Jumat 31 Juli 2020, 12:04 WIB

Partai Republik Tolak Usulan Trump Tunda Pilpres AS 2020

Faustinus Nua | Internasional
Partai Republik Tolak Usulan Trump Tunda Pilpres AS 2020

AFP/JIM WATSON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (30/7) mengemukakan gagasan untuk menunda pemilihan presiden AS pada 3 November nanti. Gagasan itu tidak hanya segera ditolak oleh Partai Demokrat yang merupakan lawannya, tapi juga rekan-rekan Trump dari Partai Republik di Kongres.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dan perwakilan Partai Republik di DPR AS Kevin McCarthy mengatakan, dalam sejarah AS, tidak pernah ada penundaan pemilihan federal.

"Tidak pernah dalam sejarah pemilihan federal kita tidak melaksanakan pemilihan dan kita harus maju dengan pemilihan kita," kata McCarthy seperti dilansir France24.

AS telah mengadakan pemilihan selama lebih dari 200 tahun. Bahkan, selama Perang Sipil, Depresi Hebat, dan dua Perang Dunia, negara itu tetap melangsungkan pesta demokrasinya.

Baca juga: Trump Mengaku Khawatir Jutaan Suara Hilang dalam Pilpres AS 2020

Dalam konstitusi AS, Kongres memiliki wewenang melakukan perubahan atau penundaan yang dimaksud. Namun, hal itu dinilai bisa mencederai demokrasi negara itu.

Artikel II Konstitusi AS memberi Kongres kekuatan untuk mengatur waktu pemilihan, dan Amandemen ke-20 menyebut masa jabatan presiden dan wakil presiden berakhir pada 20 Januari setelah pemilihan umum.

Perwakilan Partai Demokrat AS Zoe Lofgren, yang mengetuai komite DPR yang mengawasi keamanan pemilu, juga menolak penundaan.

Dia mengatakan presiden AS itu percaya pada informasi yang salah terkait potensi kecurangan dalam pilpres di tengah pandemi.

"Dalam keadaan apa pun kami tidak akan mempertimbangkan mengakomodasi tanggapan Presiden yang tidak layak dan serampangan terhadap pandemi virus korona, atau memberikan kepercayaan pada kebohongan dan informasi yang salah yang ia sebarkan," kata Lofgren.

Sebelumnya, Trump mengatakan pilpres nanti akan terjadi kecurangan. Dia mengaku khawatir banyak suara yang hilang dan bisa menjadi bagian terburuk dari sejarah pemilihan di negara demokrasi itu. (OL-1)

Baca Juga

AFP/Anwar Amro

Menlu Lebanon Mengundurkan Diri di tengah Krisis Ekonomi

👤Haufan Hasyim Salengke 🕔Selasa 04 Agustus 2020, 00:02 WIB
Ia menyalahkan kurangnya kemauan politik dalam melakukan reformasi untuk menghentikan krisis keuangan yang dapat mengubah Lebanon menjadi...
AFP/OLIVIER DOULIERY

Demi Amerika, Microsoft Corp Nyatakan Keinginan Akuisisi TikTok

👤Antara 🕔Senin 03 Agustus 2020, 19:30 WIB
CEO Microsoft Satya Nadella berbicara dengan Presiden AS Donald Trump tentang isu...
AFP/William West

Kasus Covid-19 Tembus 18 Juta, WHO :Dampaknya Berlangsung Lama

👤Fautinus Nua 🕔Senin 03 Agustus 2020, 17:53 WIB
Klaster baru pun telah dilaporkan di negara-negara yang sebelumnya mampu mengendalikan wabah...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya