Jumat 31 Juli 2020, 17:05 WIB

Aplikasi Satgas Pangan Tangguh untuk Cegah Penimbunan

Heri Susetyo | Nusantara
Aplikasi Satgas Pangan Tangguh untuk Cegah Penimbunan

Istimewa
Ilustrasi

 

PERUM Badan Usaha Logistik (Bulog) bersama Pemprov dan Polda Jatim meluncurkan aplikasi Satgas Pangan Tangguh, Kamis (31/7).

Aplikasi ini dibuat untuk mencegah terjadinya penimbunan hingga permainan harga pangan oleh mafia atau kartel pangan, khususnya di wilayah Jatim. Selain itu, aplikasi ini juga untuk memantau stok hingga harga pangan di Jatim.

Aplikasi bernama Posko Digital Satgas Pangan Jatim Tangguh Mobile tersebut dapat diakses masyarakat umum melalui Playstore. Sehingga masyarakat bisa dengan mudah ikut memantau apabila ada pelanggaran terkait pangan. Aplikasi ini dapat menjadi referensi dan laporan masyarakat jika menemui kecurangan terkait pangan di lingkungan.

"Aplikasi ini bisa diakses di seluruh kabupaten dan kota di Jatim. Ini bisa untuk mengecek misalnya harga gula berapa, beras berapa dan bahan pokok lainnya," kata Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim AKB Suryono.

Menurut Suryono, pihaknya bekerja sama dengan Bulog divre Jatim, Disperindag, Dinas Peternakan, Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian Provinsi Jatim untuk mengupdate harga dan stok pangan setiap hari. Targetnya untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi terkait dengan ketahanan pangan di Jatim.

"Kita di kolom posko digital juga ada kolom pengaduan, sehingga bagi yang mengetahui pelanggaran penyimpangan terkait pangan bisa mengisi informasi," katanya.

Di masa pandemi covid-19 ini, kata Suryono, kecurangan hingga permainan terkait stok dan harga bahan pangan rawan terjadi di tengah masyarakat. Dia berharap aplikasi ini bisa membantu masyarakat mengetahui harga real time di pasaran.

Meskipun begitu, Suryono menegaskan, pihaknya tak hanya menunggu pengaduan dari masyarakat saja. Namun akan aktif melakukan monitor hingga menindak langsung jika menemukan kecurangan. 

"Selain lewat pengaduan masyarakat, kami juga ada di masing-masing polres yang melakukan monitor penindakan langsung di lapangan," kata Suryono. (J-1)

Baca Juga

Antara

Tega, Sekdes di Brebes Curi Uang BLT Rp231 Juta

👤Supardji Rasban 🕔Senin 03 Agustus 2020, 23:49 WIB
Sekdes mencuri dan membawa kabur sebagian uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap III dana desa bagi warga terdampak...
MI/Gabriel Langga

Hanya Delapan dari 147 Desa di Sikka Tergolong Maju

👤Gabriel Langga 🕔Senin 03 Agustus 2020, 23:43 WIB
Tidak ada desa yang masuk kategori...
ilustrasi

Tolak Beri Rp20 Ribu, Istri Digebuk Suami Hingga Tewas

👤Solmi 🕔Senin 03 Agustus 2020, 23:34 WIB
Tindakan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan SAM dipicu masalah sepele, yakni lantaran ditolak isterinya saat meminta uang...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya