimpanan dana di perusahaan merupakan bentuk dukungan dari pemerintah agar Bank BJB dapat melaksanakan dengan sebaik-baiknya mandat untuk melaksanakan percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengatakan, kerja sama ini secara simbolis dilakukan melalui penandatanganan perjanjian antara pihaknya dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Andin Hadyanto dan disaksikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, di Gedung Djuanda I Kementerian Keuangan, Jakarta Senin (27/7).

Menurut Yuddy, langkah penempatan uang ini dilakukan berdasarkan Peraturan Kementerian Keuangan Nomor 70/PMK.05/2020 (PMK 70/2020) tentang Penempatan Uang Negara Pada Bank Umum Dalam Rangka Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang merupakan bagian dari kebijakan dalam penanganan pandemi covid-19.

Yuddy mengatakan, Bank BJB akan menggunakan dana sebesar Rp2,5 trilun tersebut sesuai peruntukan yang diharapkan. Salah satunya untuk menstimulasi perekonomian lewat penyaluran pembiayaan kepada pelaku usaha, khususnya yang berskala mikro, kecil dan menengah yang menjadi jantung perekonomian negara.

"Bank BJB akan bergerak cepat untuk melaksanakan amanat dari negara ini. Pada prinsipnya, kami mendukung penuh agenda pemulihan ekonomi nasional yang berorientasi kepada kesejahteraan masyarakat, khususnya golongan rentan terdampak krisis. Kami akan menjalankan fungsi intermediasi perbankan sebaik-baiknya sambil tetap memegang teguh prinsip prudential banking," kata Yuddy.

Sejauh ini, Yuddy mengatakan Bank BJB sudah menyusun sejumlah rencana partisipasi dalam PEN, termasuk untuk memanfaatkan secara optimal penempatan dana pemerintah.

"Bank BJB juga telah secara kontinyu menunjukkan dukungannya kepada pemerintah melalui pelaksanaan-pelaksanaan instruksi pemulihan ekonomi, termasuk dengan mengeluarkan kebijakan relaksasi kredit, fokus pembiayaan kepada UMKM, serta memberikan pelatihan dan pendampingan kepada UMKM lewat program-program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PESAT) maupun sejumlah turunannya," paparnya.

Simpanan dana pemerintah ini menggunakan mekanisme penempatan dana di deposito dengan suku bunga sama seperti yang diperoleh pemerintah saat ditempatkan di Bank Indonesia (BI) yaitu sebesar 80% dari 7-Days Repo Rate. Sesuai dengan ketentuan, dana pemerintah ini tak boleh digunakan untuk membeli surat berharga negara (SBN) dan transaksi valuta asing (valas). (BY/OL-09)

Baca Juga

DOK BNI SYARIAH

Pemerintah Kembangkan Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 19:44 WIB
Indeks inklusi keuangan syariah menurun dari 11,1% pada tahun 2016 menjadi 9,1% pada tahun...
DOK KEMENTAN

Stok Beras Melimpah, Mentan SYL Panen Raya di Bangka Selatan

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 19:34 WIB
SYL menegaskan pertanian merupakan satu-satunya sektor yang menyelamatkan perekonomian Indonesia di masa pandemi covid...
MI/Dwi Apriani

Enam Provinsi Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Jumat 07 Agustus 2020, 19:28 WIB
Pencegahan karhutla tetap menjadi prioritas dan mendapat perhatian besar dari Presiden RI dalam Inpres No. 3 Tahun 2020 tentang...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya