Jumat 31 Juli 2020, 12:10 WIB

Firli Bahuri: Momentum 'Sembelih' tabiat tamak

Firli Bahuri: Momentum

Antara
Ketua KPK Firli Bahuri

 

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, mengatakan peringatan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah seyogyanya menjadi momentum untuk 'menyembelih' tabiat tamak.
  
"Ibadah kurban seyogyanya menjadi momentum bagi kita untuk 'menyembelih' tabiat tamak, sifat binatang yang sejatinya ada namun terpendam dalam diri setiap manusia," ucap dia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (31/7).
  
Sama seperti binatang, lanjut dia, tabiat tamak manusia pada hakikatnya wujud nyata ketidakmampuan mengontrol dan mengendalikan keinginan, hasrat serta hawa nafsu sehingga kehilangan moral menjadi rakus karena tidak akan puas dengan apa yang ada, selalu kurang terhadap apa yang telah dimiliki.

Baca juga: Penangkapan Joko Tjandra, Hadiah HUT RI

Menurut dia, jika dikaitkan permasalahan besar bangsa, yaitu laten korupsi serta perilaku koruptif di negeri ini maka dengan mengamalkan esensi dari tauladan kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, serta semangat Idul Adha (kurban), ditambah tiga strategi pemberantasan korupsi KPK diharapkan menjadi solusi terbaik agar Indonesia cepat terlepas dari bahaya laten korupsi.
  
"Insya Allah menjadi solusi terbaik agar Indonesia cepat terlepas dari laten korupsi yang menggurita di negeri ini. Indonesia yang bersih dari korupsi bukanlah hanya menjadi mimpi tetapi terwujud nyata Indonesia bersih dari segala bentuk korupsi," katanya.
  
Adapun, kata dia, tiga strategi itu, yaitu pendekatan pendidikan masyarakat untuk membentuk cara berpikir dan culture set baru antikorupsi, pendekatan pencegahan yang tujuan utamanya menghilangkan kesempatan dan peluang untuk korupsi.
  
"Serta pendekatan penindakan di mana ketiganya adalah 'core business' KPK dalam pemberantasan korupsi serta dilaksanakan secara holistik, integral sistemik, dan 'sustainable' serta dukungan segenap komponen bangsa," ujar dia.
  
Ia pun menegaskan korupsi bukan hanya kejahatan yang merugikan keuangan dan perekonomian negara tetapi juga termasuk kejahatan kemanusiaan dunia karena telah masuk sampai fase berjejaring di mana dampaknya sangat destruktif pada setiap tatanan kehidupan umat manusia.
  
"Hebatnya kejahatan ini dapat dilakukan secara sistimatik, terstruktur dengan dampak sistemik," kata dia.
  
Korupsi, lanjut dia, terbukti dapat menciptakan fantasi, mendorong kreativitas calon-calon koruptor untuk beradaptasi, berinovasi, dan memodifikasi modus-modus baru kejahatan korupsi agar tidak terungkap apalagi tertangkap saat mereka beraksi.
  
"Oleh karena itulah, sudah sepatutnya kita jadikan perayaan Idul Adha tahun ini sebagai momentum kebangkitan melawan hasrat dan nafsu jahat korupsi, yang kita mulai dari diri sendiri," katanya.
  
Menurutnya, bukan penyembelihan hewan kurban baik kambing ataupun sapi yang menjadi esensi dari perayaan Hari Raya Idul Adha tahun ini. Namun keikhlasan, pengorbanan, dan konsistensi untuk tidak korupsi esensi dari makna kurban yang seharusnya terpatri dalam setiap hati sanubari seluruh anak bangsa di negeri ini. (P-5)

Baca Juga

ANTARA

RUU Cipta Kerja Dibutuhkan untuk Bangkitkan Investasi

👤Cahya Mulyana 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 07:37 WIB
Guru Besar Hukum Pidana dari Universitas Krisnadwipayana Indriyanto Seno Adji menilai  tak ada penghilangan kewenangan daerah dalam...
Medcom.id

Polri akan Barter 2 Buron

👤Ykb/P-5 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 07:02 WIB
Kedua buron itu atas nama Indra Budiman alias IB dan Sangoe NG (SNN). Keduanya ditangkap di AS terkait pelanggaran imigrasi berupa...
ANTARA

Kasus PT DI Didalami lewat Pejabat Kemensetneg

👤Cah/Dhk/Ant/P-1 🕔Kamis 06 Agustus 2020, 06:54 WIB
Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan kegiatan penjualan dan pemasaran di PT Dirgantara Indonesia pada...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya