Jumat 31 Juli 2020, 11:56 WIB

Status Tanggap Darurat Korona Dibutuhkan untuk Pemulihan Ekonomi

Ardi Teristi Hardi | Nusantara
Status Tanggap Darurat Korona Dibutuhkan untuk Pemulihan Ekonomi

Medcom.id-Ahmad Mustaqim
Ilustrasi bangunan tugu di wilayah Kota Yogyakarta.

 

STATUS Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di DIY diperpanjang hingga 31 Agustus 2020. Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengungkapkan alasan  perpanjangan status karena status bencana nasional belum dicabut oleh Presiden Joko Widodo.

"Masih ada penanganan-penanganan lain, seperti persiapan pemulihan ekonomi, pemberian bantuan sosial, dan yang lain. Untuk itu, kita masih memerlukan Status Tanggap Darurat diperpanjang," tegas Baskara Aji, Kamis (30/7).

Baca juga: Warga Bangka boleh Salat Idul Adha meski Ogah Pakai Masker

Status tanggap darurat diperlukan sebagai sarana untuk lebih mawas diri dan waspada terhadap kondisi. Di saat bersamaan, pemulihan ekonomi juga bisa dilaksanakan secara bertahap dan dikontrol.

Pemulihan ekonomi yang tengah diupayakan dan telah diusulkan ke Kementrian Koperasi dan UMKM adalah pemberian bantuan insentif kepada UMKM dan Koperasi. Kriteria UMKM yang akan mendapat bantuan, antara lain belum bankable.

"Persyaratannya adalah mereka punya usaha, tidak bankable itu, kemudian ini ada pertambahan lagi persyaratan yang diberikan oleh Kementerian Koperasi yaitu mereka tidak punya tabungan lebih dari 2,5 juta di rekeningnya," lanjut dia.

Surat keputusan perpanjangan status Tanggap Darurat ditandatangani Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Dalam surat keputusan tersebut tertulis, status tanggap darurat bencana dapat diperpanjang sesuai dengan kondisi dan perkembangan yang terjadi.

"Menugaskan kepada Wakil Gubernur DIY untuk mengambil langkah dan tindakan yang diperlukan untuk mencegah dan menangani dampak buruk yang ditimbulkan (Covid-19)," tulis Sultan, (30/7). 

Langkah dan tindakan tersebut, antara lain, meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi, isolasi, perlindungan, pengurusan, penyelamatan, serta pemulihan korban Covid-19 di DIY.

Keputusan masa tanggap darurat bencana Covid-19 di DIY tersebut mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2020.

Jika menengok ke belakang, Gubernur DIY menetapkan status tanggap darurat Covid-19 pertama kali mulai 20 Maret-29 Mei 2020. Status tanggap darurat pertama kali diperpanjang mulai 30 Mei-30 Juni 2020.

Kemudian status tanggap darurat diperpanjang kedua mulai dari 1 Juli-31 Juli 2020. Saat ini, perpanjangan sudah memasuki yang ketiga, yaitu dari 1 Agustus-31 Agustus 2020. (OL-6)
 

Baca Juga

Ilustrasi

Kasus Denny Siregar Dilimpahkan ke Polda Jabar

👤Adi Kristiadi 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:32 WIB
Polresta Tasikmalaya telah melimpahkan penanganan kasus dugaan tindak pidana penghinaan atau pencemaran nama baik yang dilakukan, oleh...
MI/Supardji Rasban

Kekeringan Petani Cabai Brebes Merugi

👤Sipardji Rasban 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:27 WIB
"Sekarang sekali panen cuma dapatnya dalam hitungan kilogram. Ya,paling banyak 10 kilogram sekali panen," ujar Kholidin yang...
MI/ BARY FATHAHILAH

Pedagang Pernak-pernik Kemerdekaan Terdampak Covid-19

👤M Taufan SP Bustan 🕔Minggu 09 Agustus 2020, 17:20 WIB
Pedagang pernak-pernik untuk perayaan HUT ke-75 Republik Indonesia yang mulai menjamur di jalanan Palu, Sulawesi Tengah, mengaku sepi...

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya