Jumat 31 Juli 2020, 18:55 WIB

Melestarikan Budaya Indonesia lewat Gim Daring

Bagus Pradana | Weekend
Melestarikan Budaya Indonesia lewat Gim Daring

Instagram @fantasytown.id
Salah satu tampilan gim Fantasy Town yang menggunakan unsur budaya Indonesia.

TERUS digemarinya gim berkonsep simulator pertanian (farming simulator) dimanfaatkan pula oleh produsen gim Tanah Air. Garena Indonesia dan Arumgames, baru-baru ini meluncurkan gim Fantasy Town.

Tidak sekadar pertanian, gim tersebut juga memasukkan banyak unsur budaya Indonesia.  
Diantaranya adalah lewat landmark terkenal Indonesia, seperti Candi borobudur, Monumen Nasional (Monas), Lawang Sewu, hingga Kota Tua Jakarta.

Tak ketinggalan karakter-karakter lokal yang terinspirasi dari cerita rakyat Indonesia juga turut dihadirkan. Contohnya adalah Nyi Roro Kidul, Kabayan dan Iteung sebagai karakter utama.

Dalam konferensi pers daring yang diadakan pada Kamis (30/7), Hans Kurniadi Saleh selaku Direktur Garena Indonesia mengungkapkan bahwa Fantasy Town merupakan gim yang bergenre casual yang memang diperuntukan sebagai media edukasi alternatif untuk mengenalkan serta melestarikan budaya Indonesia.

"Fantasy Town ini merupakan gim yang bisa dimainkan oleh anak sampai dewasa, jadi range-nya cukup luas, dan juga dapat digunakan sebagai sarana edukasi karena dalam Fantasy Town terdapat elemen-elemen budaya mulai dari karakter dan kostum khas Indonesia, jadi sambil bermain kita tetap bisa melestarikan budaya Indonesia," ungkap Hans.

Sejalan dengan gerakan 'Bangga Dengan Buatan Indonesia' yang sedang digalakan oleh pemerintah Indonesia, pengembangan tahap lanjut dari gim Fantasy Town turut mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. 

Dukungan tersebut disampaikan oleh Josua Puji Simanjuntak, selaku pelaksana tugas (plt) Deputi Pemasaran Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf dalam konferensi daring Kamis (30/7). "Ini sangat potensial sekali ya, jujur saja saya juga penikmat gim, dan tanpa kita sadari sebenarnya kita itu banyak belajar dari gim, apalagi gim 'farming simulator' ini kan seru, secara tidak langsung kan kita belajar management ya," papar Josua Puji Simanjuntak.

Lebih lanjut, Josua mengungkapkan jika pemerintah akan berkomitmen untuk mendukung pengembangan gim Fantasy Town menjadi gim kebanggaan Indonesia.

"Mobile user di Indonesia itu sebanyak 337 juta, itu setara dengan 126 persen populasi kita, jadi sebanyak pengguna mobile phone yang mempunyai potensi memainkan gim ini, jadi potensi untuk gim ini sangat luar biasa sekali," jelasnya. (M-1)

Baca Juga

Dok Nona

Brand Lokal Nona Berkonsep Loose Wear, Lahir dari Engineer

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 23:55 WIB
Untuk setiap detail cutting design koleksi pakaiannya sangat diperhatikan karena berasal dari tangan wanita seorang mantan...
AFP

Netflix Buka Lebar Produksi Konten Lokal

👤Antara 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 21:27 WIB
Netflix selalu menerima segala masukan mengenai tayangan yang ingin dilihat masyarakat Indonesia, termasuk tayangan original bermuatan...
Dok Netflix

Bioskop Diyakini Tetap Tak Tergantikan

👤Fathurrozak 🕔Jumat 14 Agustus 2020, 19:55 WIB
Setelah pandemi, keberadaan bioskop akan berdampingan dengan VoD...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya